<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742</id><updated>2012-02-15T08:27:43.305-08:00</updated><category term='kerjasama orangtua dengan guru dan sekolah'/><category term='reading comprehension'/><category term='pendengar'/><category term='cooperative learning'/><category term='prestasi belajar'/><category term='fungsi motivasi belajar'/><category term='tipe Think Pair Share (TPS)'/><category term='role-playing debate'/><category term='Guided Discovery Learning'/><category term='pekerjaan rumah'/><category term='penelitian tindakan kelas'/><category term='model pembelajaran terpadu'/><category term='PSM'/><category term='kemampuan mendengar'/><category term='gagne'/><category term='pengertian pembelajaran'/><category term='pembelajaran kooperatif'/><category term='Teori Tingkah Laku'/><category term='kartu flash'/><category term='motivasi intrinsik'/><category term='konstruktivis'/><category term='kemampuan penggerak'/><category term='membangun kemampuan pengamat'/><category term='MBS'/><category term='penggerak'/><category term='musik dasar'/><category term='interaksi'/><category term='pengamat'/><category term='tipe tgt'/><category term='hakikat motivasi'/><category term='auditorial dan bahasa'/><category term='usulan ptk'/><category term='three-steps interview'/><category term='PAKEM'/><category term='bidang kajian ptk'/><category term='buzz groups'/><category term='manajemen berbasis sekolah'/><category term='metode penelitian naturalistik'/><category term='Slavin'/><category term='librarian'/><category term='penilaian ptk'/><category term='piaget'/><category term='pembelajaran kontekstual'/><category term='humor'/><category term='karakteristik pembelajaran'/><category term='student centered'/><category term='kemampuan anak'/><category term='keunggulan pembelajaran kooperatif'/><category term='write-pair-share'/><category term='membaca'/><category term='Scaffolding'/><category term='RAPBS'/><category term='Model pembelajaran'/><category term='teori ausubel'/><category term='tujuan ptk'/><category term='olimpiade sains 2010'/><category term='belajar bermakna'/><category term='motivasi ekstrinsik'/><category term='teori pembelajaran'/><category term='teori bandura'/><category term='think-pair-share'/><category term='Kegiatan ekstrakurikuler'/><category term='perpustakaan'/><category term='motivasi belajar'/><category term='close reading'/><category term='Teori Gestalt'/><category term='kemampuan pendengar'/><category term='tipe jigsaw'/><category term='bekerja sama dengan guru'/><category term='pengukuran motivasi belajar'/><category term='pendekatan STS (STM)'/><category term='hasil ptk'/><category term='classroom action research'/><category term='tipe STAD'/><category term='model pembelajaran kooperatif'/><category term='inovasi pembelajaran'/><category term='proposal ptk'/><category term='anak kelas satu'/><category term='Pendidikan'/><category term='metode penelitian kuantitatif'/><category term='konstruktivisme'/><category term='penilaian'/><category term='kegiatan kurikuler'/><category term='Pendidikan Anak Usia Dini'/><category term='zone of proximal development'/><category term='strategi'/><category term='Teori Vygotsky'/><category term='Teori Belajar Kognitif'/><category term='meningkatkan perkembangan anak'/><category term='rubrik'/><category term='komite sekolah'/><category term='Perkembangan fisik'/><category term='model pembelajaran tematik'/><category term='menulis tangan'/><category term='model pembelajaran langsung'/><category term='rencana pengembangan sekolah'/><category term='Surat Keputusan Mendikbud'/><category term='portofolio'/><category term='peran serta masyarakat'/><category term='Teori Humanistik'/><category term='pustakawan profesional'/><category term='strategi belajar mengajar'/><category term='kolaborasi ptk'/><category term='perkembangan sosio-emosional'/><category term='group investigasi'/><category term='metode ekspositori'/><category term='model pembelajaran berdasarkan masalah'/><category term='kemampuan pengamat'/><category term='sistem memori'/><category term='strategi belajar'/><category term='teknik bertanya'/><category term='Surat Keputusan Dirjen Dikdasmen'/><category term='keterampilan komunikasi'/><category term='minat belajar'/><category term='research'/><category term='Refleksi'/><category term='bahasa'/><category term='guru'/><category term='el Pembelajaran Penemuan Terbimbing'/><category term='SQ3R'/><category term='Contextual Teaching and Learning'/><category term='metode penelitian kualitatif'/><category term='pengejaan'/><category term='motivasi belajar intrinsik'/><category term='motoris kasar'/><category term='ptk'/><category term='raport'/><category term='RPS'/><category term='instrumen pengukur motivasi belajar'/><category term='Vygotsky'/><category term='kontak pandang'/><category term='whole-class debate'/><category term='pengamatan'/><category term='proses belajar mengajar'/><category term='gender'/><category term='CTL'/><category term='matematikam model pembelajaran'/><category term='model pembelajaran induktif'/><title type='text'>penelitian tindakan kelas</title><subtitle type='html'>penelitian tindakan kelas, makalah PTK, manajemen berbasis sekolah (MBS), model pembelajaran kooperatif, Pakem, pendekatan kontekstual, dll.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>123</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-763476237118561516</id><published>2010-04-22T18:47:00.000-07:00</published><updated>2010-04-22T18:47:08.616-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='three-steps interview'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='write-pair-share'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='role-playing debate'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buzz groups'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='think-pair-share'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='whole-class debate'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknik bertanya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='close reading'/><title type='text'>EBOOK: CARA-CARA MENGAKTIFKAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9558568/-carauntukMendorongKeaktifanSiswadalamPembelajaran.pdf.html"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-full wp-image-627" height="111" src="http://suhadinet.files.wordpress.com/2010/04/cara-cara-untuk-mendorong-keaktifan-siswa-dalam-pembelajaran.jpg" title="Cara-cara untuk Mendorong Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran" width="85" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Sebagian isi buku:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Ada banyak teknik kelompok-kelompok kecil yang dapat digunakan guru. Fokusnya adalah membuat siswa benar-benar berpikir tentang materi belajar sehingga mereka dapat mengkomunikasikan apa yang sedang atau telah mereka pikirkan. Beberapa di antaranya adalah: (1) think-pair-share (write-pair-share); (2) buzz groups; dan (3) three-steps interview.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Think-Pair-Share&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara termudah untuk mem-buat siswa berpikir tentang suatu isu atau topik dalam kelas adalah dengan menggu-nakan “think-pair-share” atau” write-pair-share” (Lyman, 1992). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pendekatan ini, seorang guru secara sederhana mengajukan suatu isu atau masalah kepada seluruh siswa dalam kelas-nya dan memberikan waktu sekitar 30 detik sampai 1 menit kepada siswa untuk berpikir atau menuliskan respon mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa-siswa kemudian secara berpa-sangan saling menjelaskan respon atau jawaban mereka kepada yang lain selama 3 sampai 5 menit. Akhirnya, mereka menjelas-kan jawaban mereka dalam diskusi kelas (klasikal). Karena teknik ini memerlukan waktu 4 sampai 6 menit, jadi dapat dilakukan sekali atau dua kali pada setiap sesi pembelajaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Format “think-pair-share” atau “write-pair-share” ini dapat berfungsi dengan baik pada mata pelajaran matematika, kimia, sejarah, filsafat, dan kritik seni. Sebagai bentuk variasi dari metode ini, guru dapat meminta siswa untuk menentukan pilihan atau keputusan tentang suatu isu atau masalah (misalnya, “Apakah kamu setuju jika Hadiah Nobel Perdamaian diberikan kepada presiden Obama?), lalu tanyakan kepada siswa alasan mereka. Selanjutnya, setelah mendengarkan berbagai informasi dari seluruh siswa, mereka dapat diminta untuk memutuskan kembali, dan siswa yang mengubah keputusannya dapat ditanyakan alasannya (Fink, 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Buzz Groups &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;McKeachie (2006) menggunakan teknik buzz group untuk menjamin partisipasi siswa dalam kelas ukuran besar. Dalam metodenya ini, ia meminta siswa untuk membentuk group-group yang terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa untuk membicarakan isu atau masalah yang diberikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau meminta mereka untuk selalu memastikan bahwa setiap anggota group memberikan paling sedikit sebuah gagasan terhadap diskusi yang dilakukan. Setelah 10 menit, McKeachie memanggil salah satu dari setiap group untuk melaporkan dan bertanya pada kelompok (group) yang lain dan memin-ta kepada group yang sama pendapatnya atau sama hasil diskusi groupnya untuk mengangkat tangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat setiap group memberikan laporan diskusi, McKeachie (guru) mencatat poin-poin utama di papan tulis dan kemudian memadu-kan bahan tersebut untuk ceramah pada pertemuan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Three-Step Interview &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Untuk proses pada kelompok kecil ini, pada awalnya siswa diminta bekerja secara berpasangan. Orang pertama mewawancarai atau bertanya pada orang kedua. Kemudian sebaliknya, orang kedua mewawancari atau bertanya pada orang pertama. Langkah selanjutnya, kedua siswa yang berpasangan ini bekerja sama dengan cara: orang pertama memberikan resume dari orang kedua, dan sebaliknya orang kedua memberikan resume dari orang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download ebook&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9558568/-carauntukMendorongKeaktifanSiswadalamPembelajaran.pdf.html"&gt; CARA-CARA MENGAKTIFKAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-763476237118561516?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/763476237118561516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=763476237118561516' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/763476237118561516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/763476237118561516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/04/ebook-cara-cara-mengaktifkan-siswa.html' title='EBOOK: CARA-CARA MENGAKTIFKAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-5718615800306402727</id><published>2010-04-19T01:57:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T01:57:28.925-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran terpadu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran tematik'/><title type='text'>Berbagai Bentuk Strategi pada Model Pembelajaran Terpadu (Model Pembelajaran Tematik)</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9510880/pembelajaranterpadu.pdf.html" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9510880/pembelajaranterpadu.pdf.html"&gt;&lt;img alt="" height="86" src="http://suhadinet.files.wordpress.com/2010/04/pembelajaran-terpadu.jpg" title="pembelajaran terpadu" width="57" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak sekali bentuk strategi yang dapat diterapkan guru dalam melaksanakan model pembelajaran terpadu (model pembelajaran tematik). Di antaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Model terpisah (fragmented)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Pada jenis ini, berbagai disiplin ilmu yang berbeda dan terpisah dipadukan. Kelemahan strategi ini adalah keterhubungan menjadi tidak jelas dan terjadi lebih sedikit transfer pembelajaran. Sedangkan kelebihannya adalah adanya kejelasan dan pandangan yang terpisah dalam suatu mata pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Model keterkaitan/keterhubungan (connected)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Pada strategi model pembelajaran terpadu jenis ini, topik-topik dalam satu disiplin ilmu berhubungan satu sama lain. Kekurangan dari model pembelajaran terpadu (model pembelajaran tematik) jenis ini adalah disiplin-disiplin ilmu tidak berkaitan, konten tetap terfokus pada satu disiplin ilmu. Sedangkan kelebihannya adalah konsep-konsep utama saling terhubung, mengarah pada pengulangan (reviu),  rekonseptualisasi, asimilasi gagasan-gagasan dalam suatu disiplin ilmu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Model sarang/kumpulan (nested)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Pada jenis model pembelajaran terpadu ini, keterampilan-keterampilan sosial, berfikir, dan konten dicapai dalam suatu mata pelajaran (subject area). Kelemahan model pembelajaran terpadu jenis ini adalah pelajar dapat menjadi bingung dan kehilangan arah mengenai konsep-konsep utama dari suatu kegiatan atau pembelajaran. Adapun kelebihan model pembelajaran terpadu jenis ini adalah guru dan siswa dapat memberi perhatian kepada berbagai mata pelajaran yang berbeda dalam waktu yang bersamaan, memperkaya, dan memperluas pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Model rangkaian (sequence)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Pada model pembelajaran terpadu model rangkaian, persamaan-persamaan yang ada diajarkan secara bersamaan meskipun termasuk ke dalam mata pelajaran yang berbeda-beda. Kelemahan model pembelajaran terpadu model ragkaian (sequence) adalah diperlukan kolaborasi terus-menerus dan fleksibilitas yang tinggi, dan guru hanya mempunyai sedikit otonomi untuk merangcang kurikulum. Kelebihan model ini adalah dapat difasilitasi transfer  pembelajaran pada beberapa mata pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu terdapat pula model-model pembelajaran terpadu yang lain seperti :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Model terbagi (shared)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Model jaring laba-laba (webbed)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Model satu alur (threaded)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Model terpadu (integrated)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Model Imersi (Immersed)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Model jejaring (networked)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat lebih jelas mengenai model pembelajaran terpadu (tematik) ini silakan anda &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9510880/pembelajaranterpadu.pdf.html"&gt;membaca buku PEMBELAJARAN TERPADU yang dapat anda download secara gratis di link in&lt;/a&gt;i. Atau silakan langsung ke sumbernya di www.p4tkipa.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-5718615800306402727?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/5718615800306402727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=5718615800306402727' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5718615800306402727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5718615800306402727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/04/berbagai-bentuk-strategi-pada-model.html' title='Berbagai Bentuk Strategi pada Model Pembelajaran Terpadu (Model Pembelajaran Tematik)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-105708297450695665</id><published>2010-04-18T20:46:00.000-07:00</published><updated>2010-04-18T20:46:39.316-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='olimpiade sains 2010'/><title type='text'>Olimpiade Sains 2010</title><content type='html'>Salah satu ajang yang paling dinantikan oleh siswa berprestasi di bidang sains barangkali adalah Olimpiade Sains Nasional (OSN), dan di tahun 2010 ini untuk tingkat kabupaten akan kembali digelar sekitar awal Mei 2010. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kunci untuk memperoleh hasil  yang maksimal bagi para siswa tentunya adalah dengan berlatih soal-soal dan mengetahi silabus Olimpiade Sains Nasional itu sendiri. Setiap sekolah sudah pula dikirimi silabus dan beberapa petunjuk tentang pelaksanaan selesksi OSN baik di tingkat kabupaten, tingkat propinsi, maupun tingkat nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil browsing beberapa hari lalu saya menemukan silabus Olimpiade Sains Nasional untuk tahun 2010. Ada pula contoh soal tahun lalu (2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link Download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9507407/silabus_osn_2010_smp.pdf.html"&gt;Silabus Olimpiade Sains Nasional tahun 2010&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link Download  &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9507405/soal_osn_math_09.pdf.html"&gt;Soal OSN Matematika tahun 2009&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link Download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9507406/soal_teori_osn_fisika_09_.pdf.html"&gt;Soal OSN Teori Fisika tahun 2009&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-105708297450695665?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/105708297450695665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=105708297450695665' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/105708297450695665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/105708297450695665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/04/olimpiade-sains-2010.html' title='Olimpiade Sains 2010'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-3224530078516232841</id><published>2010-04-13T18:55:00.000-07:00</published><updated>2010-04-13T18:55:42.133-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fungsi motivasi belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='minat belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='instrumen pengukur motivasi belajar'/><title type='text'>Bagaimana Cara Mengukur Minat dan Motivasi Belajar?</title><content type='html'>Banyak mahasiswa yang kesulitan untuk menemukan instrumen untuk mengukur minat dan motivasi belajar, padahal sepengetahuan saya, bidang kajian ini sangat diminati di Indonesia dalam dunia pendidikan kita. Sebenarnya membuat instrumen penelitian tidaklah sukar, yang penting harus memperhatikan teori-teori yang ada terkait aspek yang ingin kita ukur. Asal mau berusaha pasti anda bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berbagai teori motivasi yang digunakan oleh para pembuat instrumen penelitian, salah satunya yang cukup bagus mendeskripsikan minat dan motivasi belajar adalah Keller, 1987.John Keller berdasarkan model yang diajukannya telah membuat sebuah instrumen pengukur minat dan motivasi belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Keller, 1987, mendeskripsikan minat belajar dan motivasi belajar siswa melalui 4 komponen utama, sesuai dengan nama model yang disuguhkan ARCS (Attention, Relenvace, Confidence, Satisfaction), atau dalam bahasa Indonesia : Atensi (perhatian), Relevansi (kesesuaian), Kepercayaan diri, dan Kepuasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda ingin menggunakan instrumen pengukur minat dan motivasi belajar dari Keller yang telah disadur dalam Bahasa Indonesia, anda dapat mendownloadnya melalui link berikut: &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9437020/AngketPengukurMinatdanMotivasiBelajarModelACRS.pdf.html"&gt;Angket Minat dan Motivasi Belajar Model ARCS oleh John Keller, 1987.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-3224530078516232841?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/3224530078516232841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=3224530078516232841' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3224530078516232841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3224530078516232841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/04/bagaimana-cara-mengukur-minat-dan.html' title='Bagaimana Cara Mengukur Minat dan Motivasi Belajar?'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-8978827481886357282</id><published>2010-04-07T22:24:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T22:24:00.173-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metode ekspositori'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran langsung'/><title type='text'>Metode Ekspositori</title><content type='html'>&lt;b&gt;Metode Ekspositori &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu metode pembelajaran yang sering digunakan guru adalah metode ekspositori. Metode ekspositori yang dekat (mirip atau segolongan dengan metode ceramah, &lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pembelajaran-kontekstual-contexlual.html"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;direct instruction, atau pembelajaran langsung&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;).Secara definisi, metode ekspositori adalah suatu metode yang menggunakan cara penyampaian pelajaran dari seorang guru kepada siswa di dalam kelas dengan: (1) berbicara di awal pelajaran; (2) menerangkan materi dan contoh soal disertai tanya jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kegiatan belajar mengajar dengan metode ekspositori, pembelajaran terpusat pada guru sebagai pemberi informasi (direct method). Pada tahapan-tahapan awal pembelajaran guru berbicara atau mempresentasikan materi pelajaran. Selanjutnya guru menerangkan materi dan dilanjutkan dengan memberikan contoh-contoh soal. Saat pembelajaran berlangsun, siswa tidak hanya mendengar tapi juga membuat catatan-catatan. Selanjutnya siswa juga membuat soal latihan dan dapat bertanya kalau tidak mengerti. Guru saat pembelajaran sedang berlangsung dapat sambil memeriksa &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;pekerjaan siswa secara individual, kemudian bila dirasa perlu dapat menjelaskan lagi kepada siswa secara individual atau klasikal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa kelebihan metode ekspositori adalah: &lt;br /&gt;• Dapat menampung kelas besar. &lt;br /&gt;• Bahan pelajaran diberikan secara urut oleh guru. &lt;br /&gt;• Guru dapat menentukan hal-hal yang dianggap penting. &lt;br /&gt;• Guru dapat memberikan penjelasan-penjelasan secara individual maupun klasikal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mempunyai beberapa kelebihan, metode ekspositori juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu  antara lain: &lt;br /&gt;• Metode ini tidak menekankan penonjolan aktivitas fisik seperti aktivitas mental siswa, sehingga siswa yang terlalu banyak mengikuti pembelajaran (kegiatan belajar mengajar) dengan metode ekspositori cenderung tidak aktif dan tidak kreatif.&lt;br /&gt;• Kegiatan terpusat pada guru sebagai pemberi informasi (bahan pelajaran). &lt;br /&gt;• Pengetahuan yang didapat dengan metode ekspositori cepat hilang, karena seringkali siswa kurang terlibat daam pembelajaran.&lt;br /&gt;• Kepadatan konsep dan aturan-aturan yang diberikan dapat berakibat siswa tidak menguasai bahan pelajaran yang diberikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode ekspositori, &lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pengajaran-langsung-direct.html"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;model pembelajaran langsung&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-8978827481886357282?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/8978827481886357282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=8978827481886357282' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8978827481886357282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8978827481886357282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/04/metode-ekspositori.html' title='Metode Ekspositori'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-4817483702043100671</id><published>2010-04-06T05:25:00.000-07:00</published><updated>2010-04-06T05:25:00.695-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengertian pembelajaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Tingkah Laku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Humanistik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Belajar Kognitif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teori pembelajaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Gestalt'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karakteristik pembelajaran'/><title type='text'>Perspektif Pembelajaran Menurut Teori Behaviorik, Kognitif, Gestalt, dan Humanistik</title><content type='html'>&lt;b&gt;Perspektif Pembelajaran Menurut Teori Behaviorik, Kognitif, Gestalt, dan Humanistik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa,sehingga tingkah laku berubah kearah yang lebih baik. Pembelajaran secara khusus menurut perspektif beberapa teori pembelajaran dapat diuraikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Teori Behaviorik (Teori Tingkah Laku)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Teori Belajar Tingkah Laku (Behaviorik) menekankan bahwa pembelajaran adalah usaha guru membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan (stimulus). Agar terjadi hubungan stimulus dan respon (tingkah laku yang diinginkan) perlu latihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b. Teori Kognitif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran menurut Teori Belajar Kognitif adalah cara guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir agar dapat mengenal dan memahami apa yang sedang dipelajari. Ini sesuai dengan pengertian belajar menurut aliran kognitif yang menekankan pada kemampuan mengenal pada individu yang belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;c. Teori Gestalt&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menurut teori pembelajaran ini pengertian pembelajaran adalah usaha guru memberikan materi pembelajaran sedimikian rupa, sehingga siswa lebih mudah mengorganisasikannya menjadi suatu yang &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;bermakna. Bantuan guru diperlukan untuk mengaktualkan potensi mengorganisis yang terdapat pada diri siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;d. Teori Humanistik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menurut Teori Belajar Humanistik, pembelajaran akan membawa perubahan bila orang yang belajar bebas menentukan bahan pelajaran dan cara yang dipakai untuk dipelajarinya. Pembelajaran adalah memberikan kebebasan kebebasan pada siswa untuk memilih bahan pelajaran dan cara mempelajarinya&lt;br /&gt;sesuai dengan minat dan kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya berbagai pengertian mengenai pembelajaran sebagaimana terungkap di atas, adalah suatu pertanda bahwa kegiatan pembelajaran itu memang suatu yang sangat kompleks. Pembelajaran itu sendiri sebenarnya mempunyai tujuan untuk membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa bertambah, baik kuantitas maupun kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa karakteristik pembelajaran yang dapat diungkapkan dengan melihat pengertian pembelajaran dari berbagai perspektif teori pembelajaran di atas yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Pembelajaran dilakukan secara sadar dan direncanakan secara sistematis.&lt;br /&gt;2. Pembelajaran merupakan pemberian bantuan yang memungkinkan siswa dapat atau terfasilitasi untuk belajar&lt;br /&gt;3. Pembelajaran lebih menekankan pada pengaktifan siswa baik secara &lt;i&gt;hands on&lt;/i&gt; (aktivitas fisik) maupun &lt;i&gt;minds on&lt;/i&gt; (aktivitas mental/pikiran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu keberhasilan dari proses pembelajaran akan dapat dicapai apabila keaktifan siswa diutamakan atau lebih ditingkatkan dan dominasi guru perlu dikurangi dimana sebelumnya pembelajaran yang akan dilaksanakan tersebutpun harus dirancang dengan teliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengertian pembelajaran, teori pembelajaran, Teori Tingkah Laku, Teori Belajar Kognitif, Teori Humanistik, karakteristik pembelajaran, Teori Gestalt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda ingin membaca ini:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/macam-macam-strategi-belajar.html"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Macam-Macam Strategi Belajar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/teori-konstruktivisme.html"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Teori Piaget&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/teori-vygotsky.html"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Teori Vygotsky&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/teori-ausubel-tentang-belajar-bermakna.html"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Teori Ausubel tentang Belajar Bermakna (Meaningful Learning)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/prinsip-prinsip-penilaian.html"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Prinsip-Prinsip Penilaian&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-4817483702043100671?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/4817483702043100671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=4817483702043100671' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4817483702043100671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4817483702043100671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/04/perspektif-pembelajaran-menurut-teori.html' title='Perspektif Pembelajaran Menurut Teori Behaviorik, Kognitif, Gestalt, dan Humanistik'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-5558267032958428849</id><published>2010-04-05T05:20:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T05:20:19.245-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi belajar intrinsik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi belajar mengajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran kooperatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keunggulan pembelajaran kooperatif'/><title type='text'>Pembelajaran Kooperatif (Kilasan Singkat)</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pembelajaran Kooperatif (Kilasan Singkat)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar mengajar yang bermanfaat dengan jalan mengelompokkan siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda kedalam kelompok-kelompok kecil. Ada &lt;b&gt;empat elemen dasar dalam pembelajaran kooperatif&lt;/b&gt; yaitu:&lt;br /&gt;a. Saling ketergantungan positif&lt;br /&gt;b. Interaksi tatap muka&lt;br /&gt;c. Akuntabilitas individual&lt;br /&gt;d. Ketrampilan dalam menjalin hubungan interpersonal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar kelompok dalam pembelajaran kooperatif biasanya terdiri dari dua sampai enam anak. &lt;b&gt;Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan besarnya kelompok belajar&lt;/b&gt;, yaitu: &lt;br /&gt;(1) kemampuan anak; &lt;br /&gt;(2) ketersediaan bahan/material pembelajaran; &lt;br /&gt;(3) Ketersediaan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelompokan anak dalam pembelajaran kooperatif hendaknya secara &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;heterogen, sehingga kelompok memilih anggota yang tergolong berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya &lt;b&gt;tiga tujuan pembelajaran&lt;/b&gt; penting yaitu: &lt;br /&gt;(1) hasil belajar akademik;&lt;br /&gt;(2) penerimaan terhadap keberagaman;&lt;br /&gt;(3) pengembangan keterampilan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berbagai keunggulan pembelajaran kooperatif antara lain sebagai berikut:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;• Memungkinkan pada siswa saling belajar mengenai sikap, ketrampilan, informasi, perilaku sosial dan pandangan&lt;br /&gt;• Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia&lt;br /&gt;• Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik&lt;br /&gt;• Meningkatkan motivasi belajar intrinsik&lt;br /&gt;• Meningkatkan sikap positif terhadap belajar dan pengalaman belajar&lt;br /&gt;• Meningkatkan hubungan positif antara siswa dengan guru dan personil sekolah&lt;br /&gt;• Meningkatkan padangan siswa terhadap guru yang bukan hanya pengajar tapi juga pendidik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;pembelajaran kooperatif, strategi belajar mengajar, keunggulan pembelajaran kooperatif, motivasi belajar intrinsik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin anda ingin membaca ini:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/kelemahan-model-pembelajaran-kooperatif.html"&gt;Kelemahan model pembelajaran kooperatif&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatif-tipe_01.html"&gt;Model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatif-tipe-stad.html"&gt;Model pembelajaran kooperatif tipe STAD&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatif-tipe_2116.html"&gt;Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatif-tipe-make.html"&gt;Model pembelajaran kooperatif tipe MAKE A MATCH&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatif-tipe_9935.html"&gt;Model pembelajaran kooperatif tipe THINK PAIR SHARE&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-5558267032958428849?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/5558267032958428849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=5558267032958428849' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5558267032958428849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5558267032958428849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/04/pembelajaran-kooperatif-kilasan-singkat.html' title='Pembelajaran Kooperatif (Kilasan Singkat)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-1636703233727836319</id><published>2010-03-30T17:34:00.000-07:00</published><updated>2010-04-04T21:12:06.159-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran kooperatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cooperative learning'/><title type='text'>Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning in Short Review)</title><content type='html'>&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/prinsip-dasar-dan-ciri-ciri-dalam.html" style="color: red;"&gt;Model Pembelajaran Kooperatif&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;&lt;a href="http://fromlearningtoteaching.blogspot.com/2010/02/cooperative-learning-and-use-of-groups.html"&gt;Cooperative Learning&lt;/a&gt; in Short Review&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua kerja kelompok bisa dianggap &lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/ciri-model-pembelajaran-kooperatif.html"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;pembelajaran kooperatif &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;(&lt;a href="http://fromlearningtoteaching.blogspot.com/2010/03/cooperative-learning-theoretical.html"&gt;&lt;i&gt;cooperative learning&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;). Suatu pembelajaran berbentuk kelompok (kerja kelompok) dapat dikatakan sebagai pembelajaran kooperatif (&lt;a href="http://teaching-my-students.blogspot.com/2010/03/cooperative-learning-in-motivational.html"&gt;&lt;i&gt;cooperative learning&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;) apabila pembelajaran tersebut memenuhi karakteristik-karakteristik tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam &lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pembelajaran-kooperatif-tahapan-tahapan.html"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;pembelajaran koperatif&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, lima unsur pembelajaran kooperatif (&lt;i&gt;&lt;a href="http://fromlearningtoteaching.blogspot.com/2010/03/cooperative-learning-group-goals-and.html"&gt;cooperative learning&lt;/a&gt;)&lt;/i&gt; harus diterapkan, diantaranya, yaitu: &lt;br /&gt;1). Saling ketergantungan positif yaitu menciptakan kelompok kerja efektif sesuai tugas untuk mencapai tujuan.&lt;br /&gt;2) Tanggung jawab perorangan merupakan kunci keberhasilan kelompok.&lt;br /&gt;3) Tatap muka dengan kegiatan interaksi memberikan sinergi yang menguntungkan, inti dari sinergi ini adalah menghargai perbedaan, memandang kelebihan, dan mengisi kekurangan masing-masing.&lt;br /&gt;4) Komunikasi antar anggota sangat perlu digali untuk memberi semangat dan memperkaya pengalaman belajar, pembinaan perkembangan mental dan emosional.&lt;br /&gt;5) Evaluasi proses kelompok untuk mengetahui tingkat partisipasi dan kerjasama setiap anggota, saling membantu dan medengarkan atau memberikan saran satu dan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_853118906"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pembelajaran-kooperatif-tujuan.html"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Pembelajaran kooperatif&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; banyak digunakan dalam pembelajaran karena beberapa alasan, di antara adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pertama, penggunaan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar &lt;br /&gt;Kedua, dapat meningkatkan kemampuan hubungan sosial&lt;br /&gt;Ketiga, menumbuhkan sikap bisa menerima kekurangan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga hal yang perlu diperhatikan jika guru ingin melaksanakan &lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/unsur-unsur-dasar-model-pembelajaran.html"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;pembelajaran kooperatif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://teaching-my-students.blogspot.com/2010/03/cooperative-learning-evidence-that-some.html"&gt;&lt;i&gt;cooperative learning&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;), yaitu : &lt;br /&gt;1) Pengelompokan &lt;br /&gt;2) Semangat gotong royong &lt;br /&gt;3) Penataan ruang kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatif-tiga.html"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Model pembelajaran kooperatif,&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://fromlearningtoteaching.blogspot.com/2010/03/cooperative-learning-structuring-group.html"&gt;&lt;b style="color: black;"&gt;pembelajaran kooperatif&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://teaching-my-students.blogspot.com/2010/03/cooperative-learning-at-social-cohesion.html"&gt; &lt;i&gt;cooperative learning&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Include the Google Friend Connect javascript library. --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.google.com/friendconnect/script/friendconnect.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Define the div tag where the gadget will be inserted. --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="div-8970125968922573822" style="width:100%;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- Render the gadget into a div. --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;var skin = {};skin['HEIGHT'] = '21';skin['BUTTON_STYLE'] = 'compact';skin['BUTTON_TEXT'] = 'Suka Artikel ini!';skin['BUTTON_ICON'] = 'heart';google.friendconnect.container.setParentUrl('/' /* location of rpc_relay.html and canvas.html */);google.friendconnect.container.renderOpenSocialGadget( { id: 'div-8970125968922573822',   url:'http://www.google.com/friendconnect/gadgets/recommended_pages.xml',   height: 21,   site: '14236996755737410170',   'view-params':{"pageUrl":location.href,"pageTitle":(document.title ? document.title : location.href),"docId":"recommendedPages"} },  skin);&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Include the Google Friend Connect javascript library. --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.google.com/friendconnect/script/friendconnect.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Define the div tag where the gadget will be inserted. --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="div-296588685543595462" style="width:300px;border:1px solid #cccccc;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- Render the gadget into a div. --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;var skin = {};skin['BORDER_COLOR'] = '#cccccc';skin['ENDCAP_BG_COLOR'] = '#e0ecff';skin['ENDCAP_TEXT_COLOR'] = '#333333';skin['ENDCAP_LINK_COLOR'] = '#0000cc';skin['ALTERNATE_BG_COLOR'] = '#ffffff';skin['CONTENT_BG_COLOR'] = '#ffffff';skin['CONTENT_LINK_COLOR'] = '#0000cc';skin['CONTENT_TEXT_COLOR'] = '#333333';skin['CONTENT_SECONDARY_LINK_COLOR'] = '#7777cc';skin['CONTENT_SECONDARY_TEXT_COLOR'] = '#666666';skin['CONTENT_HEADLINE_COLOR'] = '#333333';skin['HEADER_TEXT'] = 'Cerita yang disarankan';skin['RECOMMENDATIONS_PER_PAGE'] = '5';google.friendconnect.container.setParentUrl('/' /* location of rpc_relay.html and canvas.html */);google.friendconnect.container.renderOpenSocialGadget( { id: 'div-296588685543595462',   url:'http://www.google.com/friendconnect/gadgets/recommended_pages.xml',   site: '14236996755737410170',   'view-params':{"docId":"recommendedPages"} },  skin);&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-1636703233727836319?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/1636703233727836319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=1636703233727836319' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/1636703233727836319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/1636703233727836319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/03/model-pembelajaran-kooperatif.html' title='Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning in Short Review)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-5926229678493273419</id><published>2010-03-30T17:10:00.000-07:00</published><updated>2010-04-13T19:01:07.349-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hakikat motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fungsi motivasi belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi intrinsik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi ekstrinsik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengukuran motivasi belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='instrumen pengukur motivasi belajar'/><title type='text'>Hakikat Motivasi Belajar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7KSgiOmfOI/AAAAAAAAAGk/bG_CpgS6x1s/s1600/aa.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="288" src="http://1.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7KSgiOmfOI/AAAAAAAAAGk/bG_CpgS6x1s/s320/aa.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Hakikat Motivasi Belajar &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada hakikatnya motivasi merupakan suatu kekuatan (power) atau tenaga (forces) atau daya (energy) atau suatu keadaan yang kompleks dan kesiapsediaan (preparatory set) dalam diri individu untuk bergerak ke arah tujuan tertentu, baik disadari maupun tidak disadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/motivasi-belajar-upaya-untuk.html"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Motivasi&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; yang tumbuh dan berkembang pada diri seorang pebelajar dapat muncul dengan jalan: &lt;br /&gt;(1) Datang dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik), &lt;br /&gt;(2) Datang dari lingkungan atau di luar individu (motivasi ekstrinsik). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Motivasi instrinsik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Motivasi intrinsik merupakan dorongan yang &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;sering dikatakan dibawa sejak lahir, sehingga tidak dapat dipelajarai karena seseorang yang terdorong rasa ingin tahu, maka orang itu akan belajar dan pengetahuan serta aktivitas yang disadari oleh motivasi instrinsik ini akan bertahan lebih lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Motivasi ekstrinsik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang melandasi partisipasi individu itu sendiri. Motivasi ekstrinsik dapat berupa penghargaan, pujian, hukuman, hadiah. Dengan sendirinya motivasi ekstrinsik tetap mendukung dan menjadi pendorong yang kuat dalam mencapai tujuan belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/motivasi-belajar-intrinsik-dan-motivasi.html"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Motivasi&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dapat merupakan tujuan dan alat dalam pembelajaran, motivasi sebagai faktor yang bisa menentukan keberhasilan belajar siswa dalam bidang pengetahuan, keterampilan, dan nilai. Ada tiga komponen utama dalam motivasi yaitu; &lt;br /&gt;1) kebutuhan, &lt;br /&gt;2) dorongan, dan &lt;br /&gt;3) tujuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan terjadi apabila individu merasa ada ketidakseimbangan antara apa yang dimiliki dan yang diharapkan. Dorongan juga merupakan kekuatan mental yang berorientasi pada pemenuhan harapan atau pencapaian tujuan. Dorongan yang berorientasi pada tujuan tersebut merupakan inti motivasi. Sedangkan tujuan adalah hal yang ingin dicapai oleh individu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa fungsi motivasi belajar, yaitu :&lt;br /&gt;1) Mendorong untuk berbuat, &lt;br /&gt;2) Menentukan arah perbuatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengukuran motivasi belajar, dapat dilakukan dengan membuat sebuah instrumen pengukur yang memiliki rentangan. Rentangan tersebut kemudian diberi nilai secara kontinum dari yang tertinggi sampai yang terendah, berbentuk kode yaitu secara berturut-turut kode, misalnya: &lt;br /&gt;1) SS (Sangat Setuju) dengan nilai 5, &lt;br /&gt;2) kode S (Setuju) dengan nilai 4, &lt;br /&gt;3) kode R (Ragu-ragu) dengan nilai 3, &lt;br /&gt;4) Kode TS (Tidak Setuju) dengan nilai 2, &lt;br /&gt;5) Kode STS (Sangat Tidak Setuju) dengan nilai 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9437020/AngketPengukurMinatdanMotivasiBelajarModelACRS.pdf.html"&gt;Jika anda tidak ingin repot membuat sendiri, dan&amp;nbsp; mungkin ingin mencoba menggunakan angket pengukur minat dan motivasi belajar model ARCS yang disadur dari John Keller, 1987 anda dapat mendownloadnya di sini. &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;hakikat motivasi, motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, fungsi motivasi belajar, pengukuran motivasi belajar, instrumen pengukur motivasi belajar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://www.google.com/friendconnect/script/friendconnect.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="div-8970125968922573822" style="width: 100%;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;var skin = {};skin['HEIGHT'] = '21';skin['BUTTON_STYLE'] = 'compact';skin['BUTTON_TEXT'] = 'Suka Artikel ini!';skin['BUTTON_ICON'] = 'heart';google.friendconnect.container.setParentUrl('/' /* location of rpc_relay.html and canvas.html */);google.friendconnect.container.renderOpenSocialGadget( { id: 'div-8970125968922573822',   url:'http://www.google.com/friendconnect/gadgets/recommended_pages.xml',   height: 21,   site: '14236996755737410170',   'view-params':{"pageUrl":location.href,"pageTitle":(document.title ? document.title : location.href),"docId":"recommendedPages"} },  skin);&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://www.google.com/friendconnect/script/friendconnect.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="div-296588685543595462" style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204); width: 300px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;var skin = {};skin['BORDER_COLOR'] = '#cccccc';skin['ENDCAP_BG_COLOR'] = '#e0ecff';skin['ENDCAP_TEXT_COLOR'] = '#333333';skin['ENDCAP_LINK_COLOR'] = '#0000cc';skin['ALTERNATE_BG_COLOR'] = '#ffffff';skin['CONTENT_BG_COLOR'] = '#ffffff';skin['CONTENT_LINK_COLOR'] = '#0000cc';skin['CONTENT_TEXT_COLOR'] = '#333333';skin['CONTENT_SECONDARY_LINK_COLOR'] = '#7777cc';skin['CONTENT_SECONDARY_TEXT_COLOR'] = '#666666';skin['CONTENT_HEADLINE_COLOR'] = '#333333';skin['HEADER_TEXT'] = 'Artikel yang disarankan';skin['RECOMMENDATIONS_PER_PAGE'] = '5';google.friendconnect.container.setParentUrl('/' /* location of rpc_relay.html and canvas.html */);google.friendconnect.container.renderOpenSocialGadget( { id: 'div-296588685543595462',   url:'http://www.google.com/friendconnect/gadgets/recommended_pages.xml',   site: '14236996755737410170',   'view-params':{"docId":"recommendedPages"} },  skin);&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-5926229678493273419?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/5926229678493273419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=5926229678493273419' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5926229678493273419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5926229678493273419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/03/hakikat-motivasi-belajar.html' title='Hakikat Motivasi Belajar'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7KSgiOmfOI/AAAAAAAAAGk/bG_CpgS6x1s/s72-c/aa.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-4156792156836209269</id><published>2010-03-28T18:02:00.000-07:00</published><updated>2010-04-04T21:17:30.796-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reading comprehension'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SQ3R'/><title type='text'>Metode SQ3R untuk Memahami Teks atau Bacaan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S6_8FpnV3ZI/AAAAAAAAAE0/sTcEPfZpwlg/s1600/aa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://1.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S6_8FpnV3ZI/AAAAAAAAAE0/sTcEPfZpwlg/s400/aa.jpg" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Metode SQ3R untuk Memahami Teks atau Bacaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara anda atau siswa anda membaca buku? Bukankah biasanya kita atau mereka selalu membaca buku dari awal halaman hingga akhir. Secara urut dan runtut. &lt;br /&gt;Wah, kalau untuk membaca novel atau buku cerita hal ini sah-sah saja, bahkan memang seharusnya begitu bukan? Tapi bagaimana jika anda atau siswa anda harus memahami isi sebuah buku atau teks dengan cepat? Ada sebuah teknik yang bisa digunakan untuk memenuhi tujuan ini yaitu dengan metode SQ3R.&lt;br /&gt;SQ3R pada mulanya dikembangkan oleh seorang professor yang bernama Francis Robinson dari Universitas Negeri Ohio pada tahun 1940. SQ3R sebenarnya merupakan bagian dari ASTP (Army Specialized Training Program) yang memberikan pelatihan kepada personil militer agar menjadi pembaca yang lebih baik dan mampu menguasai materi dengan cepat.  &lt;br /&gt;Metode SQ3R, demikian ia dinamakan sehingga mudah diingat, merupakan singkatan dari : Survey, Question, Read, Recite dan Review.&lt;br /&gt;“Survey” di dalam metode SQ3R berarti mencari judul, sub-judul, gambar, grafik, atau keterangan tambahan dari sebuah buku atau teks. Disini termasuk mencari huruf bercetak tebal ataupun huruf bercetak miring. Fungsi “Survey” ini adalah supaya kita mendapatkan gambaran umum akan  apa yang akan kita baca. Kita punya outline bacaan atau teks tersebut.&lt;br /&gt;“Question” berarti kita memunculkan berbagai pertanyaan di kepala kita setelah kita melakukan “Survey” tadi. Fungsi “Question” ini adalah supaya kita terfokus pada apa yang akan kita baca. Berbekal outline atau gambaran umum tentang sebuah teks atau bacaan yang kita lihat sekilas melalui survey tadi, kita bisa meunculkan pertanyaan-pertanyaan agar kita bisa fokus pada materi bacaan atau teks.&lt;br /&gt;“Read” berarti waktunya kita membaca dari &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;awal hingga akhir. Dalam tahap ini pertanyaan-pertanyaan yang kita munculkan  semestinya terjawab setelah kita melakukan proses “Read” ini.  Pada tahap ini kita berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tadi muncul pada saat fase Q (Question) sembari terus membaca.&lt;br /&gt;Langkah berikutnya adalah resitasi, atau dalam Bahasa Inggrisnya Recite. “Recite” berarti mengungkapkan atau menuliskan apa yang telah kita baca dengan cara yang berbeda (maksudnya dengan kalimat kita sendiri) dan menghubungkannya dengan apa yang telah kita ketahui (rephrasing and connecting). Fungsinya untuk mengetahui pemahaman kita akan apa yang kita baca. Dengan kata lain mengkomunikasikannya dengan bahasa yang berbeda. Mengkomunikasikan di sini bukan berarti mengkomunikasikan dengan orang lain, tetapi mengkomunikasikan dengan diri kita sendiri. Kita melakukan tanya jawab dengan diri kita sendiri untuk memperoleh pemahaman yang lebih utuh tentang teks atau bacaan yang sedang kita pelajari.&lt;br /&gt;“Review” berarti mengingat kembali apa yang telah kita baca. Disini kita memutuskan apa-apa yang ingin penulis sampaikan. Hal-hal apa yang perlu di ingat. Apakah pertanyaan yang kita kemukakan telah terjawab sepenuhnya. Apakah ada yang tidak kita pahami ataupun ada hal-hal yang tidak kita setujui dengan penulis. Fungsi “Review” ini adalah meningkatkan lagi pemahaman kita ke level yang lebih  tinggi. &lt;br /&gt;SQ3R ini telah terbukti berhasil meningkatkan kemampuan reading comprehension (kemampuan memahami isi teks) pada beberapa penelitian di beberapa negara. Dengan demikian tentunya sangat bermanfaat bagi diri kita dan siswa anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Include the Google Friend Connect javascript library. --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.google.com/friendconnect/script/friendconnect.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Define the div tag where the gadget will be inserted. --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="div-8970125968922573822" style="width:100%;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- Render the gadget into a div. --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;var skin = {};skin['HEIGHT'] = '21';skin['BUTTON_STYLE'] = 'compact';skin['BUTTON_TEXT'] = 'Suka Artikel ini!';skin['BUTTON_ICON'] = 'heart';google.friendconnect.container.setParentUrl('/' /* location of rpc_relay.html and canvas.html */);google.friendconnect.container.renderOpenSocialGadget( { id: 'div-8970125968922573822',   url:'http://www.google.com/friendconnect/gadgets/recommended_pages.xml',   height: 21,   site: '14236996755737410170',   'view-params':{"pageUrl":location.href,"pageTitle":(document.title ? document.title : location.href),"docId":"recommendedPages"} },  skin);&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Include the Google Friend Connect javascript library. --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.google.com/friendconnect/script/friendconnect.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Define the div tag where the gadget will be inserted. --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="div-296588685543595462" style="width:300px;border:1px solid #cccccc;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- Render the gadget into a div. --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;var skin = {};skin['BORDER_COLOR'] = '#cccccc';skin['ENDCAP_BG_COLOR'] = '#e0ecff';skin['ENDCAP_TEXT_COLOR'] = '#333333';skin['ENDCAP_LINK_COLOR'] = '#0000cc';skin['ALTERNATE_BG_COLOR'] = '#ffffff';skin['CONTENT_BG_COLOR'] = '#ffffff';skin['CONTENT_LINK_COLOR'] = '#0000cc';skin['CONTENT_TEXT_COLOR'] = '#333333';skin['CONTENT_SECONDARY_LINK_COLOR'] = '#7777cc';skin['CONTENT_SECONDARY_TEXT_COLOR'] = '#666666';skin['CONTENT_HEADLINE_COLOR'] = '#333333';skin['HEADER_TEXT'] = Artikel yang disarankan';skin['RECOMMENDATIONS_PER_PAGE'] = '5';google.friendconnect.container.setParentUrl('/' /* location of rpc_relay.html and canvas.html */);google.friendconnect.container.renderOpenSocialGadget( { id: 'div-296588685543595462',   url:'http://www.google.com/friendconnect/gadgets/recommended_pages.xml',   site: '14236996755737410170',   'view-params':{"docId":"recommendedPages"} },  skin);&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-4156792156836209269?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/4156792156836209269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=4156792156836209269' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4156792156836209269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4156792156836209269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/03/metode-sq3r-untuk-memahami-teks-atau.html' title='Metode SQ3R untuk Memahami Teks atau Bacaan'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S6_8FpnV3ZI/AAAAAAAAAE0/sTcEPfZpwlg/s72-c/aa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-626480679148766737</id><published>2010-03-07T23:28:00.000-08:00</published><updated>2010-04-04T21:18:28.318-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerjasama orangtua dengan guru dan sekolah'/><title type='text'>Pertanyaan-Pertanyaan yang Dapat Anda Ajukan Pada Guru</title><content type='html'>Sebagai orang tua yang mau bekerja sama dengan guru, pertanyaan-pertanyaan yang dapat anda tanyakan pada guru adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Apakah pekerjaan rumah anak anda selesai dan dikumpulkan tepat waktu ? Jika tidak, cari tahu apakah guru tidak memberi tugas dan paket materi untuk dikerjakan di rumah. Tanyakan kepada guru Bagaimana anda dan anak anda dapat bekerja sama untuk mengurangi masalah pekerjaan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Apakah anak anda menyelesaikan sebagian besar tugas kelasnya ? Jika tidak, faktor apa yang tampak menjadi penghalang? Tanyakan kepada guru apakah perubahan tempat duduk dapat membantu, atau apakah ada cara untuk memodifikasi beban kerja anak anda sehingga ia dapat mengalami keberhasilan kelas dan mengembangkan sikap yang lebih positif terhadap tugas kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Apakah anak anda memperhatikan di dalam kelas ? Jika terdapat masalah, apa penyebabnya menurut&lt;br /&gt;guru ? Tanyakan, apa yang ia lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan jelaskan strategi yang anda lakukan di rumah untuk mempertahankan perhatian anak anda pada tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pada tingkat apa kemampuan baca dan matematika anak anda saat ini ? tanyakan apakah guru merasa bahwa kemajuan anak secara tepat merefleksikan kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Apakah guru merekomendasikan bentuk bantuan tenaga ahli ? Dengan didasarkan pada perilaku kelas anak anda, apakah guru merasa bahwa seorang tutor atau psikolog dan tes ketidakmampuan belajar diperlukan ? Jika ya, minta guru untuk menjelaskan alasan atas rekomendasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pada tingkat apa anak anda berpartisipasi dalam diskusi kelas ? Apakah anak anda menyampaikan informasi, atau apakah ia menjawab hanya ketika diminta ? Dapatkah ia mengucapkan secara memuaskan ketika ia memiliki ide untuk dikemukakan ? Apakah ia merupakan seorang pendengar yang baik ketika bersama yang lain ? Jika tidak, tanyakan kepada guru apa yang perlu dilakukan untuk membantu situasi tersebut, daan jika perlu, diskusikan kemungkinan-kemungkinan solusi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bagaimana pergaulan sosial anak anda ? Tanyakan kepada guru siapakah teman-teman anak anda, dan apakah ada seseorang yang menjadi teman bermain setelah sekolah. Cari tahu apakah anak anda menjadi pusat perhatian atau seorang yang penyendiri, dan diskusikan perasaan anak anda mengenai posisi ini. Juga tanyakan bagaimana anak anda memperlakukan teman kelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Apakah yang dapat anda lakukan di rumah untuk membantu anak anda ? Guru mungkin memiliki ide-ide khusus tentanmg dukungan emosional ataupun akademis yang kan mempercepat perkembangan anak anda atau menyelesaikan masalah yang ada. Tunjukkan keinginan anda untuk bekerja sama dengan guru demi keberhasilan anak anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Include the Google Friend Connect javascript library. --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.google.com/friendconnect/script/friendconnect.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Define the div tag where the gadget will be inserted. --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="div-8970125968922573822" style="width:100%;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- Render the gadget into a div. --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;var skin = {};skin['HEIGHT'] = '21';skin['BUTTON_STYLE'] = 'compact';skin['BUTTON_TEXT'] = 'Suka Artikel ini!';skin['BUTTON_ICON'] = 'heart';google.friendconnect.container.setParentUrl('/' /* location of rpc_relay.html and canvas.html */);google.friendconnect.container.renderOpenSocialGadget( { id: 'div-8970125968922573822',   url:'http://www.google.com/friendconnect/gadgets/recommended_pages.xml',   height: 21,   site: '14236996755737410170',   'view-params':{"pageUrl":location.href,"pageTitle":(document.title ? document.title : location.href),"docId":"recommendedPages"} },  skin);&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Include the Google Friend Connect javascript library. --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://www.google.com/friendconnect/script/friendconnect.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Define the div tag where the gadget will be inserted. --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="div-296588685543595462" style="width:300px;border:1px solid #cccccc;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- Render the gadget into a div. --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;var skin = {};skin['BORDER_COLOR'] = '#cccccc';skin['ENDCAP_BG_COLOR'] = '#e0ecff';skin['ENDCAP_TEXT_COLOR'] = '#333333';skin['ENDCAP_LINK_COLOR'] = '#0000cc';skin['ALTERNATE_BG_COLOR'] = '#ffffff';skin['CONTENT_BG_COLOR'] = '#ffffff';skin['CONTENT_LINK_COLOR'] = '#0000cc';skin['CONTENT_TEXT_COLOR'] = '#333333';skin['CONTENT_SECONDARY_LINK_COLOR'] = '#7777cc';skin['CONTENT_SECONDARY_TEXT_COLOR'] = '#666666';skin['CONTENT_HEADLINE_COLOR'] = '#333333';skin['HEADER_TEXT'] = Artikel yang disarankan';skin['RECOMMENDATIONS_PER_PAGE'] = '5';google.friendconnect.container.setParentUrl('/' /* location of rpc_relay.html and canvas.html */);google.friendconnect.container.renderOpenSocialGadget( { id: 'div-296588685543595462',   url:'http://www.google.com/friendconnect/gadgets/recommended_pages.xml',   site: '14236996755737410170',   'view-params':{"docId":"recommendedPages"} },  skin);&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-626480679148766737?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/626480679148766737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=626480679148766737' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/626480679148766737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/626480679148766737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/03/pertanyaan-pertanyaan-yang-dapat-anda.html' title='Pertanyaan-Pertanyaan yang Dapat Anda Ajukan Pada Guru'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-2028687645869003664</id><published>2010-03-02T17:16:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T17:16:57.447-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Surat Keputusan Dirjen Dikdasmen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kegiatan kurikuler'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan ekstrakurikuler'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Surat Keputusan Mendikbud'/><title type='text'>Apa yang Dimaksud dengan Kegiatan Ekstrakurikuler?</title><content type='html'>Apa yang Dimaksud dengan Kegiatan Ekstrakurikuler?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Surat Keputusan Dirjen Dikdasmen Nomor 226/C/Kep/O/1992, dijelaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa dan pada waktu libur sekolah yang dilakukan baik di sekolah ataupun di luar sekolah. Tujuan program ekstrakurikuler adalah untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan siswa, mengenal hubungan antar berbagai mata pelajaran, menyalurkan bakat dan minat, serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dalam Surat Keputusan Mendikbud Nomor 060/U/1993 dan Surat Keputsan Mendikbud Nomor 080/U/1993, dijelaskan  bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan di luar jam pelajaran yang tercantum dalam susunan program sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah, dan dirancang secara khusus agar sesuai dengan faktor minat dan bakat siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui, kegiatan kurikuler sendiri adalah upaya untuk mempersiapkan siswa untuk memiliki kemampuan intelektual, emosiaonal, spiritual, dan sosial. Melalui pengembangan aspek-aspek tersebut diharapkan siswa  dapat menghadapi dan mengatasi berbagai perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam lingkungan pada lingkup terkecil dan terdekat, hingga lingkup yang terbesar lokal, nasional, regional, bahkan global). Karena sasaran kompetensi yang diharapkan itu meliputi jangkauan kompetensi yang amat luas, berupa aspek intelektual, sikap emosional, dan keterampilan, maka pada akhirnya kegiatan ekstrakurikuler menjadi tidak terbatas pada program untuk membantu ketercapaian tujuan kurikuler saja, tetapi juga mencakup pemantapan dan pembentukan kepribadian yang utuh termasuk di dalamnya pengembangan minat dan bakat siswa. Program kegiatan ekstrakurikuler, dengan demikian, harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menunjang kegiatan kurikuler, maupun pengembangan pembentukan kepribadian tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/03/perbedaan-kegiatan-ekstrakurikuler-dan.html"&gt;Perbedaan Kegiatan Ekstrakurikuler dan Kegiatan Kurikuler (Intrakurikuler)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan kurikuler, Surat Keputusan Dirjen Dikdasmen, Surat Keputusan Mendikbud&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-2028687645869003664?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/2028687645869003664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=2028687645869003664' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2028687645869003664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2028687645869003664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/03/apa-yang-dimaksud-dengan-kegiatan.html' title='Apa yang Dimaksud dengan Kegiatan Ekstrakurikuler?'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-5101670692815651221</id><published>2010-03-02T16:35:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T18:03:58.608-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kegiatan kurikuler'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan ekstrakurikuler'/><title type='text'>Perbedaan Kegiatan Ekstrakurikuler dan Kegiatan Kurikuler (Intrakurikuler)</title><content type='html'>Perbedaan Kegiatan Ekstrakurikuler dan Kegiatan Kurikuler (Intrakurikuler)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ektrakuriluler berbeda dengan kegiatan kurikuler (intrakurikuler). Perbedaan keduanya ini dapat Dilihat dari beberapa aspek, antara lain (1) sifat kegiatan; (2) waktu pelaksanaan; (3) sasaran dan tujuan program; (4) teknis pelaksanaan dan; (5) evaluasi dan criteria keberhasilan. Berikut ini akan kita bahas satu persatu.&lt;br /&gt;• Sifat kegiatan&lt;br /&gt;Bila dilihat dari sifat kegiatan, kegitan kurikuler merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap siswa. Kegiatan kurikuler bersifat mengikat. Program kurikuler berisi berbagai kemampuan dasar dan kemampuan minimal yang harus dimiliki siswa di suatu tingkat sekolah (lembaga pendidikan). Oleh karenanya maka keberhasilan pendidikan ditentukan oleh pencapaian siswa pada tujuan kegiatan kurikuler ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kegiatan ektrakurikuler lebih bersifat sebagai kegiatan penunjang untuk mencapai program kegiatan kurikuler serta untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih luas. Sebagai kegiatan penunjang, maka kegiatan ekstrakurikuler sifatnya lebih luwes dan tidak terlalu mengikat. Keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler yang diprogramkan lebih bergantung pada bakat, minat, dan kebutuhan siswa itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• waktu pelaksanaan&lt;br /&gt;Kalau ditinjau dari waktu pelaksanaan, waktu untuk kegiatan kurikuler pasti dan tetap, dilaksanakan sekolah secara terus-menerus setiap hari sesuai dengan kalender akademik. Sedangkan waktu pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler sangat bergantung pada sekolah yang bersangkutan, lebih bersifat fleksibel dan dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• sasaran dan tujuan program&lt;br /&gt;Sebagai kegiatan inti persekolahan yang wajib diikuti oleh seluruh siswa, kegiatan kurikuler memiliki sasaran dan tujuan yang berbeda dengan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan kurikuler berhubungan dengan kegiatan untuk menumbuhkan kemampuan akademik siswa, sementara kegiatan ekstrakurikuler lebih menumbuhkan pengembangan aspek-aspek lain seperti pengembangan minat, bakat, kepribadian, dan kemampuan sebagai makhluk sosial, disamping tentu saja, sebagai pembantu pencapaian tujuan kegiatan kurikuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• teknis pelaksanaan&lt;br /&gt;Teknis pelaksanaan kegiatan kurikuler, sebagai kegiatan inti persekolahan, sangatlah ketat dan teratur, dengan struktur program yang pasti sesuai kalender akademik. Kegiatan kurikuler berada di bawah tanggungjawab guru bidang studi atau guru kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu kegiatan ekstrakurikuler, penanggung jawabnya dapat guru kelas, guru bidang studi yang mungkin lebih bersifat team work, sesuai dengan keahlian para guru tersebut untuk bidang-bidang tertentu. Bahkan tak jarang sekolah mempekerjakan tenaga dari luar untuk melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler, di mana tenaga luar tersebut memiliki keahlian-keahlian khusus yang diprogramkan pada kegiatan ekstrakurikuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• evaluasi dan kriteria keberhasilan&lt;br /&gt;Keberhasilan kegiatan kurikuler ditentukan oleh keberhasilan siswa dalam menguasai kompetensi yang sesuai dengan kurikulum yang diberlakukan oleh sekolah. Evaluasi keberhasilan pencapaian ditentukan dengan menggunakan tes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kegiatan ekstrakurikuler, kriteria keberhasilan lebih ditentukan oleh proses dan keikutsertaan dalam kegiatan itu. Analisis dan evaluasi keberhasilan dilakukan secara kualitatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/03/apa-yang-dimaksud-dengan-kegiatan.html"&gt;apa yang dimaksud dengan kegiatan ekstrakurikuler?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan kurikuler&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-5101670692815651221?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/5101670692815651221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=5101670692815651221' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5101670692815651221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5101670692815651221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/03/perbedaan-kegiatan-ekstrakurikuler-dan.html' title='Perbedaan Kegiatan Ekstrakurikuler dan Kegiatan Kurikuler (Intrakurikuler)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-7580748340054764703</id><published>2010-02-12T18:05:00.000-08:00</published><updated>2010-02-12T18:06:15.745-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengamat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kartu flash'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendengar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='membangun kemampuan pengamat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penggerak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pekerjaan rumah'/><title type='text'>Strategi Pekerjaan Rumah Untuk Ketiga Tipe Anak: Pengamat, Pendengar Dan Penggerak</title><content type='html'>Dari masa bayi sampai taman kanak-kanak, tujuan melakukan identifikasi model pembelajaran adalah&lt;br /&gt;untuk memberinya sebuah pendekatan pembelajaran yang lebih berimbang dengan mengembangkan&lt;br /&gt;kemampuan Pengamat, Pendengar, adan Penggerak ketika diperlukan. Tugas orang tua agak berubah&lt;br /&gt;pada saat anak menginjak kelas satu karena anak dituntut untuk memiliki kemampuan akademis. Anda dapat membantu anak kelas satu anda melakukan hal ini dengan mengajarkannya menggunakan cara pembelajaran dominannya untuk membaca, menulis, mengeja, dan mengerjakan matematika yang ia lakukan di rumah maupun di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi untuk Pengamat&lt;br /&gt;Seorang anak Pengamat memerlukan ruang kerja yang rapi, yang teratur, dengan semua materi berada dalam tatanan yang jelas. Berikan kotak dan keranjang warna-warni, yang rapi dimana ia dapat&lt;br /&gt;menyimpan pensil, krayon, kertas dan alat-alat lain. Tempatkan sebuah daftar pelajaran dan juga lembaran kertas menarik untuk mencatat tiap tugas yang terselesaikan .Gunakan beragam stiker, bintang dan wajah-wajah cerah sebagai penghargaan karena tekun dengan beban tugas bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal matematika bagi Pengamat akan lebih mudah apabila divisualisaikan mungkin dengan mengelompokkan kelereng atau manik-manik untuk merepresentasikan jumlah yang ia ingin tambahkan atau kurangkan. Anda dapat memberi pena-pena yang gemerlap, dan beri dorongan anak anda untuk menggunakannya mewrnai kata-kata atau nama-nama yang penting dalam bacaannya. Juga gunakan kartu flash yang merupakan sebuah sarana yang sangat baik bagi Pengamat yang memiliki keunggulan dalam ingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi untuk Pendengar&lt;br /&gt;Seorang anak Pendengar jarang perlu diingatkan untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Perkerjaan akademis begitu mudah baginya sehingga banyak mengerjakan tugas baginya merupakan kesenangan,&lt;br /&gt;bukan sebuah tugas atau beban. Meskipu ia tidak perlu banyak dorongan dari luar, Pendengar tumbuh pada penguatan kerja verbal yang berkembang baik. Sangat membantu bagi seorang anak Pendengar untuk belajar berbicara dengan dirinya sendiri waktu melakukan tugas-tugas yang sulit. Juga doronglah Pendengar untuk menggunakan tape rekaman pada waktu dia memahami sesuatu yang baru seperti rumus matematika, kata-kata dari sebuah lagu, maka ia dapat merekam informasi dan memutar kembali tape sehingga ia dengan mudah mengingatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi untuk Penggerak&lt;br /&gt;Anak-anak Penggerak memerlukan dukungan ketika ia memasuki dunia akademis. Merupakan ide yang baik untuk mempertahankan pendeknya waktu pekerjaan rumah Penggerak. Kehadiran anda secara fisik akan memnatu mempertahankan fokus pada tugasnya. Matikan televisi, matikan telepon, jauhkan dari kebisingan ketika anak berkonsentrasi mengerjakan pekerjaan akademisnya. Memeluk, membalas menepuk sangat memotivasi bagi seorang anak Penggerak. Imbalan yang menarik lainnya bagi anak Penggerak yang selesai mengerjakan tugasnya adalah bermain di luar, membuatkan pizza dan memberikan makanan lainnya seperti keju, jagung atau segelas jus dingin secara periodik akan membuat waktu mengerjakan pekerjaan rumah lebih nyaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun Kemampuan Pengamat&lt;br /&gt;Kemampuan-kemampuan Pengamat memungkinkan seorang anak untuk memperlihatkan lingkungannya, mengingat apa yang ia lihat, memvisualisasikan konsep, dan mengkoordinasikan mata&lt;br /&gt;dan tangannya. Oleh karena itu anak kelas satu dengan kemampuan pengamatan di bawah rata-rata akan sulit untuk membaca dan menulis, penjumlahan dan pengurangan, soal-soal cerita dan karya seni – yang semua memerlukan kemampuan-kemampuan yang anak belum miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan Pengamat seorang anak kelas satu dapat diperluas dan ditingkatkan melalui Pemanfaatan alat permainan dan aktivitas yang dipilih khusus. Anak-anak yang pada dasarnya adalah Pengamat akan menyambut baik usaha orang tuanya untuk memberikan lebih banyak pengalaman visual yang mereka harapkan; Pendengar dan Penggerak mungkin perlu banyak usaha untuk meyakinkan dalam bentuk aktivitas yang sesuai dengan stimulan yang disukainya, baik auditorial maupun kinestetik. Namun apapun model bawaan lahir anak kelas satu anda, ide-ide berikut ini akan membantu anda untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan Pengamatnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-7580748340054764703?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/7580748340054764703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=7580748340054764703' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7580748340054764703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7580748340054764703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/02/strategi-pekerjaan-rumah-untuk-ketiga.html' title='Strategi Pekerjaan Rumah Untuk Ketiga Tipe Anak: Pengamat, Pendengar Dan Penggerak'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-7016569334648913791</id><published>2010-02-12T18:04:00.000-08:00</published><updated>2010-02-12T18:05:07.683-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pustakawan profesional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='librarian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perpustakaan'/><title type='text'>Pustakawan Bukanlah Sembarang Orang, Mereka Harus Profesional</title><content type='html'>Apakah anda tahu apa itu profesi librarian? Barangkali, banyak orang yang masih tidak tahu mengenai profesi pustakawan (librarian). Mereka adalah orang yang sering kita jumpai di perpustakaan. Banyak orang yang mempunyai anggapan bahwa orang yang bertugas di perpustakaan pekerjaannya adalah penjaga perpustakaan atau penjaga buku. Pendapat ini sebenarnya tidak tepat atau dapat pula dikatakan bahwa pendapat seperti itu tak seluruhnya benar. Pendapat semacam ini masih perlu diluruskan lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Indonesia menghargai keberadaan pustakawan sebagai tenaga professional melalui Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Kepala Administrasi Kepegawaian Negara tahun 1998. Surat keputusan tersebut memberlakukan pustakawan sebagai jabatan yang fungsional. Artinya kenaikan pustakawan untuk mencapai jenjang tertinggi tidak ditentukan dengan struktur jabatan yang ada, akan tetapi oleh unjuk kerja yang ditentukan berdasarkan pedoman standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita boleh jujur dan mau mencermati, profesi seorang pustakawan sesungguhnya tidak kalah penting dengan profesi-profesi lain seperti arsitek, pengacara, dosen, dokter, guru dan sebagainya. Seorang pustakawan memegang peranan mengendalikan fungsi dan jalannya sebuah perpustakaan. Seorang pustakawan berperan penting dalam proses mengumpulkan, mengolah dan mengelola informasi maupun ilmu pengetahuan dengan cara atau system tertentu sampai siap disebarluaskan dan dimanfaatkan oleh masyarakat melalui perpustakaan. Jadi dalam berdasarkan hal ini seorang pustakawan tidaklah pantas kalau dianggap sebagai seorang penjaga perpustakaan atau penjaga buku semata. Staf atau pegawai lain yang bukan pustakawan memang ada yang ditugaskan untuk itu. Jadi sebenarnya orang yang bekerja di perpustakaan belum tentu dapat disebut sebagai pustakawan. Profesi pustakawan ini memerlukan keahlian khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan di lapangan, masih sering kita temukan suatu lembaga atau institusi yang belum memanfaatkan pengelola perpustakaannya dengan tenaga profesional yang berlatar belakang pendidikan ilmu perpustakaan. Bahkan muncul suatu pendapat yang sangat menyedihkan bahwa mereka yang ditempatkan di bagian perpustakaan biasanya merupakan orang dari bagian lain yang sudah tidak mempunyai potensi atau tak bisa berkembang lagi. Mereka lantas dibekali dengan kursus atau pelatihan singkat di bidang perpustakaan. Lagi-lagi hal seperti ini merupakan sebuah anggapan yang perlu diluruskan. Namun kita tak bisa menyalahkan mereka yang berangapan demikian karena mungkin saja mereka memang belum mengerti bahwa sebenarnya pustakawan adalah tenaga professional dengan kualifikasi pendidikan formal bidang perpustakaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustakawan dicetak oleh Program Studi Ilmu Perpustakaan (Library Science) di jenjang D3 atau sarjana, maka di program magisternya dihasilkan Master of Library Science (MLS) atau Master of Library (M.Lib) dari lulusan universitas di Amerika dan Eropa. Di Indonesia baru beberapa perguruan tinggi saja yang membuka program studi Ilmu Perpustakaan. Itu pun dengan jenjang pendidikan berbeda seperti di UGM Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UI Jakarta, UNPad Bandung dan beberapa perguruan tinggi swasta. Menurut yang tercantum dalam Anggaran Rumah Tangga Ikatan Pustakawan Indonesia disebutkan antara lain bahwa pustakawan adalah mereka yang memiliki kualifikasi ilmu perpustakaan, dokumentasi atau informasi melalui pendidikan sekurang-kurangnya diploma tiga (D3). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu profesi pustakawan tak boleh dianggap remeh. Pada sebuah proses untuk mengembangkan sebuah perpustakaan yang bagus, peran pustakawan amatlah penting apalagi untuk suatu perpustakaan modern dan bonafid maka pustakawan profesional mutlak diperlukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-7016569334648913791?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/7016569334648913791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=7016569334648913791' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7016569334648913791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7016569334648913791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/02/pustakawan-bukanlah-sembarang-orang.html' title='Pustakawan Bukanlah Sembarang Orang, Mereka Harus Profesional'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-6543299783130677175</id><published>2010-02-12T18:02:00.002-08:00</published><updated>2010-02-12T18:03:57.235-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak kelas satu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemampuan penggerak'/><title type='text'>Membangun Kemampuan Penggerak Pada Anak Kelas Satu</title><content type='html'>Anak anda mungkin tidak memerlukan kemampuan Penggerak ketika ia membaca, menulis, atau mengingat fakta-fakta matematika, namun itu tidak berarti bahwa kemampuan Penggerak akan diabaikan. Seorang anak yang memiliki kecepatan dan koordinasi seorang Penggerak juga memiliki rasa percaya diri yang akan tetap ada pada dirinya dalam semua perilaku. Oleh sebab itu, penting untuk mengembangkan kemampuan motoris kasar anak anda, apapun pilihan pembelajaran bawaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan Kemampuan Penggerak Yang Ada Pada Anak Kelas Satu.&lt;br /&gt;- Bermainlah bersama dengan anak untuk membangun sebuah kandang burung, balok keseimbangan atau rumah mainan.&lt;br /&gt;- Doronglah anak untuk menaiki mainan menunggang kuda.&lt;br /&gt;- Ikatlah net atau talli di halaman belakang rumah anda, gunakan untuk sebuah permainan badmintoon atau bola voli.&lt;br /&gt;- Pada hari yang berangin, ajarkan kepada anak anda bagaimana menerbangakan sebuah layang-layang.&lt;br /&gt;- Masukkan anak anda ke kelas tari atau seni bela diri&lt;br /&gt;- Dorong anak anda untuk berpartisipasi dalam sebuah olah raga yang teratur, seperti softball, baseball, atau soccer.&lt;br /&gt;- Perkenalkan anak dengan ski.&lt;br /&gt;- Cari tempat bermain baru dan berbeda, di mana anak dapat bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan Perkembangan Kemampuan Pergerakan Bagi Anak Kelas Satu Pengamat Dan Pendengar&lt;br /&gt;Beberapa tips yang dapat dilakukan oleh anda untuk meningkatkan kemampuan pergerakan bagi anak kelas satu tipe pengamat dan tipe pendengar, misalnya:&lt;br /&gt;- Bawa anak anda ke halaman belakang untuk permainan kejar-kejaran&lt;br /&gt;- Rencanakan petualangan mini bersama anak anda seperti, wisata ke pantai, pergi ke sebuah festival seni, ke sebuah pertunjukan, atau ke dermaga.&lt;br /&gt;- Minta bantuan anak anda untuk menanam dan merawat kebun sayuran atau bunga. Tunjukkan satu bagian dimana dia dapat bereksperimen dan berkreasi.&lt;br /&gt;- Beri saran anak anda, agar mengundang beberapa anak tetangga untuk bermain bola.&lt;br /&gt;- Dirikan sebuah tenda atau unutk sementara dari selimut, dan berkemahlah bersama anak anda.&lt;br /&gt;- Masukkan anak anda ke dalam kelas drama anak-anak.&lt;br /&gt;- Daftarkan anak anda menjadi anggota pramuka.&lt;br /&gt;- Hubungan sekolah anak anda untuk mengunjungi museum science atau IPTEK.&lt;br /&gt;- Bersepedalah bersama anak anda melewati lingkungan yang baru dan berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda mempertimbangkan saran-saran tersebut di atas, janganlah terpaku hanya pada butir-butir yang ada di atas. Kreativitas anda dan dengan menyesuaikan kompetensi anak anda, maka andalah yang paling mengetahui aktivitas apa yang memungkinkan anak berkembang secara seimbang Ketiga kompetensi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon bersabar ketika anda menanti hasilnya. Tingkat kemampuan anak anda yang berusia 6-7 tahun, saat ini berada dalam proses pembentukan. Dan kemajuan mungkin membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Meskipun demikiaan, tidak diragukan lagi, bahwa upaya anda akan membawa anak anda menjadi lebih mendapat perhatian anda, dengan membiarkannya menikmati kegembiraan maksimal dan memperoleh banyak peningkatan kemampuan belajar dari waktu yang ia habiskan di rumah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-6543299783130677175?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/6543299783130677175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=6543299783130677175' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6543299783130677175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6543299783130677175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/02/membangun-kemampuan-penggerak-pada-anak.html' title='Membangun Kemampuan Penggerak Pada Anak Kelas Satu'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-4282973227531316161</id><published>2010-02-12T18:02:00.001-08:00</published><updated>2010-02-12T18:02:50.522-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak kelas satu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemampuan penggerak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemampuan pengamat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemampuan pendengar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='meningkatkan perkembangan anak'/><title type='text'>Meningkatkan Kemampuan Pengamat Yang Ada Pada Anak Kelas Satu</title><content type='html'>Berikut ini beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan Pengamat pada anak kelas satu:&lt;br /&gt;- Sertakan anak anda dalam permainan tongkat pengungkit.&lt;br /&gt;- Bawa anak anda pada kunjungan galeri seni. Berikan banyak waktu untuk mempelajari, membandingkan dan memperhatikan kembali karya-karya seni yang menurutnya menarik.&lt;br /&gt;- Pelajari peta bersama dengan anak anda. Ia akan senang mengamati kota kecilnya, kota besar , negara.&lt;br /&gt;- Belilah program-program komputer untuk anak kelas satu.&lt;br /&gt;- Dorong anak anda untuk memasangkan model mobil atau pesawat dari kotak-kotak kubus.&lt;br /&gt;- Biarkan anak anda melihat buku-buku gambar mengenai bintang-bintang dan konstelasinya dan kemudian bantu mereka untuk memandang hal nyata dengan memberinya sebuah teleskop atau mengajaknya ke planetarium.&lt;br /&gt;- Kunjungi observatorium terdekat untuk menambah wawasan pengetahuan.&lt;br /&gt;- Dorong ekspresi artistik anak anda, dengan seleksi materi yang banyak – spidol, pewarna, cat air, kertas warna/krep.&lt;br /&gt;- Sembunyikan sebuah ‘harta karun” kecil di dalam rumah atau halaman anda. Kemudian gambar sebuah peta harta karun dengan tanda visual yang dapat digunakan anak anda untuk menemukan benda yang disembunyikan.&lt;br /&gt;- Berikan kertas origami dan cara pembuatan yang sederhana , bimbinglah ia dalam berkarya.&lt;br /&gt;- Beri label perabotan rumah – sebuah tempat tidur, sebuah lampu, sebuah meja- dengan kartu-kartu yang mengejakan nama-nama obyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan Perkembangan Kemampuan Pengamat Pada Anak Kelas Satu Pendengar Dan Penggerak&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk meningkatkan perkembangan kemampuan Pengamat pada anak kelas satu Pendengar dan Penggerak:&lt;br /&gt;- Bantu anak anda mendesain sebuah akuarium atau menggambar sebuah rencana untuk kebun tanaman. Bimbing ia untuk menyelesaikan program tersebut.&lt;br /&gt;- Bawalah anak ke museum iptek dan museum lainnya yang menarik dan membuka wawasan.&lt;br /&gt;- Ajarkan anak anda untuk main petak umpet.&lt;br /&gt;- Mainkan video game bersama dengan anak anda untuk membantu meningkatkan kemampuan berkonsentrasi secara visual.&lt;br /&gt;- Mintalah untuk memainkan puzzle.&lt;br /&gt;- Dorong anak anda untuk menyusun bangunan dari balok-balok atau potongan-potongan balok.&lt;br /&gt;- Ajarkan anak untuk fokus pada detail visual dengan memberikan teropong untuk digunakan di luar rumah atau sebuah mikroskop mainan untuk digunakan di dalam rumah.&lt;br /&gt;- Bacakan anak anda sebuah kisah dalam sebuah ruang gelap, dan minta ia untuk menggambarkan tindakan tersebut. Berilah pertanyaan yang akan menstimulasi gambaran visual seperti: ”Apa yang Cinderella pakai ke pesta dansa ?” dan”Keretanya seperti apa ?’&lt;br /&gt;- Gambarlah /bentuklah dalam bidang persegi kalender untuk menunjukkan peristiwa-peristiwa penting – sebagai contoh ulang tahun, salju pertama, berangakat sekolah, gantung kalender tersebut di kamar anak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-4282973227531316161?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/4282973227531316161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=4282973227531316161' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4282973227531316161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4282973227531316161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/02/meningkatkan-kemampuan-pengamat-yang.html' title='Meningkatkan Kemampuan Pengamat Yang Ada Pada Anak Kelas Satu'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-7599658259463314802</id><published>2010-02-12T18:00:00.000-08:00</published><updated>2010-02-12T18:01:47.232-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendengar'/><title type='text'>Membangun Kemampuan Pendengar Pada Anak Kelas Satu</title><content type='html'>Kemampuan untuk bercakap-cakap, mengekspresikan diri, dan bersosialisasi merupakan hal yang sangat tidak ternilai bagi siswa-siswa dari semua umur, namun khususnya pada masa sekolah dasar, ketika kepercayaan diri dan sikap seorang anak kepada sekolah mulai terbentuk. Dan tentu saja kemampuan Pendengar juga diperlukan untuk membaca, musik dan aspek-aspek tertentu dari matematika. Apakahanak anda seorang Pengamat, Pendengar atau Penggerak, ia tetap mendapat manfaat dari perkembangan kemampuan auditorial dan bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana biasanya, Pendengar dangan sendirinya akan sangat reseptif atas semua pengalaman Pendengar yang orang tua berikan. Namun meskipun demikian seorang Pengamat dan Penggerak juga dapat meningkatkan kepandaian verbal dan auditorialnya dengan menggunakan mainan dan teknik yang menggunakan baik kemampuan belajar bawaan lahirnya maupun kemampuan yang anda&lt;br /&gt;harapkan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan Kemampuan Pendengar Yang Ada Pada Anak Kelas Satu.&lt;br /&gt;- Mainkan kata kunci, sebuah permainan di mana seorang pemain mencoba memberikan kesempatan pemain kedua untuk menebak sebuah kata tertentu dengan memberikan sinonim dan satu kata petunjuk awal yang lain.&lt;br /&gt;- Ijinkan anak anda untuk menerima panggilan telepon dari keluarga dan teman.&lt;br /&gt;- Ketika anda membaca bersama, bacalah dua buku; satu buku yang anak anda akan dengarkan dan satu buku lain yang anak anda akan bacakan kepada anda.&lt;br /&gt;- Sarankan anak anda agar mulai menulis buku harian atau jurnal dimana ia dapat membuat catatan mengenai peristiwa-peristiwa khusus dalam hidupnya. Dorong penggunaan ejaan inventif sehingga anak anda dapat bereksperimen dengan kata-kata yang lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;- Tunjukkan kepada anak berita utama dan foto-foto surat kabar yang berkaitan dengan tiap cerita.&lt;br /&gt;- Sarankan anak anda agar menulis buku ceritanya sendiri. Gunakan waktu bersama dengan membicarakan mengenai cerita, dorong ia untuk menambahkan ilustrasi, dan ketika selesai ikatlah hasilnya dengan pita atau benang.&lt;br /&gt;- Bacakan puisi kepada anak anda, dan dorong ia untuk menulis puisinya sendiri. Bantu ia dengan memberi tema-tema yang memungkinkan.&lt;br /&gt;- Penuhi sisi sosial anak anda memperbolehkannya mengundang seorang teman untuk makan siang atau menginap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan Perkembangan Kemampuan Pendengar Bagi Anak Kelas Satu Pengamat Dan Penggerak&lt;br /&gt;- Bangun kosa kata anak anda dengan menggunakan gambar-gambar.&lt;br /&gt;- Berikan mikrofon ukuran anak-anak dengan sebuah amplifier yang dioperasikan dengan baterai. Dorong anak anda untuk menggunakannya untuk mengungkapkan sebuah gurauan, menyanyi, atau mengucapkan kata.&lt;br /&gt;- Pada waktu berada di dalam mobil putarlah kaset kesayangannya.&lt;br /&gt;- Mintalah dia untuk menggambarkan sesuatu yang ia sukai- contoh rumah nenek, lapangan, seekor binatang – dan bantu ia untuk membuat sebuah kisah mengenai apapun yang ia gambar.&lt;br /&gt;- Buatlah sebuah papan cerita dengan menggunakan potongan-potongan tersusun yang digunting dari majalah. Anda dan dia dapaat kembali menceritakan sebuah kisah mengenai gambar yang ia pilih.&lt;br /&gt;- Buatlah permainan sinonim. Katakan “ Apa kata lain untuk luas ? …. Rusak?….. mobil?” dan seterusnya.&lt;br /&gt;- Berjalan-jalanlah bersama anak anda, dan gunakan waktu tersebut untuk mempraktekkan kata-kata sajak dan menamai kata-kata dengan arti yang sebaliknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-7599658259463314802?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/7599658259463314802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=7599658259463314802' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7599658259463314802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7599658259463314802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/02/membangun-kemampuan-pendengar-pada-anak.html' title='Membangun Kemampuan Pendengar Pada Anak Kelas Satu'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-2753582628927381478</id><published>2010-02-12T17:59:00.000-08:00</published><updated>2010-02-12T18:00:38.083-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motoris kasar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Model pembelajaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengamat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak kelas satu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendengar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='auditorial dan bahasa'/><title type='text'>AKTIVITAS EKSTRA KURIKULER UNTUK ANAK KELAS SATU</title><content type='html'>Aktivitas ekstrakurikuler dan waktu bermain informal juga sangat penting bagi anak kelas satu. Anak &lt;br /&gt;anda biasanya tertarik pada aktivitas setelah sekolah karena ada teman mereka atau karena klub atau olah raga memiliki daya tarik visual. Ketertarikan pada segala bentuk ekstrakurikuler akan membantu anak anda mengembangkan ketertarikan dan kemampuan sosialnya. Jika anak anda memerlukan bimbingan untuk menentukan kegiatan ekstrakurikulernya maka pilih kegiatan yang bisa memperkuat kemampuan yang kurang berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini saran-saran untuk dapat menjadi pertimbangan:&lt;br /&gt;Aktivitas Visual untuk Anak Kelas Satu&lt;br /&gt;Kegiatan visual ideal kelas satu memberi kesempatan untuk pertama kali mengamati dan kemudian mengingat atau meniru, seringkali dengan mengkoordinasikan penggunaan mata dan tangan. Daftar berikut ini merupakan pertimbangan yang baik untuk anak anda :&lt;br /&gt;- Badminton atau ping-pong&lt;br /&gt;- Komputer&lt;br /&gt;- Kerajinan tangan&lt;br /&gt;- Menggambar dan melukis&lt;br /&gt;- Piano, atau instrumen musik lainnya.&lt;br /&gt;- Koleksi perangko, kartu olah raga, atau koin.&lt;br /&gt;- Mengetik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas Auditorial dan Bahasa untuk Anak Kelas Satu&lt;br /&gt;Untuk membangkitkan kemampuan auditorial dan bahasa, sebuah aktivitas hendaknya memberi seorang anak kesempatan untuk bersosialisasi, meemimpin sebuah kelompok, mendengar dan belajar atau menunjukkan bakat verbal. Inilah beberapa aktivitas Pendengar yang sangat baik bagi seorang anak kelas Satu.&lt;br /&gt;- Pramuka&lt;br /&gt;- Kelas Keramik&lt;br /&gt;- Pertunjukan anak-anak&lt;br /&gt;- Paduan Suara&lt;br /&gt;- Program kemah atau rekreasi.&lt;br /&gt;- Kelas Drama&lt;br /&gt;- Bercerita di perpustakaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas Motoris Kasar untuk Anak Kelas Satu&lt;br /&gt;Aktivitas motoris kasar yang sempurna bagi anak kelas satu adalah yang memiliki sedikit aturan untuk dilaksanakan dengan cara bertindak, yang mencakup menyentuh dan bergerak, mendorong penggunaan otot-otot besar anak atau yang memungkinkan anak untuk menghabiskan waktu di luar ruang. Program-program berikut ini patut dipertimbangkan:&lt;br /&gt;- Kelas aerobik atau fitnes&lt;br /&gt;- Bersepeda&lt;br /&gt;- Berpetualang dan berkemah&lt;br /&gt;- Mengendarai kuda&lt;br /&gt;- Seluncur es&lt;br /&gt;- Program-program alam&lt;br /&gt;- Berenang&lt;br /&gt;- Tari tap, jazz, balet&lt;br /&gt;Ketika menjelaskan kegiatan ekstrakurikuler kepada anak kelas satu anda, mohon tanamkan dalam pikiran setiap anak bahwa tanpa memandang model pembelajarannya, mereka memerlukan aktivitas fisik untuk alasan kebugaran dan kesehatan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-2753582628927381478?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/2753582628927381478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=2753582628927381478' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2753582628927381478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2753582628927381478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/02/aktivitas-ekstra-kurikuler-untuk-anak.html' title='AKTIVITAS EKSTRA KURIKULER UNTUK ANAK KELAS SATU'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-6518964647785198992</id><published>2010-02-09T20:03:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T20:05:07.358-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='raport'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemampuan anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bekerja sama dengan guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='matematikam model pembelajaran'/><title type='text'>Model Pembelajaran Kelas Satu (bagian 3)</title><content type='html'>Tidak masalah apa model pengalaman pra sekolah dan taman kanak-kanak, kelas satu Sekolah Dasar merupakan suatu kondisi baru yang merepresentasikan perubahan radikal. Menghabiskan lebih dari tiga puluh jam setiap minggu, jauh dari rumah, seringkali merupakan pengalaman baru; mereka harus bertanggungjawab atas tindakan dan tugas-tugas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja Sama Dengan Guru&lt;br /&gt;Apapun kemampuan pembelajaran anak anda dan masalah yang mungkin muncul, anda akan mampu memberikan dukungan emosional dan bantuan praktis yang sangat baik ketika anda tetap mendapatkan informasi mengenai kehidupannya di sekolah. Pertemuan dua kali setahun dan buku raport catur wulan tentu saja bisa memberikan penjelasan namun tidak selalu memberikan informasi yang cukup terhadap masalah-masalah atau kondisi tertentu , misalnya permasalahan teman sebaya. Dengan terbiasa berkomunikasi dengan guru maka kita akan mengetahui bentuk tanggungjawab yang utuhanatar guru dan orang tua dalam memaksimalkan potensi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta Yang Harus Disampaikan Kepada Guru&lt;br /&gt;- Tingkat keteraturan kepribadian anak anda. Guru hendaknya diberitahu kenyataan bahwa anak anda mungkin memerlukan aturan dan rutinitas; atau ia dapat mengerjakan secara maksimal pada ruang terbuka atau bahwa ia memerlukan bantuan terus-menerus berkaitan dengan pengaturan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Fakta kemampuan dasar anak anda. Jika anak mengalami kesulitan dalam penjumlahan dan pengurangan, atau jika memiliki strategi khusus yang ia gunakan gunakan untuk mengingat materi subyek, beritahukanlah gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memberi les tambahan. Beritahukan kepada guru jikalau anda memberi les tambahan kepada anak anda. Hal ini dimaksudkan agar ada kerjasam yang saling mengisi antara guru kelas dan guru les tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Informasi yang terkait kesehatan. Pada kondisi tertentu guru harus diberitahu tentang kesehatan anak dan pengobatan yang harus diberikan misalnya bila anak mengidap asma, epilepsi. Ataupun informasi yang terkait mengenai masalah pendengaran dan penglihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Situasi dirumah. Anda akan sangat membantu anak anda dengan memberitahukan kepada guru mengenai adanya perubahan besar dalam rumahtangga, terapi atau perlakuan salah dari anggota keluarga. Perubahan-perubahan besar seperti ini sangat mempengaruhi kemampuan anak untuk berperan di dalam kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bahasa kedua. Ketika bahasa lain digunakan di rumah anda, baik sebagai sarana komunikasi utama maupun pelengkap diantara keluarga, maka guru hendaknya mengetahui hal tersebut. Hal ini agar guru memahami beberapa ketidaksenangan yang mungkin diperlihatkan oleh anak ketika ekspresi percakapan semakin kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rekomendasi. Penting untuk menyampaikan kepada guru mengenai masukan dari para ahli atau guru sebelumnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-6518964647785198992?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/6518964647785198992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=6518964647785198992' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6518964647785198992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6518964647785198992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/02/model-pembelajaran-kelas-satu-bagian-3.html' title='Model Pembelajaran Kelas Satu (bagian 3)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-4326125437285952562</id><published>2010-02-09T19:58:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T20:00:17.314-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='membaca'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik dasar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemampuan mendengar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='matematikam model pembelajaran'/><title type='text'>Model Pembelajaran Kelas Satu (bagian 2)</title><content type='html'>Tidak masalah apa model pengalaman pra sekolah dan taman kanak-kanak, kelas satu Sekolah Dasar merupakan suatu kondisi baru yang merepresentasikan perubahan radikal. Menghabiskan lebih dari tiga puluh jam setiap minggu, jauh dari rumah, seringkali merupakan pengalaman baru; mereka harus bertanggungjawab atas tindakan dan tugas-tugas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran Pendengaran&lt;br /&gt;Diantara mata pelajaran yang paling memerlukan kemampuan mendengar adalah membaca. Penguasaan membaca perlu karena dengan membaca seorang anak menyerap dan membedakan diantara suara-suara huruf yang berbeda, dan kemudian mencampur suara-suara tersebut untuk membentuk kata-kata yang terucap. Bahkan ketika membaca untuk dirinya sendiri, seorang anak “mengucapkan” tiap kata dalam pikirannya. Sangat mengejutkan, bahwa para pembaca yang paling awal biasanya para Pengamat, yang mengetahui kata-kata tertulis dengan menampilkan ingatan visual. Namun demikian, anak-anak Pengamat berda dibelakang ketika materi bacaan secara progresif menjadi lebih sulit. Mereka hanya dapat mengucapkan kata-kata yang mereka lihat sebelumnya. Mereka kurang memiliki kemampuan Pendengar yang diperlukan untuk menyesuaikan dengan kombinasi-kombinasi huruf yang tidak akrab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik Dasar juga merupakan mata pelajaran pendengaran. Anak-anak diharapkan mendengarkan komposisi instrumental dan mengingat lirik maupun tempo yang semakin panjang dan kompleks ketika masa sekolah berjalan. Anak-anak dengan kemampuan auditorial dibawah rata-rata sanagat tertekan untuk mendengarkan dan mengvokalkan. Dalamkenyataa, bahkan para Pendengar mungkin mengalami kesulitan dengan pembacaanmusik atau pengetahuan nada, karena masing-masing kemampuan berasal&lt;br /&gt;dari sebuah bilik otak yang berbeda, dan dua bilik otak tidak selalu berkembang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matematika, merupakan hal mudah bagi anak Pendengar. Ingatan auditorial dan penangkapan cepat atas konsep bahasa yang berkembang baik memungkinkan untuk memproses informasi yang ada dalam soal-soal cerita. Pendengar juga mahir mengartikan kata-kata matematis seperti misalnya “segi empat”, “lingkaran”, “jam”; dan dengan mudah mengingat aturan dasar penjumlahan dan pengurangan; dan memperluas istilah “lebih banyak’, “lebih sedikit”, “tambah”, “kurang”, dan “sama dengan”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-4326125437285952562?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/4326125437285952562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=4326125437285952562' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4326125437285952562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4326125437285952562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/02/model-pembelajaran-kelas-satu-bagian-2.html' title='Model Pembelajaran Kelas Satu (bagian 2)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-24355499370286038</id><published>2010-02-09T19:52:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T19:55:21.457-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengamatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menulis tangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengejaan'/><title type='text'>Model Pembelajaran Kelas Satu (bagian 1)</title><content type='html'>Tidak masalah apa model pengalaman pra sekolah dan taman kanak-kanak, kelas satu Sekolah Dasar merupakan suatu kondisi baru yang merepresentasikan perubahan radikal. Menghabiskan lebih dari tiga puluh jam setiap minggu, jauh dari rumah, seringkali merupakan pengalaman baru; mereka harus bertanggungjawab atas tindakan dan tugas-tugas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Pelajaran Pengamatan&lt;br /&gt;Dalam tugas-tugas akademis, kemampuan pengamatan begitu banyak diperlukan untuk keberhasilan kelas. Sebagai contoh, Pengejaan , pada dasarnya suatu pengalaman visual. Mula-mula, sebagian besar anak Pendengar adalah pengeja yang baik, karena ketergantungan mereka pada kemampuan menangkap suara untuk memproduksi ulang kata-kata kalimat tunggal sederhana, yang merupakan tanda pengalaman pembaca dan penulis dasar pemula. Tetapi pada Bahasa Inggris, misalnya pengucapan ejaan huruf tertentu tidak sama dengan lambang hurufnya maka Pengamatlah yang mampu memahami ejaan kata dalam mata pikirnya dan menjadi pengeja yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis Tangan, juga merupakan pelajaran yang oleh Pengamat dirasakan mudah. Bagi penulis pemula, ingatan visual yang baik diperlukan untuk mengingat beragam huruf dan bentuk nomer sebelum menggoreskan di atas kertas. Koordinasi mata-tangan yang berkembang baik kemudian diperlukan untuk memprodukasi ulang huruf dan angka secara tepat ketika dimunculkan kembali. Kemampuan-kemampuan ini membantu ketika Pengamat selama mengikuti kelas kesenian .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mata pelajaran Matematika, anak-anak Pengamat dapat mengingat simbol-simbol yang digunakan dalam penjumlahan danpengurangan (+, - , dan =). Pengamat juga mudah mengartikan grafik. Mereka juga unggul dalam memvisualisasikan beragam bentuk dan bangun geometris dan juga gambaran soal cerita,” Aini mempunyai enam jambu tetapi diberikan kepada Eka dua buah. Tinggal berapa jambu yang dimiliki oleh Aini sekarang?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-24355499370286038?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/24355499370286038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=24355499370286038' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/24355499370286038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/24355499370286038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/02/model-pembelajaran-kelas-satu-bagian-1.html' title='Model Pembelajaran Kelas Satu (bagian 1)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-306804058912604156</id><published>2010-02-08T19:39:00.000-08:00</published><updated>2010-02-08T19:42:36.606-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontak pandang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='humor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keterampilan komunikasi'/><title type='text'>Enam Cara untuk Meningkatkan Kualitas Komunikasi Nonverbal Guru</title><content type='html'>Bukan hanya apa yang guru ucapkan di dalam kelas yang penting, tapi Bagaimana cara guru mengucapkannya di dalam kelas juga penting, karena hal tersebut akan dapat membuat perbedaan terhadap siswa. Pesan-pesan nonverbal adalah suatu hal yang sangat esensial di dalam komunikasi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru harus memperhatikan tingkah laku nonverbal di dalam kelasnya karena beberapa alasan, di antaranya:&lt;br /&gt;1. Perhatian/kehati-hatian akan perilaku nonverbal akan membuat guru pesan-pesannya dapat diterima oleh siswa dengan lebih baik.&lt;br /&gt;2. Guru akan menjadi pengirim pesan yang lebih baik untuk memperkuat belajar sswa.&lt;br /&gt;3. Penggunaan perilaku nonverbal dalam berkomunikasi di kelas meningkatkan kedekatan psikologis antara siswa dengan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal pokok terkait perilaku nonverbal guru yang harus lebih dieksplorasi adalah:&lt;br /&gt;1. Kontak pandang&lt;br /&gt;2. Ekspresi wajah&lt;br /&gt;3. Gesture (gerak tubuh)&lt;br /&gt;4. Orientasi tubuh dan postur&lt;br /&gt;5. Kedekatan&lt;br /&gt;6. Paralinguistic&lt;br /&gt;7. Humor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontak pandang adalah chanel penting pada sebuah komunikasi interpersonal, membantu mengatur arah komunikasi. Dan, sinyal-sinyalnya menarik bagi orang lain. Selain itu kontak pandang antara guru dengan siswa akan lebih meningkatkan kredibilitas guru. Guru yang melakukan kontak pandang dengan siswa telah membuka arah komunikasi  dan nenunjukkan minat, perhatian, kehangatan, dan kredibilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspresi wajah:&lt;br /&gt;Senyum adalah isyarat yang dapat menghantarkan:&lt;br /&gt;- Kebahagian&lt;br /&gt;- Persahabatan&lt;br /&gt;- Kehangatan&lt;br /&gt;- Rasa suka&lt;br /&gt;- Afiliasi&lt;br /&gt;Sehingga jika seorang guru tersenyum lebih sering, maka  guru akan dianggap: penyuka (mudah menyukai), bersahabat, mudah menerima, dan dapat didekati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gesture (gerak tubuh)&lt;br /&gt;Bila guru tak dapat memberikan gesture sementara berbicara, guru dapat saja dianggap membosankan, kaku, dan unanimated. Gaya mengajar yang hidup dan animated akan menangkap perhatian siswa, membuat materi pelajaran menjadi lebih menarik, memfasilitasi belajar dan menyediakan cukup entertainment (hiburan). Anggukan kepala,  adalah suatu bentuk gesture  , mengkomunikasikan penguatan positif (positif reinforcement)  pada siswa dan menunjukkan bahwa guru mendengarkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasi tubuh dan posturr&lt;br /&gt;Guru mengkomunikasikan banyak pesan dengan cara berjalan,bicara, berdiri, duduk. Berdiri tegak tetapi tidak kaku, dan bertumpu dengan ringan pada meja guru, menunjukkan bahwa guru dapat didekati, menunjukkan enerimaan, dan bersahabat. Lebih jauh, kedekatan interpersonal antara guru dengan siswa akan tercipta saat kita berbicara face-to-face (berhadapan) satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara dengan memunggungi siswa, atau menatap lantai, harus dihindari. Ini akan mengkomunikasikan ketidakmenarikan kelas anda (guru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedekatan:&lt;br /&gt;Norma-norma cultural (Budaya) dan agama memberikan acuan kedekatan jarak antara guru dengan siswa saat berinteraksi. Guru harus dapa mengenali/melihat tanda-tanda ketidaknyaman siwa   karena guru telah menginvasi (memasuki wilayah) nyaman siswa, seperti:&lt;br /&gt;- Siswa menjadi tegang&lt;br /&gt;- Leg swinging&lt;br /&gt;- tapping&lt;br /&gt;- gaze aversion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paralinguistik, digolongkan oleh para ahli komunikasi sebagai bagian dari komponen komunikasi nonverbal, ini trkait dengan elemen-elemen vocal (suara) guru, seperti:&lt;br /&gt;- tone&lt;br /&gt;- pitch&lt;br /&gt;- rhytim&lt;br /&gt;- timbre&lt;br /&gt;- loudness&lt;br /&gt;- inflection&lt;br /&gt;Untuk keefektifan maksimumpengajaran anda, belajar dan berlatihlah untuk memvariasikan keenam elemen suara/vocal ini. Seringkali seorang guru dianggapkan membosankan ceramahnya karena bersifat monoton. Siswa akan menganggap guru semacam ini membosankan dan menyebalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa melaporkan bahwa mereka lebih cepat berkurang dan kehilangan ketertarikannya pada pembelajaran saat mereka mendengar guru yang tidak memodulasi suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Humor:&lt;br /&gt;Humor seringkali dianggap berlebihan: sebagai alat mengajar guru. Tawa akan melepaskan stress dan ketegangan baik bagi guru maupun siswa. Guru harus berlatih mengembangkan kemampuan tertawa dan menstimulasi siswa juga untuk melakukannya. Humor membantu membangun lingkungan kelas yang besahabat yang dapat memfasilitasi belajar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-306804058912604156?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/306804058912604156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=306804058912604156' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/306804058912604156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/306804058912604156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2010/02/enam-cara-untuk-meningkatkan-kualitas.html' title='Enam Cara untuk Meningkatkan Kualitas Komunikasi Nonverbal Guru'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-1429317459591335989</id><published>2009-03-19T19:09:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T19:19:12.092-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metode penelitian kuantitatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metode penelitian naturalistik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metode penelitian kualitatif'/><title type='text'>Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Penelitian Kuantitatif</title><content type='html'>Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Penelitian Kuantitatif (Penelitian Naturalistik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini, disajikan tabel perbedaan penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif.&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding=2 border=1&gt;&lt;caption&gt;Tabel Perbedaan Penelitian Kuantitatif dengan Penelitian Kualitatif&lt;/caption&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;text align="center"&gt;&lt;b&gt;Penelitian Kualitatif&lt;/b&gt;&lt;/text&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;text align="center"&gt;&lt;b&gt;Penelitian Kuantitatif&lt;/b&gt;&lt;/text&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Desain tidak terinci, fleksibel, timbul "emergent" serta &lt;br /&gt;berkembang sambil jalan antara lain mengenai tujuan, subjek, &lt;br /&gt;sampel, dan sumber data.&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Desain terinci dan mantap.&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Desain sebenarnya baru diketahui dengan jelas setelah penelitian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selesai (retrospektif).&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Desain direncanakan sebelumnya pada tahapan persiapan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(projektif)&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, hipotesis lahir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sewaktu penelitian dilakukan; hipotesis berupa "hunches", petunjuk &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang bersifat sementara dan dapat berubah; hipotesis berupa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertanyaan yang mengarahkan pengumpulan data.&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Mengemukakan hipotesis sebelumnya, yang akan diuji &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebenarannya.&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Hasil penelitian terbuka, tidak diketahui sebelumnya karena &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jumlah variabel penelitian tidak terbatas&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Hipotesis menentukan hasil yang diharapkan; hasil telah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diramalkan (apriori); hasil penelitian telah terkandung di dalam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hipotesis, jumlah variabel terbatas&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Desain fleksibel, langkah-langkah tidak dapat dipastikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelumnya dan hasil penelitian tidak dapat diketahui atau diramalkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelumnya&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Dalam desain jelas langkah-langkah penelitian serta hasil yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diharapkan&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Analisis data dilakukan sejak mula penelitian dan dilakukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersamaan dengan pengumpulan data, walaupun analisis akan lebih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak pada tahap-tahap selanjutnya.&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul pada tahap &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhir.&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-1429317459591335989?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/1429317459591335989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=1429317459591335989' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/1429317459591335989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/1429317459591335989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/perbedaan-penelitian-kualitatif-dan.html' title='Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Penelitian Kuantitatif'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-4181610414210685769</id><published>2009-03-19T19:05:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T19:09:17.037-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><title type='text'>Aktivitas Belajar Pada Model Pembelajaran Kooperatif</title><content type='html'>Aktivitas Belajar Pada Model Pembelajaran Kooperatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembelajaran yang menempatkan guru sebagai satu satunya sumber ilmu pengetahuan masih banyak kita jumpai. Dengan cara ini seolah olah siswa sebagai botol kosong pasif yang siap diisi ilmu pengetahuan oleh sang guru apapun atau bagaimanapun kondisinya. Hasil yang dicapai melalui proses ini menjadlikan siswa kurang kreatif dan kurang bisa mengembangkan diri serta sukar untuk mengaplikasikan apa yang telah diperolehnya dalam kehidupan sehari hari. Belajar juga menjadi kurang bermakna karena jauh dari apa yang dihadapi siswa setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembelajaran yang baik hendaknva menempatkan siswa sebagai pencari ilmu sehingga perlu dibiasakan memecahkan dan merumuskan sendiri hasilnya (Johar, 2002:2). Intervensi dari orang lain diberikan dalam rangka memotivasi mereka. Perumusan atau konseptualisasi juga dilakukan oleh siswa sendiri. Posisi guru dalam proses pembelajaran bukan sebagai informator dan penyuap akan tetapi sebagai organisator program pembelajaran, sebagai fasilitator bagi pembelajaran siswa dan sebagai evaluator keberhasilan pembelajaran mereka. Hubungan guru dengan siswa tidak lagi vertikal tetapi cenderung ke arah horizontal.&lt;br /&gt;Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang menempatkan siswa dalam kelompok kecil yang saling membantu dalam belajar (Muhammad Nur: 1998 hal 16). Tiap tiap kelompok terdiri dari anak yang berbeda beda kemampuan berfikirnya. Dalam kelompok mereka dapat melatih, dan mengembangkan &lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pembelajaran-kooperatif-cooperative.html"&gt;keterampilan keterampilan&lt;/a&gt; yang spesifik yang diperlukan dalam pembelajaran. Ada tiga tujuan pembelajaran kooperatif yang akan dicapai yaitu : (1) hasil belajar akademik; (2) penerimaan terhadap keberagaman; dan (3) pengembangan keterampilan sosial (Muslimin Ibrahim, dkk 2001 : 7 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil belajar akademik yang dimaksudkan dalam &lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/kelemahan-model-pembelajaran-kooperatif.html"&gt;pembelajaran kooperatif &lt;/a&gt;meliputi pemahaman konsep konsep yang sulit serta peningkatan kinerja ilmiah dalam tugas tugas akademik. Heterogenitas kelas yang menyebabkan adanya kelompok atas dan kelompok bawah dimanfaatkan sehingga rnereka saling menguntungkan dalam belajar. Kerja sama dan kolaborasi ditumbuhkan sehingga dapat terhindar dari rasa permusuhan ataupun pertikaian kecil yang mengakibatkan kekerasan. Situasi belajar semacam ini memberi dampak nyata kepada siswa ketika berada dalam masyarakat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-4181610414210685769?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/4181610414210685769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=4181610414210685769' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4181610414210685769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4181610414210685769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/aktivitas-belajar-pada-model.html' title='Aktivitas Belajar Pada Model Pembelajaran Kooperatif'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-5002496431775090212</id><published>2009-03-19T19:01:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T19:04:55.985-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='proses belajar mengajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prestasi belajar'/><title type='text'>Pemilihan Metode Mengajar dan Prestasi Belajar</title><content type='html'>Pemilihan Metode Mengajar dan Prestasi Belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara mengajar yang dipergunakan oleh guru atau struktur. Metode mengajar juga berarti strategi yang dikuasai oleh guru untuk mengajar dan menyajikan pelajaran kepada siswa di dalam kelas agar pelajaran tersebut dapat di tanggap dan dipahami, serta di gunakan oleh siswa dengan baik ( Roestiyah, 1989).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemilihan metode belajar mengajar beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah: (1) Sifat dari pelajaran, alat alat yang tersedia; (2) besar kecilnya kelas atau tempat; (3) kesanggupan guru; (4) banyak sedikitnya bahan dan tujuan pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hal yang perlu dihindari dalam proses belajar mengajar, adalah situasi yang tidak komunikatif antara guru dan siswa. Kalau siswa tidak dapat memahami apa yang disampaikan oleh guru maka besar kemungkinan siswa tidak dapat menguasai materi yang di ajarkan guru (Nasution, 1985)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi belajar adalah tingkat penguasaan yang dicapai dan diperoleh oleh siswa yang mengikuti program belajar-mengajar sesuai tujuan yang detetapkan ( Mujiono, 1995). Tinggi rendahnya hasil belajar yang dicapai oleh siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor intemal adalah faktor faktor yang berasal dari dalam diri anak, maupun faktor fisiologi dan psikologi. Faktor psikologi diantaranya kekuatan jasmani dan rohani. Faktor ekstemal adalah faktor yang berasal dari luar diri anak. Faktor eksternal dikelompokkan menjadi tiga yaitu : (1) Faktor keluarga, (2) sekolah dan (3) masyarakat. Faktor keluarga yang meliputi: (1) cara orang tua mendidik, (2) relasi antara anggota keluarga, (3) suasana rumah tangga dan (4) keadaan ekonomi keluarga. Faktor sekolah yang antara lain adalah metode belajar menyelesaikan tugas di rumah. Dengan adanya tugas rumah pengalaman siswa dalam mempelajari sesuatu dapat lebih terintegrasi, karena siswa melaksanakan latihan   latihan selama melaksanakan tugas. Faktor masyarakat, keadaan lingkungan masyarakat dapat mewarnai perkembangan dan pertumbuhan anak ( Slameto, 1995)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-5002496431775090212?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/5002496431775090212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=5002496431775090212' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5002496431775090212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5002496431775090212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pemilihan-metode-mengajar-dan-prestasi.html' title='Pemilihan Metode Mengajar dan Prestasi Belajar'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-2567544965259884512</id><published>2009-03-19T18:54:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T19:01:16.929-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perkembangan sosio-emosional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perkembangan fisik'/><title type='text'>KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN</title><content type='html'>KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Sebagai seorang guru, sangat perlu memahami perkembangan peserta didik. Perkembangan peserta didik tersebut meliputi: perkembangan fisik, perkembangan sosioemosional, dan bermuara pada perkembangan intelektual. Perkembangan fisik dan perkembangan sosio sosial mempunyai kontribusi yang kuat terhadap perkembangan intelektual atau perkembangan mental atau perkembangan kognitif siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman terhadap perkembangan peserta didik di atas, sangat diperlukan untuk merancang pembelajaran yang kondusif yang akan dilaksanakan. Rancangan pembelajaran yang kondusif akan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga mampu meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang diinginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perkembangan Fisik Anak/Siswa&lt;br /&gt;Anak masuk kelas satu SD atau MI berada dalam periode peralihan dari pertumbuhan cepat masa anak anak awal ke suatu fase perkembangan yang lebih lambat. Ukuran tubuh anak relatif kecil perubahannya selama tahun tahun di SD. Pada usia 9 tahun tinggi dan berat badan anak laki laki dan perempuan kurang lebih sama. Sebelum usia 9 tahun anak perempuan relatif sedikit lebih pendek dan lebih langsing dari anak laki laki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir kelas empat, pada umumnya anak perempuan mulai mengalami masa lonjakan pertumbuhan. Lengan dan kaki mulai tumbuh cepat. Pada akhir kelas lima, umumnya anak perempuan lebih tinggi, lebih berat dan lebih kuat daripada anak laki laki. Anak laki laki memulai lonjakan pertumbuhan pada usia sekitar 11 tahun. Menjelang awal kelas enam, kebanyakan anak perempuan mendekati puncak tertinggi pertumbuhan mereka. Periode pubertas yang ditandai dengan menstruasi umumnya dimulai pada usia 12   13 tahun. Anak laki laki memasuki masa pubertas dengan ejakulasi yang terjadi antara usia 13   16 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan fisik selama remaja dimulai dari masa pubertas. Pada masa ini terjadi perubahan fisiologis yang mengubah manusia yang belum mampu bereproduksi menjadi mampu bereproduksi. Hampir setiap organ atau sistem tubuh dipengaruhi oleh perubahan perubahan ini. Anak pubertas awal (prepubertal) dan remaja pubertas akhir (postpubertal) berbeda dalam tampakan luar karena perubahan perubahan dalam tinggi proporsi badan serta perkembangan ciri ciri seks primer dan sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun urutan kejadian pubertas itu umumnya sama untuk tiap orang, waktu terjadinya dan kecepatan berlangsungnya kejadian itu bervariasi. Rata rata anak perempuan memulai perubahan pubertas 1,5 hingga 2 tahun lebih cepat dari anak laki laki. Kecepatan perubahan itu juga bervariasi, ada yang perlu waktu 1,5 hingga 2 tahun untuk mencapai kematangan reproduksi, tetapi ada yang memerlukan waktu 6 tahun. Dengan adanya perbedaan perbedaan ini ada anak yang telah matang sebelum anak matang yang sama usianya mulai mengalami pubertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perkembangan Sosio emosional Anak/Siswa&lt;br /&gt;Menjelang masuk SD, anak telah rnengembangkan keterampilan berpikir bertindak dan pengaruh sosial yang lebih kompleks. Sampai dengan masa ini, anak pada dasarnya egosentris (berpusat pada diri sendiri), dan dunia mereka adalah rumah keluarga, dan taman kanak kanaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama duduk di kelas kecil SD, anak mulai percaya diri tetapi juga sering rendah diri. Pada tahap ini mereka mulai mencoba membuktikan bahwa mereka "dewasa". Mereka merasa "saya dapat mengerjakan sendiri tugas itu, karenanya tahap ini disebut tahap 'I   can   do   it   my self'. Mereka dimungkinkan untuk diberikan suatu tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya konsentrasi anak tumbuh pada kelas kelas tinggi SD. Mereka dapat meluangkan lebih banyak waktu untuk tugas tugas pilihan mereka, dan seringkali mereka dengan senang hati menyelesaikannya. Tahap ini juga termasuk tumbuhnya tindakan mandiri, kerjasama dengan kelompok, dan bertindak menurut cara cara yang dapat diterima lingkungan mereka. Mereka juga mulai peduli pada permainan yang jujur. Selama masa ini mereka juga mulai menilai diri mereka sendiri dengan membandingkannya dengan orang lain. Anak anak yang lebih muda menggunakan perbandingan sosial (social comparison) terutama untuk norma norma sosial dan kesesuaian jenis jenis tingkah laku tertentu. Pada saat anak anak tumbuh semakin lanjut, mereka cenderung menggunakan perbandingan sosial untuk mengevaluasi dan menilai kemampuan kemampuan mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai akibat dari perubahan struktur fisik dan kognitif mereka, anak pada kelas besar di SD berupaya untuk tampak lebih dewasa. Mereka ingin diperlakukan sebagai orang dewasa.Terjadi perubahan perubahan yang berarti dalam kehidupan sosial dan emosional mereka. Di kelas besar SD anak laki laki dan perempuan menganggap keikutsertaan dalam kelompok menumbuhkan perasaan bahwa dirinya berharga. Tidak diterima dalam kelompok dapat membawa pada masalah emosional yang serius Teman teman mereka menjadi lebih penting daripada sebelumnya. Kebutuhan untuk diterima oleh teman sebaya sangat tinggi. Remaja sering berpakaian serupa. Mereka menyatakan kesetiakawanan mereka dengan anggota kelompok teman sebaya melalui pakaian atau perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan antara anak dan guru juga seringkali berubah. Pada saat di SD kelas rendah, anak dengan mudah menerima dan bergantung kepada guru. Di awal awal tahun kelas tinggi SD hubungan ini menjadi lebih kompleks. Ada siswa yang menceritakan informasi pribadi kepada guru, tetapi tidak mereka ceritakan kepada orang tua mereka. Beberapa anak pra remaja memilih guru mereka sebagai model. Sementara itu, ada beberapa anak membantah guru dengan cara cara yang tidak mereka bayangkan beberapa tahun sebelumnya. Malahan, beberapa anak mungkin secara terbuka menentang gurunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tanda mulai munculnya perkembangan identitas remaja adalah reflektivitas yaitu kecenderungan untuk berpikir tentang apa yang sedang berkecamuk dalam benak mereka sendiri dan mengkaji diri sendiri. Mereka juga mulai menyadari bahwa ada perbedaan antara apa yang mereka pikirkan dan mereka rasakan serta bagaimana mereka berperilaku. Mereka mulai mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan. Remaja mudah dibuat tidak puas oleh diri mereka sendiri. Mereka mengkritik sifat pribadi mereka, membandingkan diri mereka dengan orang lain, dan mencoba untuk mengubah perilaku mereka. Pada remaja usia 18 tahun sarnpai 22 tahun, urnumnya telah rnengembangkan suatu status pencapaian identitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RINGKASAN&lt;br /&gt;Pada anak perempuan sekitar kelas 6 SD, sudah mencapai puncak lonjakan tinggi badan pada umur (10,5 13,5) tahun dan sudah mulai menstruasi umur (10,5 15,5) tahun. Sementara itu pada anak laki laki puncak lonjakan tinggi badan tercapai (12,515,5) tahun serta mereka juga sudah dewasa pada alat reproduksinya pada umur (12 16) tahun yaitu dengan ditandainya penyemburan pertama air mani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan sosio emosional, pada anak permulaan masuk SD mulai mengembangkan keterampilan berpikir, bertindak, dan pengaruh sosial yang lebih kompleks. Seiring bertambahnya kelas dan dengan berlangsungnya pendidikan dan pengajaran di sekolah, anak semakin rnengembangkan konsentrasi dalam mengerjakan sesuatu termasuk mengerjakan tugas sekolah, mengevaluasi diri sendiri dibandingkan dengan orang lain. Pada akhir SMP anak sudah mencapai perkembangan sosio emosional yang lebih stabil dan sudah mengembangkan status pencapaian identitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel yang Mungkin Berhubungan:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/teori-konstruktivisme.html"&gt;Teori Vygotsky&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/interaksi-sebagai-proses-belajar.html"&gt;Interaksi Sebagai Proses Belajar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pakem-penerapan-di-lapangan.html"&gt;PAKEM-Penerapan di Lapangan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/motivasi-belajar-unsur-unsur-yang.html"&gt;Motivasi Belajar: Unsur-Unsur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/motivasi-belajar-upaya-untuk.html"&gt;Motivasi Belajr: Upaya Meningkatkan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pendidikan-dan-gender.html"&gt;Pendidikan dan Gender&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-2567544965259884512?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/2567544965259884512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=2567544965259884512' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2567544965259884512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2567544965259884512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/karakteristik-peserta-didik-dalam.html' title='KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-4811929998533459542</id><published>2009-03-08T18:09:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T02:01:42.907-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><title type='text'>Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)</title><content type='html'>Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pengajaran dimana siswa belajar dalam kelompok kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling kerjasama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pembelajaran kooperatif dikembangkan berdasarkan teori belajar kooperatif kontruktivis. Hal ini terlihat pada salah satu teori Vigotsky yaitu penekanan pada hakikat sosiokultural dari pembelajaran Vigotsky yakni bahwa fase mental yang lebih tinggi pada umumnya muncul pada percakapan atau kerjasama antara individu sebelum fungsi mental yang lebih tinggi terserap dalam individu tersebut. Implikasi dari teori vigotsky dikehendakinya susunan kelas berbentuk kooperatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Pembelajaran kooperatif sangat berbeda dengan model pengajaran langsung. Di samping model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai hasil belajar akademik, model pembelajaran kooperatif juga efektif untuk rnengembangkan keterampilan sosial siswa. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalarn membantu siswa memahami konsep konsep yang sulit. Para pengembang model ini telah menunjukkan bahwa model struktur penghargaan kooperatif telah dapat meningkatkan penilaian siswa pada belajar akademik, dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar. Dalam banyak kasus, norma budaya anak muda sebenarnya tidak menyukai siswa siswa yang ingin menonjol secara akademis. Robert Slavin dan pakar lain telah berusaha untuk mengubah norma ini rnelalui penggunaan pembelajaran kooperatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping mengubah norma yang berhubungan dengan hasil belajar, pembelajaran kooperatif dapat memberikan keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas kerja bersama menyelesaikan tugas tugas akademik, siswa kelompok atas akan menjadi tutor bagi siswa kelompok bawah, jadi memperoleh bantuan khusus dari teman sebaya, yang memiliki orientasi dan bahasa yang sama. Dalam proses tutorial ini, siswa kelompok atas akan meningkat kemapuan akademiknya karena memberi pelayanan sebagai tutor rnembutuhkan pemikiran lebih dalam tentang hubungan ide   ide yang terdapat di dalam materi tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan penting lain dari pembelajaran kooperatif adalah untuk rnengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Keterampilan ini amat penting untuk dimiliki di dalam masyarakat di mana banyak kerja orang dewasa sebagian besar dilakukan dalam organisasi yang saling bergantung sama lain dan di mana masyarakat secara budaya semakin beragam. Sementara itu, banyak anak muda dan orang dewasa masih kurang dalam keterampilan sosial. Situasi ini dibuktikan dengan begitu sering pertikaian kecil antara individu dapat mengakibatkan tindak kekerasan atau betapa sering orang menyatakan ketidakpuasan pada sa at diminta untuk bekeda dalarn situasi kooperatif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembelajaran kooperatif tidak hanya mempelajari materi saja. Namun siswa juga harus mempelajari keterampilan-keterampilan khusus yang disebut keterampilan kooperatif. keterampilan kooperatif ini berfungsi untuk melancarkan hubungan, kerja dan tugas. Peranan hubungan kerja dapat di bangun dengian mengembangkan komunikasi antar anggota kelompok sedangkan peranan tugas dilakukan dengan membagi tugas antar anggota kelompok selama kegiatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan   keterampilan kooperatif tersebut antara lain sebagai berikut ( Lundgren, 1994)&lt;br /&gt;Keterampilan kooperatif tingkat awal&lt;br /&gt;Meliputi: (a) menggunakan kesepakatan; (b) menghargai kontribusi; (c) mengambil giliran dan berbagi tugas; (d) berada dalam kelompok; (e) berada dalam tugas; (f) mendorong partisipasi; (g) mengundang orang lain untuk berbicara; (h) menyelesaikan tugas pada waktunya; dan (i) menghormati perbedaan individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan kooperatif tingkat menengah &lt;br /&gt;Meliputi: (a) menunjukkan penghargaan dan simpati; ( b) mengungkapkan ketidaksetujuan dengan cara yang dapat diterima; (c) mendengarkan dengan aktif; (d) bertanya; (e) membuat ringkasan; (f) menafsirkan; (g) mengatur dan mengorganisir; (h) menerima, tanggung jawab; (i) mengurangi ketegangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan kooperatif tingkat mahir&lt;br /&gt;Meliputi: (a) mengelaborasi; (b) memeriksa dengan cermat; (c) menanyakan kebenaran; (d) menetapkan tujuan; (e) berkompromi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkah Laku mengajar ( Sintaks) &lt;br /&gt;Terdapat enam langkah utama atau tahapan di dalam pelajaran yang menggunakan pembeiajaran kooperatif, pelajaran di mulai dengan guru menyampaikan tujuan pelajaran dan memotivasi siswa belajar. Fase ini diikuti oleh penyajian informasi, seringkali dengan bahan bacaan daripada secara verbal. Selanjutnya siswa dikelompokkan ke dalam tim   tim belajar. Tahap ini diikuti bimbingan guru pada saat siswa bekerja bersama untuk menyelesaikan tugas bersama mereka. Fase terakhir pembelajaran kooperatif meliputi presentase hasil akhir kerja kelompok, atau evaluasi tentang apa yang telah mereka pelajari dan memberi penghargaan terhadap usaha usaha kelompok maupun individu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-4811929998533459542?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/4811929998533459542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=4811929998533459542' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4811929998533459542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4811929998533459542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pembelajaran-kooperatif-cooperative.html' title='Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-7964694602344627648</id><published>2009-03-08T09:02:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T04:45:13.951-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CTL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contextual Teaching and Learning'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Slavin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembelajaran kontekstual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Vygotsky'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konstruktivis'/><title type='text'>Teori Belajar Konstruktivis dalam Pembelajaran Fisika</title><content type='html'>Teori Belajar Konstruktivis dalam Pembelajaran Fisika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu landasan teoretik pendidikan IPA (fisika) modern termasuk pembelajaran dengan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) adalah teori pembelajaran konstruktivis. Pendekatan ini pada dasarnya menekankan pentingnya siswa membangun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar lebih diwarnai student centered daripada teacher centered. Sebagian besar waktu proses belaJar mengajar beriangsung dengan berbasis pada aktivitas siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide‑ide konstruktivis modern banyak berlandaskan pada teori Vygotsky yang telah digunakan untuk menunjang metode pengajaran yang menekankan pada pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis kegiatan, dan penemuan. Salah satu prinsip kunci yang diturunkan dari teorinya adalah menekankan pada hakikat sosial dan pembelajaran. Ia mengemukakan bahwa siswa belajar melalui interaksi dengan orang dewasa atau ternan sebaya yang lebih mampu (Slavin, 2000). Berdasarkan teori ini dikembangkan pembelajaran kooperatif, yaitu siswa lebih mudah menemukan dan memahami konsep‑konsep yang sulit jika mereka saling mendiskusikan masalah tersebut dengan temannya. Dalam mengubah miskonsepsi siswa menuju konsepsi ilmiah dalam pembelajaran fisika, diperlukan strategi pengubahan konsep (conceptual change) yang tepat dan diberikan pada saat yang tepat pula. Pengubahan konsepsi dapat dilakukan dengan menyajikan konflik kognitif (cognitive conflict). Hal ini dilakukan secara hati‑hati jangan sampal konflik kognitif yang disampaikan justru akan memperkuat stabilitas miskonsepsi siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik kognitif yang disajikan dalam proses pembelajaran harus mampu menggoyahkan stabilitas miskonsepsi siswa. Jika siswa sudah menjadi ragu terhadap kebenaran gagasannya, maka dapat diharapkan mereka akan mau merekonstruksi gagasan atau konsepsinya sehingga pada akhir proses pembelajaran di kepala siswa hanya terdapat sains guru yang berupa pengetahuan ilmiah (Sadia, 1997: 12). Implikasi penting dalam pembeiajaran fisika menurut piaget (Slavin,1994:45) adalah (a) Memusatkan perhatian pada berpikir atau proses mental anak, tidak sekedar kepada hasilnya. (b) Memperhatikan peranan dan inisiatif siswa, serta keterlibatannya secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. (c) Memaklumi akan adanya perbedaan individual dalam hal kemajuan perkembangan intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan implikasi utama dalam pembelajaran fisika berdasarkan teori Vygotsky adalah dikehendakinya susunan kelas berbentuk pembelajaran kooperatif antar siswa, sehingga siswa dapat berinteraksi di sekitar tugas‑tugas yang sulit dan saling memunculkan strategi‑strategi pemecahan masalah yang efektif di dalam masing‑masing zone of proximal development mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan‑tahapan penerapan model konstruktivis dapat mengikuti langkah‑langkah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Identifikasi awal terhadap prior knowledge dan miskonsepsi siswa tentang konsep tekanan Pada tahap ini guru mengidentifikasi pengetahuan awal siswa tentang konsep tekanan, guna untuk mengetahui kemungkinan‑kemungkinan akan munculnya miskonsepsi yang menghinggapi struktur kognitif siswa. Identifikasi ini dilakukan dengan tes diagnostik (pra tes) dan interview klinis yang dilaksanakan sebelum pernbelajaran;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Penyusunan Program Pembelaiaran dan Strategi Pengubahan Miskonsepsi. Program pernbelajaran dijabarkan dalam bentuk Satuan Pelajaran. Sedangkan strategi pengubahan miskonsepsi diwujudkan dalam bentuk modul tentang konsep‑konsep esensial yang mengacu pada konsepsi awal siswa yang telah dijaring sebelum pernbelajaran dilaksanakan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Orientasi dan Elicitasi. Situasi pembelajaran yang kondusif dan mengasyikkan sangatlah perlu diciptakan pada awal pembelajaran guna membangkitkan minat mereka terhadap topik yang akan dibahas Siswa dituntun agar mereka mau mengemukakan gagasan intuitifnya sebanyak mungkin tentang gejala‑gejala fisika yang mereka amati dalam lingkungan hidupnya sehari‑hari. Pengungkapan gagasan tersebut dapat rnelalui diskusi, menulis, ilustrasi gambar dan sebagainya. Suasana pembeiajaran dibuat santai, agar siswa tidak khawatir dicemoohkan dan ditertawakan bila gagasan‑gagasannya salah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Refleksi. Dalam tahap ini, berbagai macam gagasan‑gagasan yang bersifat miskonsepsi yang muncul pada tahap orientasi dan elicitasi direfleksikan dengan miskonsepsi yang telah dijaring pada tahap awal. Miskonsepsi ini diklasifikasikan berdasarkan tingkat kesalahan untuk memudahkan merestrukturisasinya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Restrukturisasi Ide, berupa: (a) Tantangan. Siswa diberikan pertanyaan‑pertanyaan tentang gejala‑gejala yang kemudian dapat diperagakan atau diselidiki dalam praktikum. Mereka diminta untuk meramalkan hasil percobaan dan memberikan alasan untuk mendukung ramalannya itu; (b) Konflik Kognitif dan Diskusi Kelas. Siswa akan dapat melihat sendiri apakah ramalan mereka benar atau salah. Mereka didorong untuk menguji keyakinan dengan. melakukan percobaan di laboratorium. Bila ramalan mereka meleset, mereka akan mengalami konflik kognitif dan mulai tidak puas dengan gagasan mereka. Usaha untuk mencari penjelasan ini dilakukan dengan proses konfrontasi rnelalui diskusi dengan ternan atau guru yang pada kapasitasnya sebagai fasilitator dan mediator; (c) Membangun Ulang Kerangka Konseptual Siswa dituntun untuk menemukan sendiri bahwa konsep‑konsep yang baru itu memiliki konsistensi internal. Menuniukkan bahwa konsep ilmiah yang baru itu memiliki keunggulan dari gagasan yang lama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Aplikasi. Meyakinkan siswa akan manfaat untuk beralih konsepsi dari miskonsepsi menuju konsepi ilmiah. Menganjurkan rnereka untuk menerapkan konsep iimiahnya tersebut dalam berbagai macam situasi untuk memecahkan masalah yang instruktif dan kemudian menguji penyelesaiaanya secara ernpiris;&lt;br /&gt;(7) Review. Review dilaksanakan untuk meninjau keberhasilan strategi pembelajaran yang telah beriangsung dalam upaya mereduksi miskonsepsi yang muncul pada awal pembelajaran. Revisi terhadap strategi pembelajaran dilakukan bila miskonsepsi yang muncul kembali bersifat sangat resisten. Hal ini penting dilakukan agar miskonsepsi yang resisten tersebut tidak selarnanya menghinggapi struktur kognitif, yang pada akhirnya akan bermuara pada kesulitan belajar dan rendahnya prestasi siswa yang bersangkutan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-7964694602344627648?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/7964694602344627648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=7964694602344627648' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7964694602344627648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7964694602344627648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/teori-belajar-konstruktivis-dalam.html' title='Teori Belajar Konstruktivis dalam Pembelajaran Fisika'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-6998797432592965343</id><published>2009-03-08T09:01:00.000-07:00</published><updated>2009-03-08T09:58:24.554-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi belajar'/><title type='text'>Tips Motivasi Belajar Siswa (1)</title><content type='html'>Tips Motivasi Belajar Siswa (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang diinginkan siswa ketika seorang guru akan memasuki ruang kelas dan guru diharapkan nantinya untuk dapat memenuhi hal tersebut untuk menjaga agar siswa tetap termotivasi dalam belajar Menurut Ronald. W. Luee (1990) hal yang diinginkan siswa tersebut adalah: (1) Siswa ingin kebutuhan pribadinya dalan~ belajar terpenuhi Mereka ingin bakat dan kemampuan mereka dihargai oleh guru dalam kelas; (2) Siswa menginginkan guru yang benar‑benar menghargai mereka sebagai "manusia", yang peduli mereka bukan hanya guru yang selalu ingin mengevaluasi mereka; (3) Siswa ingin ditantang dengan pelajaran bukan menjatuhkan mereka; (4) Siswa ingin guru menjaga dan selalu mendukung mereka serta mengikuti perkembangan mereka secara individu; (5) Siswa menyukai guru yang bisa menyesuaikan diri dengan usia mereka, humoris dan bisa mengerti humor mereka; (6) Siswa menyukai cara menerangkan yang jelas dan lengkap serta memberikan contoh‑contoh yang konkrit.&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" src="http://kumpulblogger.com/machor.php?b=33471" width="100%" height="200px" marginwidth=0 marginheight=0 &gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;Lana Becker dan Kent N. Schneider (2004 : 13) menyarankan beberapa peraturan agar tetap fokus dan termotivasi dalam belajar : (1) Menjelaskan kepada siswa untuk mempelajari materi yang akan diajarkan; (2) Menyediakan media visual untuk mendukung materi pelajaran; (3) Menerangkan materi pelajaran secara logis dan dapat diterapkan; (4) Memberikan kegiatan didalam kelas segera setelah materi tersebut diajarkan; (5) Membantu siswa untuk menghubungkan pelajaran yang lalu dengan pelajaran yang sedang diajarkan; (6) menghargai siswa ketika proses belajar sedang berlangsung. Apabila siswa merasa dihargai maka mereka akan memberikan usaha terbaiknya; (7) Memberikan standar belajar yang tinggi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-6998797432592965343?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/6998797432592965343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=6998797432592965343' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6998797432592965343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6998797432592965343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/tips-motivasi-belajar-siswa-1.html' title='Tips Motivasi Belajar Siswa (1)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-5735819970386085983</id><published>2009-03-08T09:00:00.000-07:00</published><updated>2009-03-08T20:23:35.776-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='piaget'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='zone of proximal development'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Slavin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konstruktivisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konstruktivis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vygotsky'/><title type='text'>Teori Pembelajaran Konstuktivis</title><content type='html'>Teori Pembelajaran Konstuktivis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori konstrukvis menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan‑aturan dan merevisinya apabila aturan‑ aturan itu tidak lagi sesuai. Bagi siswa agar benar‑benar memahami dan menerapkan pengetahuan, mereka harus bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, berusaha dengan susah payah dengan ide‑ide Teori ini berkembang dari piaget dan Vygotsky (Slavin,1994:225).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut teori konstruktivis ini, satu prinsip yang paling penting dalam psikologi pendidikan adalah guru tidak dapat hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa liarus membangun sendiri pengetahuan di dalam benaknya. Guru dapat memberikan kemudahan untuk proses ini, dengan memberi kesempatan untuk menemukan atau menerapkan ide‑ide mereka sendiri, dan mengajar siswa menjadi sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar. Guru dapat memberi siswa anak tangga yang mernbawa siswa ke pemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan siswa sendirl yang harus memanjat anak tangga tersebut. Guru seharusnya hadir sebagai nara sumber dan seharusnya bukan menjadi penguasa kelas yang memaksakan jawaban yang benar. Siswa harus bebas membangun pemahaman increka sendiri. Solusi siswa terhadap masalah dan pertanyaan‑pertanyaan rnereka mencerminkan pandangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Menurut piaget, perkembangan kognitif sebagian besar bergantung pada seberapa besar anak aktif memanipulasi dan aktif berinteraksi dengan lingkungannya (Slavin, 1994:45). Sedangkan rnenurut Vygotsky bahwa pembelajaran terjadi apabila anak bekerja atau belajar menangani tugas‑tugas yang belum dipelajari, namun tugas‑tugas itu masih berada dalam jangkuan kemampuannya atau tugas‑tugas tersebut berada dalam zone of proximal development. Zone of proximal development adalah daerah antar tingkat perkembangan sesungguhnya yang didefinisikan sebagai kemampuan memecahkan masalah secara mandiri dan tingkat perkembangan potensial yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu (Shaffer, 1996: 274‑275).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembelajaran yang terjadi menurut pandangan konstruktivisme menekankan pada kualitas dari keaktifan siswa dalam menginterpretasikan dan membangun pengetahuannya. Setiap organisme menyusun pengalamannya dengan jalan menciptakan struktur mental dan menerapkannya dalam pembelajaran. Suatu proses aktif dalam mana organisme atau individu berinteraksi dengan lingkungannya dan mentransformasinya ke dalam pikirannya dengan bantuan struktur kognitif yang telah ada dalarn pikirannya (Cobb, 1994:15).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-5735819970386085983?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/5735819970386085983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=5735819970386085983' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5735819970386085983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5735819970386085983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/ri-pembelajaran-konstuktivis.html' title='Teori Pembelajaran Konstuktivis'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-703901708262915815</id><published>2009-03-08T08:59:00.000-07:00</published><updated>2009-03-08T20:22:05.646-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran berdasarkan masalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran langsung'/><title type='text'>Pembelajaran Kontekstual (Contexlual Teaching and Learning)</title><content type='html'>Pembelajaran Kontekstual (Contexlual Teaching and Learning)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rachmadiarti (2002) suatu proses kegiatan belajar mengajar dapat dikatakan berorientasi pada Contextual Teaching and Learning (CTL) apabila mempunyai tujuh pilar yaitu: (1) Inkuiri (inquiry); (2) bertanya (questioning); (3) konstruktivisme (constructivism); (4) masyarakat belajar (learning community); (5) penilaian autentik (autentic assesment); (6) refleksi (reflection); dan (7) pemodelan (modelling).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pengembangan model dan strategi pembelajaran, prinsip-prinsip CTL banyak memberikan sumbangan terhadap pengembangan model pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning/CL) dan model pengajaran berdasarkan masalah (Problem Based Instructions/PBI). Hal ini disebabkan karena prinsip-prinsip CTL ini temyata sangat terkait erat dengan teori konstruktivis. Di samping itu, salah satu pilar CTL tentang pemodelan memberikan sumbangan terhadap model pengajaran langsung (Direct Instructions/ DI). Demikian pula dengan aplikasi prinsip CTL lainnya tercermin pada strategi pembelajaran (Learning Sgrategy/LS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning/CL)&lt;br /&gt;Pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pengajaran di mana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling bekerja sama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Pengajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Instruction/PBI)&lt;br /&gt;Secara garis besar PBI terdiri dari menyajikan kepada siswa situasi masalah yang otentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri. Peranan guru dalam PBI adalah mengajukan masalah, memfasilitasi penyelidikan dan dialog siswa, serta mendukung belajar siswa. PBI diorganisasikan di sekitar situasi kehidupan nyata yang menghindari jawaban sederhana dan mengundang berbagai pemecahan yang bersaing. Adapun ciri-ciri utama PBI meliputi suatu pengajuan pertanyaan atau masalah, suatu pemusatan antar disiplin, penyelidikan autentik, kerja sama serta menghasilkan karya atau peragaan. PBI tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak‑banyaknya kepada siswa. PBI utamanya dikembangkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berflkir, pemecahan masalah, dan keterampilan intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction/DI)&lt;br /&gt;Model Pembelajaran langsung merupakan suatu model pengajaran yang sebenamya bersifat teacher center Dalam menerapkan model pengajaran langsung, guru harus mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan yang akan dilatihkan kepada siswa secara langkah demi langkah. Karena dalam pembelajaran peran guru sangat dominan maka guru dituntut agar dapat menjadi seorang model yang menarik bagi siswa.&lt;br /&gt;Model pengajaran langsung dirancang secara khusus untuk mengembangkan pengetahuan prosedural dan deklaratif&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Strategi Belajar (Learning Strategy)&lt;br /&gt;Akhirnya, adalah sangat penting bagi guru untuk membantu para siswanya menguasai strategi belajar. Strategi belajar merupakan alat untuk membantu siswa belajar dengan kemampuannya sendiri Proses‑proses ini digunakan untuk membantu siswa "belajar bagaimana belajar” (learn how to learn), yaitu bagaimana memahami, menyimpan dan mengingat kembali keterampilan atau informasi. Strategi‑strategi belajar dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu strategi pengulangan, strategi elaborasi, strategi organisasi dan strategi metakognitif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multi ModelMerupakan penggabungan beberapa model pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan kontekstual.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-703901708262915815?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/703901708262915815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=703901708262915815' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/703901708262915815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/703901708262915815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pembelajaran-kontekstual-contexlual.html' title='Pembelajaran Kontekstual (Contexlual Teaching and Learning)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-3508379729741156118</id><published>2009-03-08T08:58:00.000-07:00</published><updated>2009-03-08T20:26:16.569-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guided Discovery Learning'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='el Pembelajaran Penemuan Terbimbing'/><title type='text'>Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery Learning)</title><content type='html'>Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery Learning)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran dengan penernuan (Discovery Learning) merupakan suatu komponen penting dalam pendekatan konstruktivis yang telah memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan. Ide pembelajaran penernuan (Discovery Learning) muncul dari keinginan untuk memberi rasa senang kepada anak/siswa dalam "menemukan" sesuatu oleh mereka sendiri dengan mengikuti jejak para ilmuwan. (Nur 2000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran penernuan dibedakan menjadi 2, yaitu pembelajaran penemuan bebas (Free Discovery Learning) atau sering disebut open ended discovery dan pembelajaran penemuan terbimbing (Guided Discovery Learning) (UT 1997). Dalam pelaksanaannya, pembelajaran penernuan terbimbing (Guided Discovery Learning) lebih h banyak diterapkan, karena dengan petunjuk guru siswa akan bekerja lebih terarah dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Namun bimbingan guru bukanlah semacam resep yang harus dlikuti tetapi hanya merupakan arahan tentang prosedur kerja yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carin (1993) memberi petunjuk dalam merencanakan dan menyiapkan pembelajaran penemuan terbimbing (Guided Discovery Learning) sebagai berikut. a. Menentukan tujuan yang akan dipelajari oleh siswa: (1) Memilih metode yang sesuai dengan kegiatan penernuan; (2) Menentukan lembar pengamatan data untuk siswa; (3) Menyiapkan alat dan bahan secara lengkap; (4) Menentukan dengan cermat apakah siswa akan bekerja secara individu atau secara berkelompok yang terdiri dari 2‑5 siswa; (5) Mencoba terlebih dahulu kegiatan yang akan dikerjakan oleh siswa.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujuan di atas Carin (1993) menyarankan hal‑hal di bawah ini: (1) Membantu siswa untuk memahami tujuan dan prosedur kegiatan yang harus dilakukan; (2) Memeriksa bahwa semua siswa memahami tujuan dan prosedur kegiatan yang harus dilakukan; (3) Menjelaskan pada siswa tentang cara bekerja yang aman; (4) Mengamati setiap siswa selama mereka melakukan kegiatan; (5) Memberi waktu yang cukup kepada siswa untuk mengembalikan alat dan bahan yang digunakan; (6) Melakukan diskusi tentang kesimpulan untuk setiap jenis kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa saran tambahan berdasarkan pada pendekatan penemuan dalam pengajaran (Nur 2000): (1) Mendorong siswa mengajukan dugaan awal dengan cara mengajukan pertanyaan membimbing; (2) Menggunakan bahan dan permainan yang bervariasi; (3) Menggunakan sejumlah contoh yang kontras atau memperlihatkan perbedaan yang nyata dengan materi ajar mengenai topik‑topik terkait; (4) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mernuaskan keingintahuan mereka, meskipun mereka mengajukan gagasan‑gagasan yang tidak berhubungan langsung dengan pengajaran; (5) Menggunakan sejumlah contoh yang kontras atau memperlihatkan perbedaan yang nyata dengan materi ajar mengenai topik‑topik terkait&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-3508379729741156118?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/3508379729741156118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=3508379729741156118' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3508379729741156118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3508379729741156118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-penemuan-terbimbing.html' title='Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery Learning)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-4151446799263947076</id><published>2009-03-06T20:43:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:27:00.833-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konstruktivis'/><title type='text'>Teori Konstruktivisme</title><content type='html'>Teori Konstruktivisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar lebih dari sekedar mengingat. Bagi siswa, untuk benar-benar  mengerti dan dapat kmenerapkan ilmu pengetahuan, mereka harus bekerja untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu bagi diri mereka sendiri, dan selalu bergulat dengan ide-ide. Tugas pendidikan tidak hanya menuangkan atau menjejalkan sejumlah informasi ke dalam benak siswa, tetapi mengusahakan bagaimana agar konsep-konsep penting dan sangat berguna tertanam kuat dalam benak siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori yang dikenal dengan constructivist theories of lerning  menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasi informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisi aturan-aturan itu apabila tidak lagi sesuai.  Hakekat dari teori konstruktivis adalah ide bahwa siswa harus menjadikan informasi itu miliknya sendiri (Nur dan  Retno,2000:2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan konstruktivisme dalam pengajaran menekankan pengajaran top down daripada bottom-up. Top down berarti bahwa siswa mulai dengan masalah kompleks untuk dipecahkan dan kemudian memecahkan atau menemukan (dengan bimbingan guru) keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan. Sedangkan pendekatan bottom-up tradisional yang mana keterampilan-keterampilan dasar secara tahap demi tahap dibangun menjadi keterampilan-keterampilan yang lebih kompleks. (Slavin, 1997 dalam Nur dan Retno,2000:7). Sehingga dapat dikatakan bahwa di dalam kelas yang terpusat pada siswa peran guru adalah membantu siswa menemukan fakta, konsep atau prinsip bagi diri mereka sendiri, bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dikatakan bahwa salah satu konsep kunci dari teori belajar konstruktivis adalah pembelajaran dengan pengaturan diri (self regulated learning) yaitu seseorang yang memiliki pengetahuan tentang strategi belajar efektif dan bagaimana serta kapan menggunakan pengetahuan itu (Nur dan  Retno, 2000:12). Jadi apabila siswa memiliki strategi belajar yang efektif dan motivasi serta tekun menerapkan strategi itu sampai pekerjaan terselesaikan maka kemungkinan mereka adalah pelajar yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pendekatan dalam pengajaran konstruktivis yang sangat berpengaruh dari Jerome Bruner adalah belajar penemuan dimana siswa didorong untuk belajar sebagian besar melalui partisipasi aktif mereka sendiri dengan konsep dan prinsip dimana guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman serta dapat melakukan eksperimen yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri. (Nur dan Wikandari,2000:10)&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan yang lain dalam pengajaran dan pembelajaran yang juga berlandaskan pada teori konstruktivis adalah pengajaran dan pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Pengajaran dan pembelajaran kontekstual merupakan suatu konsepsi yang membantu guru mengkaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga Negara dan tenaga kerja (U.S. Department of Education and the National School-to-Work Office yang dikutip oleh Blanchard, 2001 dalam Nur,2001a:1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya CTL juga menekankan pentingnya siswa membangun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan aktif proses belajar mengajar. PBM lebih diwarnai student centred daripada teacher centered. Sebagaian besar  waktu PBM berlangsung dengan berbasis pada aktivitas siswa. Inquiry-Based Learning dan Problem-Based Learning disebut sebagai strategi CTL yang diwarnai student centered dan aktivitas siswa (University of Washington,2001 dalam Nur,2001a:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka:&lt;br /&gt;Nur, M. dan Wikandari P.R. 2000. Pengajaran Berpusat Kepada Siswa Dan Pendekatan Konstruktivis Dalam Pengajaran. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya University Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur, M. 2001a. “Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual”. Makalah disajikan pada Pelatihan TOT guru mata pelajaran SLTP dan MTs dari enam propinsi, di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Wilayah IV Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CTL, pembelajaran kontekstual, konstruktivisme&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-4151446799263947076?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/4151446799263947076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=4151446799263947076' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4151446799263947076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4151446799263947076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/teori-konstruktivisme_06.html' title='Teori Konstruktivisme'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-7904543818170004529</id><published>2009-03-06T20:42:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:29:32.827-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='piaget'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konstruktivis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vygotsky'/><title type='text'>Teori Piaget</title><content type='html'>Teori Piaget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori belajar kognitif berkembang dari Piaget, Vygotsky dan teori pemrosesan informasi. Teori kognitif yang terkenal adalah teori Piaget. Dalam pandangan Piaget pengetahuan datang dari tindakan jadi perkembangan kognitif sebagian besar bergantung kepada seberapa jauh anak aktif memanipulasi dan aktif berinteraksi dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga aspek perkembangan intelektual yaitu : struktur, isi dan fungsi. (Dahar ,1988:179). Struktur atau skemata merupakan organisasi mental tingkat tinggi yang terbentuk pada individu waktu ia berinteraksi dengan lingkungannya. Isi merupakan pola perilaku khas anak yang tercermin pada responnya terhadap berbagai masalah atau situasi yang dihadapinya. Sedangkan fungsi adalah cara yang digunakan organisme untuk membuat kemajuan intelektual. Fungsi itu terdiri dari organisasi dan adaptasi. Semua organisme lahir dengan kecenderungan untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka. Cara beradaptasi ini berbeda antara organisme yang satu dengan yang lain. Adaptasi terhadap lingkungan dilakukan melalui 2 proses yaitu : assimilasi dan akomodasi. Dalam proses asimilasi seseorang menggunakan struktur atau kemampuan yang sudah ada untuk menanggapi masalah yang dihadapinya dalam lingkungan. Dan proses akomodasi seseorang memerlukan modifikasi struktur mental yang ada untuk mengadakan respon terhadap tantangan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Menurut Slavin (dalam Nur :1998 : 27) implikasi dari teori Piaget dalam pembelajaran adalah sebagai berikut : (1) Memfokuskan pada proses berfikir atau proses mental anak tidak sekedar pada produknya. Di samping kebenaran jawaban siswa, guru harus memahami proses yang digunakan anak sehingga sampai pada jawaban tersebut. (2) Pengenalan dan pengakuan atas peranan anak-anak yang penting sekali dalam inisiatif diri dan keterlibatan aktif dalam kegaiatan pembelajaran. Dalam kelas Piaget penyajian materi jadi (ready made) tidak diberi penekanan, dan anak-anak didorong untuk menemukan untuk dirinya sendiri melalui interaksi spontan dengan lingkungan. (3) Tidak menekankan pada praktek-praktek yang diarahkan untuk menjadikan anak-anak seperti orang dewasa dalam pemikirannya. (4) Penerimaan terhadap perbedaan individu dalam kemajuan perkembangan, teori Piaget mengasumsikan bahwa seluruh anak berkembang melalui urutan perkembangan yang sama namun mereka memperolehnya dengan kecepatan yang berbeda. (5) Dari uraian tersebut pembelajaran menurut konstruktivis dilakukan dengan memusatkan perhatian kepada berfikir atau proses mental anak, tidak sekedar pada hasilnya dan mengutamakan peran siswa dalam kegiatan pembelajaran serta memaklumi adanya perbedaan individu dalam kemajuan perkembangan yang dapat dipegaruhi oleh perkembangan intelektual anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka:&lt;br /&gt;Nur, M. 1998. Teori-teori Perkembangan. Surabaya : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahar, R.W. 1988. Teori-teori Belajar. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Dikti. Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan : Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-7904543818170004529?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/7904543818170004529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=7904543818170004529' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7904543818170004529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7904543818170004529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/teori-konstruktivisme.html' title='Teori Piaget'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-5881171206464363101</id><published>2009-03-06T20:40:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:30:26.464-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='proses belajar mengajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gagne'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='interaksi'/><title type='text'>Interaksi Sebagai Proses Belajar Mengajar</title><content type='html'>Interaksi Sebagai Proses Belajar Mengajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keseluruhan  proses pendidikan dan pengajaran di sekolah berlang-sung interaksi guru dan siswa dalam proses belajar mengajar yang merupakan kegiatan paling pokok. Jadi proses belajar mengajar merupakan proses kegiatan interaksi antara dua unsur manusiawi yakni siswa sebagai pihak yang belajar dan guru sebagai pihak yang mengajar. Dalam proses interaksi tersebut dibutuhkan komponen pendukung (ciri-ciri interaksi edukatif)  yaitu (1) Interaksi belajar mengajar memiliki tujuan : yakni untuk membantu anak dalam suatu perkembangan tertentu. Interaksi belajar mengajar sadar tujuan, dengan menempatkan siswa sebagai pusat perhatian siswa mempunyai tujuan, (2) Ada suatu prosedur (jalannya interaksi) yang direncanakan, didesain untuk mencapai tujuan yang telah dilaksanakan. Dalam melakukan interaksi perlu adanya prosedur, atau langkah-langkah sistematik yang relevan,  (3) Interaksi belajar mengajar ditandai dengan satu penggarapan materi yang khusus. Materi didesain sehingga dapat mencapai tujuan dan dipersiapkan sebelum berlangsungnya interaksi belajar mengajar, (4) Ditandai dengan adanya aktivitas siswa. Siswa sebagai pusat pembelajaran, maka aktivitas siswa merupakan syarat mutlak bagi berlangsungnya interaksi belajar mengajar, (5) Dalam interaksi belajar mengajar guru berperan sebagai pembimbing. Guru memberikan motivasi agar terjadi proses interaksi dan sebagai mediator dan proses belajar mengajar, (6) dalam interaksi belajar mengajar membutuhkan disiplin. Langkah-langkah yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan, (7) Ada batas waktu. Setiap tujuan diberi waktu tertentu, kapan tujuan itu harus dicapai, (8) Unsur penilaian. Untuk mengetahui apakah tujuan sudah tercapai melalui interaksi  belajar mengajar.( Titin, 2003:10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam mengelola interaksi belajar mengajar guru harus memiliki kemampuan mendesain program, menguasai materi pelajaran, mampu menciptakan kondisi kelas yang kondusif, terampil memanfaatkan media dan memilih sumber, memahami cara atau metode yang digunakan,  memiliki keterampilan mengkomunikasikan program serta memahami landasan-landasan pendidikan sebagai dasar bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang mengajar di depan kelas, terjadi dua proses yang terpadu yaitu   proses belajar mengajar. Seorang pengajar dapat mengartikan belajar sebagai kegiatan pengumpulan fakta atau juga dapat dikatakan bahwa belajar merupakan suatu proses penerapan prinsip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagne (dalam Abdillah dan Abdul,1988 :17) mengatakan bahwa belajar merupakan suatu proses yang dapat dilakukan oleh makhluk hidup yang memungkinkan makhluk hidup ini merubah perilakunya cukup cepat dalam cara kurang lebih sama, sehingga perubahan yang sama tidak harus pada setiap situasi baru.  Sedangkan Dahar (1988 :11) mendefinisikan belajar sebagai suatu proses dimana organisme perilakunya sebagai akibat pengalaman. Belajar bukanlah menghafalkan fakta-fakta yang terlepas-lepas, melainkan mengaitkan konsep yang baru dengan konsep yang telah ada dalam struktur kognitif, atau mengaitkan konsep pada umumnya menjadi proposisi yang bermakna.&lt;br /&gt;Merujuk pada kaum kontruktivis bahwa belajar merupakan proses aktif dalam mengkonstruksi arti teks, dialog, pengalaman fisik, dll. Lebih lanjut dikemukakan bahwa belajar juga merupakan proses mengasimilasikan dan menghubungkan pengalaman atau apa yang dipelajari dengan apa yang sudah dipunyai seseorang. (Suparno P , 1997 :61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan beberapa pendapat tentang belajar tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan individu secara sadar untuk memperoleh perubahan tingkah laku tertentu baik yang dapat diamati secara langsung maupun yang tidak dapat diamati secara langsung sebagai pengalaman (latihan) dalam interaksinya dengan lingkungan. Atau dapat dikatakan bahwa belajar sebagai suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan dan menghasilkan perubahan dalam pengetahuan dan pemahaman, keterampilan serta nilai-nilai dan sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar fisika dalam kerangka pengajaran dan pendidikan di sekolah adalah  proses aktivitas siswa arahan dan bimbingan untuk mempelajari materi mata pelajaran fisika. Melalui kegiatan belajar fisika siswa diharapkan memperoleh pengertian tentang fakta-fakta, konsep fisika, prinsip, hukum, metode ilmiah dan sikap ilmiah serta saling keterkaitan antar komponen-komponen itu. Selanjutnya semua hal yang dipelajari tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata dan dapat digunakan untuk mempelajari perkembangan sains dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru ke siswa, melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya. Mengajar berarti partisipasi dengan siswa dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mencari kejelasan, bersikap kritis, dan mengadakan justifikasi. Jadi mengajar adalah suatu bentuk belajar sendiri. (Bettencournt, 1989  dalam Suparno P,1997 :65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses belajar harus tumbuh dan berkembang dari diri anak sendiri, dengan kata lain anak-anak yang harus aktif belajar sedangkan guru bertindak sebagai pembimbing. Pandangan ini pada dasarnya mengemukakan bahwa mengajar adalah membimbing kegiatan belajar anak. ”Teaching  is the guidance of learning activities, teaching is for the purpose of aiding the pupil learn” ……. ( Hamalik ,2002:58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dapat disimpulkan bahwa belajar mengajar merupakan  proses kegiatan komunikasi dua arah. Proses belajar mengajar merupakan kegiatan yang integral (terpadu) antara siswa sebagai pelajar yang sedang belajar dengan guru  sebagai pengajar yang sedang mengajar. Selanjutnya proses belajar mengajar merupakan aspek dari proses pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan orientasi proses belajar mengajar siswa harus ditempatkan sebagai sujek belajar yang sifatnya aktif dan melibatkan banyak faktor yang mempengaruhi, maka keseluruhan proses belajar yang harus dialami siswa dalam kerangka pendidikan di sekolah dapat dipandang sebagai suatu sistem, yang mana sistem tersebut merupakan kesatuan dari berbagai komponen (input) yang saling berinteraksi (proses) untuk menghasilkan sesuatu dengan tujuan yang telah ditetapkan (output).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka:&lt;br /&gt;Abdillah, H. dan Abdul, M. 1988. Prinsip-prinsip Belajar untuk Pengajaran. Surabaya Indonesia : Usaha Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamalik, U. 2002. Psikologi Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suparno, P. 1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Jakarta : Kanisius&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-5881171206464363101?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/5881171206464363101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=5881171206464363101' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5881171206464363101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5881171206464363101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/interaksi-sebagai-proses-belajar.html' title='Interaksi Sebagai Proses Belajar Mengajar'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-2778111027457069232</id><published>2009-03-06T20:39:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:31:06.069-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Vygotsky'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vygotsky'/><title type='text'>Teori Vygotsky</title><content type='html'>Teori Vygotsky&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Vygotsky memberikan suatu sumbangan yang sangat berarti dalam kegiatan pembelajaran. Teori ini memberi penekanan pada hakekat sosiokultural dari pembelajaran.  Vygotsky menyatakan bahwa  pembelajaran terjadi apabila peserta didik bekerja atau belajar menangani tugas-tugas yang belum dipelajari namun tugas-tugas itu masih berada dalam jangkauan kemampuan atau tugas itu berada dalam zone of proximal development daerah terletak antara tingkat perkembangan anak saat ini yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu. (Nur dan Wikandari,2000:4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Vigotsky dalam kegiatan pembelajaran juga dikenal apa yang dikatakan scaffolding (perancahan), dimana perancahan mengacu kepada bantuan yang diberikan teman sebaya atau orang dewasa yang lebih lompeten, yang berarti bahwa memberikan sejumlah besar dukungan kepada anak selama tahap-tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan dan memberikan kesempatan kepada anak itu untuk mengambil tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia mampu melakukannya sendiri. (Nur, 1998:32)&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Implikasi dari teori Vygostky dalam pendidikan yaitu  : (1) Dikehendaki setting kelas berbentuk pembelajaran kooperatif antar siswa, sehingga siswa dapat berinteraksi di sekitar tugas-tugas dan saling memunculkan strategi-strategi pemecahan masalah afektif dalam zona of proximal development. (2) Dalam pengajaran ditekankan scaffolding sehingga siswa semakin lama semakin bertanggung jawab terhadap pembelajarannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka:&lt;br /&gt;Nur, M. 1998. Teori-teori Perkembangan. Surabaya : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur, M. dan Wikandari P.R. 2000. Pengajaran Berpusat Kepada Siswa Dan Pendekatan Konstruktivis Dalam Pengajaran. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya University Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vygotsky, scaffolding, zone of proximal development&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-2778111027457069232?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/2778111027457069232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=2778111027457069232' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2778111027457069232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2778111027457069232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/teori-vygotsky.html' title='Teori Vygotsky'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-7311347613437376919</id><published>2009-03-06T20:37:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:31:55.308-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teori bandura'/><title type='text'>Teori Bandura Tentang Modeling (Pemodelan)</title><content type='html'>Teori Bandura Tentang Modeling (Pemodelan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemodelan   merupakan   konsep   dasar   dari   teori   belajar    sosial      yang dikembangkan oleh Albert Bandura dan teori ini merupakan pengembangkan atau perluasan dari teori belajar perilaku yang tradisional. Melalui pembelajaran sosial seseorang dapat belajar melalui pengamatan (observation learning) terhadap suatu model.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri model yang berpengaruh terhadap pengamat adalah model yang tampak menarik, dapat dipercaya, cocok dalam kelompok dan memberikan standar yang meyakinkan sebagai pedoman bagi pengamat.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Ada empat (4)  elemen penting yang menurut Bandura perlu diperhatikan dalam pembelajaran melalui pengamatan yaitu ; (1). Atensi, (2). Retensi, (3). Reproduksi dan (4). Motivasi. (Dahar,1988:34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka:&lt;br /&gt;Dahar, R.W. 1988. Teori-teori Belajar. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Dikti. Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan : Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-7311347613437376919?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/7311347613437376919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=7311347613437376919' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7311347613437376919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7311347613437376919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/teori-bandura-tentang-modeling.html' title='Teori Bandura Tentang Modeling (Pemodelan)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-6348729006017675868</id><published>2009-03-06T20:34:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:32:39.562-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teori ausubel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar bermakna'/><title type='text'>Teori Ausubel Tentang Belajar Bermakna (Meaningful Learning)</title><content type='html'>Teori Ausubel Tentang Belajar Bermakna (Meaningful)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ausubel (dalam Dahar, 1988:137) mengemukakan bahwa belajar dikatakan bermakna (meaningful) jika informasi yang akan dipelajari peserta didik disusun sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki peserta didik sehingga peserta didik dapat mengaitkan informasi barunya dengan struktur kognitif yang  dimilikinya. Ausubel (dalam Dahar ,1988 :142) juga  menyatakan bahwa agar belajar bermakna terjadi dengan baik dibutuhkan beberapa syarat, yaitu : (1). Meteri yang akan dipelajari harus bermakna secara potensial, (2). Anak yang akan belajar harus bertujuan melaksanakan belajar bermakna sehingga mempunyai kesiapan dan niat untuk belajar bermakna.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan lebih lanjut oleh Ausubel (Dahar ,1989 :141) ada tiga kebaikan dari belajar bermakna yaitu : (a) Informasi yang dipelajari secara  bermakna lebih lama dapat diingat, (b) Informasi yang dipelajari secara bermakna memudahkan proses belajar berikutnya untuk materi pelajaran yang miri, (c) Informasi yang dipelajari secara bermakna mempermudah belajar hal-hal yang mirip walaupun telah terjadi lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka:&lt;br /&gt;Dahar, R.W. 1988. Teori-teori Belajar. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Dikti. Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan : Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-6348729006017675868?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/6348729006017675868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=6348729006017675868' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6348729006017675868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6348729006017675868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/teori-ausubel-tentang-belajar-bermakna.html' title='Teori Ausubel Tentang Belajar Bermakna (Meaningful Learning)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-5047906470263324525</id><published>2009-03-06T20:33:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:33:35.919-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem memori'/><title type='text'>Sistem Memori</title><content type='html'>Sistem Memori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Memori tersusun atas (a) register penginderaan; (b) memori jangka pendek; dan (c) memori jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a). Register Penginderaan&lt;br /&gt;Pemrosesan informasi yang terjadi dalam otak manusia adalah melalui beberapa komponen. Komponen yang pertama dari sistem memori yang dilalui informasi adalah register penginderaan. Register penginderaan ini berfungsi untuk menampung sejumlah informasi dari indera seperti penglihatan, pendengaran, peraba, pembau dan pengecap. Informasi yang ditampung mempunyai kapasitas yang besar dan disimpan dalam waktu yang sangat singkat, tidak lebih dari dua detik. Dalam waktu singkat tersebut jika tidak mendapatkan suatu proses terhadap informasi yang ditampung maka informasi tersebut biasanya akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan register penginderaan mempunyai dua implikasi yang penting dalam pendidikan. Pertama, orang harus menaruh perhatian pada suatu informasi bila informasi itu harus diingat. Kedua, seseorang memerlukan waktu untuk membawa semua informasi yang dilihat dalam waktu singkat masuk ke dalam kesadaran (Nur dkk,1998:3).Misalnya apabila siswa dijejali dengan terlalu banyak informasi pada suatu waktu dan tidak diberi tahu aspek informasi mana yang harus diperhatikan, maka mereka akan mengalami kesulitan dalam mempelajari semua informasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Memori Jangka Pendek&lt;br /&gt;Informasi yang dipersepsi seseorang dan mendapatkan perhatian ditransfer ke komponen kedua dari sistem memori yaitu memori jangka pendek. Menurut Slavin (dalam Nur dkk,1998:8) dijelaskan bahwa “memori jangka pendek adalah sistem penyimpanan yang dapat menyimpan informasi dalam jumlah yang terbatas hanya dalam beberapa detik”. Biasanya memori ini menyimpan informasi yang terkini yang sedang dipikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu cara untuk menyimpan informasi ke dalam memori jangka pendek adalah memikirkan tentang informasi itu atau mengucapkannya berkali-kali. Proses mempertahankan suatu informasi dalam memori jangka pendek dengan cara mengulang-ulang disebut menghafal (rehearsal). Menghafal sangat penting dalam belajar, karena semakin lama suatu butir tinggal di dalam memori jangka pendek, semakin besar kesempatan butir itu akan ditransfer ke memori jangka panjang. Tanpa pengulangan kemungkinan butir itu tidak akan tinggal di memori jangka pendek lebih dari sekitar 30 detik maka informasi itu dapat hilang akibat desakan informasi lainnya, karena memori jangka pendek mempunyai kapasitas yang terbatas yaitu 5 sampai 9 bits informasi (Miller,1956 dalam Nur dkk,1998:9) yaitu hanya bisa berpikir antara 5 sampai 9 hal yang berbeda dalam satu waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Memori Jangka Panjang&lt;br /&gt;Memori jangka panjang merupakan bagian dari sistem memori tempat menyimpan informasi untuk periode waktu yang panjang. Memori jangka panjang memiliki kapasitas yang sangat besar tempat menyimpan memori dengan jangka yang sangat panjang. Banyak ahli yakin bahwa informasi yang terdapat dalam memori jangka panjang tidak pernah dilupakan, kemungkinan hanya sekedar kehilangan kemampuan untuk menemukan kembali informasi yang tersimpan di dalam memori kita.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Tulvin,1972,1985 (dalam Nur dkk,1998:13) menyatakan bahwa para ahli membagi memori jangka panjang menjadi tiga bagian yaitu: memori episodik, memori semantik dan memori prosedural. Memori episodik adalah memori tentang pengalaman pribadi, suatu gambaran mental tentang sesuatu yang dilihat atau didengar. Memori semantik adalah memori jangka panjang yang berisi fakta-fakta dan generalisasi informasi yang diketahui misalnya konsep, prinsip atau aturan dan bagaimana menggunakannya dan keterampilan pemecahan masalah dan strategi belajar. Memori prosedural mengacu pada “mengetahui bagaimana” (“knowing how”) sebagai lawan dari “mengetahui apa” (“knowing that”) (Syswester,1985 dalam Nur dkk,1998:13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memori episodik, semantik dan prosedural berbeda dalam hal cara kerjanya dalam menyimpan dan mengorganisasikan informasi. Informasi dalam memori episodik disimpan dalam bentuk gambaran (bayangan) yang diorganisasikan  berdasarkan pada kapan dan di mana peristiwa-peristiwa terjadi. Informasi dalam memori semantik diorganisasi dalam bentuk jaringan hubungan ide. Sedangkan informasi dalam memori prosedural disimpan sebagai pasangan-pasangan stimulus-response yang kompleks (Oakley,1981 dalam Nur dkk,1998:14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka&lt;br /&gt;Nur, M. 1998. Teori-teori Perkembangan. Surabaya : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem memori, memori jangka pendek, memori jangka panjang, register penginderaan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-5047906470263324525?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/5047906470263324525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=5047906470263324525' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5047906470263324525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5047906470263324525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/sistem-memori.html' title='Sistem Memori'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-7660747359326093338</id><published>2009-03-06T20:30:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:34:19.987-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi belajar'/><title type='text'>Pengajaran Strategi Belajar (Learning Strategies)</title><content type='html'>Pengajaran Strategi Belajar (Learning Strategies)&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Claire Weinstein dan Richard Meyer bahwa pengajaran yang baik meliputi mengajarkan siswa bagaimana belajar, bagaimana mengingat, bagaimana berpikir, dan bagaimana memotivasi diri mereka sendiri.(Nur, 2000:5). Jadi mengajarkan siswa bagaimana belajar merupakan suatu tujuan pendidikan yang sangat penting dan menjadi tujuan utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dikatakan bahwa pentingnya mengajarkan siswa bagaimana belajar atau disebut pengajaran strategi berlandaskan pada dalil bahwa keberhasilan siswa sebagian besar bergantung pada kemahiran untuk belajar secara mandiri dan memonitor belajar mereka sendiri, sehingga strategi belajar mutlak diajarkan kepada siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi belajar mengacu pada prilaku dan proses berpikir yang digunakan oleh siswa yang mempengaruhi apa yang dipelajari termasuk proses memori dan metakognitif.(Nur, 2000:7).Selanjutnya dikatakan bahwa strategi-strategi belajar adalah operator-operator kognitif meliputi dan di atas proses-proses yang secara langsung terlibat dalam menyelesaikan suatu tugas [belajar].&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama dari pengajaran strategi adalah mengajarkan siswa untuk belajar atas kemauan dan kemampuan diri sendiri atau pebelajar mandiri (self-regulated learner) yang mengacu pada pebelajar yang dapat melakukan empat hal penting, yaitu: (a) secara cermat mendiagnosa suatu situasi pembelajaran tertentu, (b) memilih suatu strategi belajar tertentu untuk menyelesaikan masalah belajar tertentu yang dihadapi, (c) memonitor keefektivan strategi yang digunakan, dan (d) termotivasi untuk terlibat dalam situasi belajar sampai masalah terselesaikan. (Nur, 2000:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka:&lt;br /&gt;Nur, M. 2000. Strategi-Strategi Belajar. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya, University Press.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-7660747359326093338?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/7660747359326093338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=7660747359326093338' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7660747359326093338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7660747359326093338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pengajaran-strategi-belajar-learning.html' title='Pengajaran Strategi Belajar (Learning Strategies)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-555061399389126519</id><published>2009-03-06T20:29:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:35:14.340-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi belajar'/><title type='text'>Pengajaran Strategi Belajar - Dukungan Teoritik</title><content type='html'>Pengajaran Strategi Belajar - Dukungan Teoritik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan untuk strategi belajar diperoleh dari dua sumber teoritik yaitu dari Vygotsky dan psikologi kognitif. Teori Vygotsky menekankan pada tiga ide utama bahwa (a) intelektual berkembang pada sat individu menghadapi ide-ide baru dan sulit serta mengkaitkan ide-ide tersebut dengan apa yang telah mereka ketahui, (b) interaksi dengan orang lain memperkaya perkembangan intelektual,(c) peran utama guru adalah bertindak sebagai orang penolong dan mediator pembelajaran siswa . (Arend,1997:245). Sedangkan psikologi kognitif berakar dari teori yang menjelaskan bagaimana otak bekerja dan bagaimana individu memperoleh dan memproses informasi.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Vygotsky dan ahli psikologi kognitif  dalam memahami penggunaan strategi-strategi belajar adalah penting dengan tiga alasan yaitu: (a) pengetahuan awal berperan dalam proses belajar, (b) memahami apa pengetahuan itu dan perbedaan di antara berbagai jenis pengetahuan dan (c) membantu menjelaskan bagaimana pengetahuan diperoleh oleh manusia dan diproses di dalam system memori otak.(Nur, 2000:10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka:&lt;br /&gt;Nur, M. 2000. Strategi-Strategi Belajar. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya, University Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arends, R.I. 1997. Classroom Instruction and Management. New York : The Mc Graw Hill Companies. Inc.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-555061399389126519?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/555061399389126519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=555061399389126519' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/555061399389126519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/555061399389126519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pengajaran-strategi-belajar-dukungan.html' title='Pengajaran Strategi Belajar - Dukungan Teoritik'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-2020901072432964628</id><published>2009-03-06T20:27:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:36:33.803-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran langsung'/><title type='text'>Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction)</title><content type='html'>Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan model pembelajaran yang digunakan oleh guru sangat dipengaruhi oleh sifat dari materi yang akan diajarkan, juga dipengaruhi oleh tujuan yang akan dicapai dalam pengajaran tersebut dan tingkat kemampuan peserta didik. Di samping itu pula setiap model pembelajaran selalu mempunyai tahap-tahap (sintaks) yang dilakukan oleh siswa dengan bimbingan guru. Antara sintaks yang satu dengan sintaks yang lain mempunyai perbedaan. Oleh karena itu guru perlu menguasai dan dapat menerapkan berbagai model pembelajaran, agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai setelah proses pembelajaran sehingga dapat tuntas seperti yang telah ditetapkan. Tetapi para ahli berpendapat bahwa tidak ada model pengajaran yang lebih baik dari model pengajaran yang lain.(Kardi dan Nur, 2000b : 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Direct Intruction merupakan suatu pendekatan mengajar yang dapat membantu siswa dalam mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. Pendekatan mengajar ini sering disebut Model Pengajaran Langsung (Kardi dan Nur,2000a :2). Arends (2001:264) juga mengatakan hal yang sama yaitu :”A teaching model that is aimed at helping student learn basic skills and knowledge that can be taught in a step-by-step fashion. For our purposes here, the model is labeled the direct instruction model”. Apabila guru menggunakan model pengajaran langsung ini, guru mempunyai tanggung jawab untuk mengudentifikasi tujuan pembelajaran dan tanggung jawab yang besar terhadap penstrukturan isi/materi atau keterampilan, menjelaskan kepada siswa, pemodelan/mendemonstrasikan yang dikombinasikan dengan latihan, memberikan kesempatan pada siswa untuk berlatih menerapkan konsep atau keterampilan yang telah dipelajari serta memberikan umpan balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pengajaran langsung ini dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik, yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah. Hal yang sama dikemukakan oleh Arends (1997:66) bahwa: “The direct instruction model was specifically designed to promote student learning of procedural knowledge and declarative knowledge that is well structured and can be taught in a step-by-step fashion.”&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Arends (2001:265) menyatakan bahwa: ”Direct instruction is a teacher-centered model that has five steps:establishing set, explanation and/or demonstration, guided practice, feedback, and extended practiceA direct instruction lesson requires careful orchestration by the teacher and a learning environment that businesslike and task-oriented.” Hal yang sama dikemukakan oleh Kardi dan Nur (2000a : 27), bahwa suatu pelajaran dengan model pengajaran langsung berjalan melalui lima fase: (1) penjelasan tentang tujuan dan mempersiapkan siswa, (2) pemahaman/presentasi materi ajar yang akan diajarkan atau demonstrasi tentang keterampilan tertentu, (3) memberikan latihan terbimbing, (4) mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik, (5) memberikan latiham mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka&lt;br /&gt;Kardi, S. dan Nur M. 2000a . Pengajaran Langsung. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya University Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arends, R.I. 2001. Learning to Teach. New York:Mc graw Hill Companies, Inc&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-2020901072432964628?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/2020901072432964628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=2020901072432964628' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2020901072432964628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2020901072432964628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pengajaran-langsung-direct.html' title='Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-8871736906982800483</id><published>2009-03-06T20:26:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:37:21.509-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi belajar'/><title type='text'>Macam-macam Strategi Belajar</title><content type='html'>Macam-macam Strategi Belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran yang baik adalah pengajaran yang meliputi mengajar siswa tentang bagaimana belajar, bagaimana mengingat, bagaimana berfikir dan bagaimana memotivasi diri mereka sendiri. Pembelajaran strategi lebih menekankan pada kognitif, sehingga pembelajaran ini dapat disebut dengan strategi kognitif. Strategi belajar dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Strategi Mengulang (Rehearsal)&lt;br /&gt;Strategi mengulang terdiri dari strategi mengulang sederhana (rote rehearsal) dengan cara mengulang-ulang dan strategi mengulang kompleks dengan cara menggaris bawahi ide-ide utama (under lining) dan membuat catatan pinggir (marginal note).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   b. Strategi  Elaborasi&lt;br /&gt;Elaborasi adalah proses penambahan rincian sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna, oleh karena itu membuat pengkodean lebih mudah dan lebih memberi kepastian.(Nur,2000:30). Strategi ini dapat dibedakan menjadi : 1). Notetaking (pembuatan catatan); pembuatan catatan membantu siswa dalam mempelajari informasi secara ringkas dan padat untuk menghafal atau pengulangan. Metode ini digunakan pada bahan ajar kompleks, bahan ajar konseptual dimana tugas yang penting adalah mengidentifikasi ide-ide utama.Membuat catatan memerlukan proses mental maka lebih efektif daripada hanya sekedar menyalin apa yang dibaca, 2) Analogi yaitu perbandingan-perbandingan yang dibuat untuk menunjukkan kesamaan antara cirri-ciri pokok sesuatu benda atau ide-ide, selain itu seluruh cirinya berbeda, seperti sistem kerja otak dengan komputer dan 3) Metode PQ4R adalah preview,question, read, reflect, recite dan review. Prosedur PQ4R memusatkan siswa pada pengorganisasian informasi bermakna dan melibatkan siswa pada strategi-strategi yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Strategi Organisasi&lt;br /&gt;Strategi Organisasi bertujuan membantu siswa meningkatkan kebermaknaan materi baru, terutama dilakukan dengan mengenakan struktur-struktur peng-organisasian baru  pada materi-materi tersebut. Strategi organisasi mengidentifikasi ide-ide atau fakta-fakta kunci dari sekumpulan informasi yang lebih besar. Strategi ini meliputi : 1). Pembuatan Kerangka (Outlining); dalam pembuatan kerangka garis besar, siswa belajar menghubungkan berbagai macam topik atau ide dengan beberapa ide utama, 2). Pemetaan ( mapping) biasa disebut pemetaan konsep di dalam pembuatannya dilakukan dengan membuat suatu sajian visual atau suatu diagram tentang bagaimana ide-ide penting atas suatu topik tertentu dihubungkan satu sama lain, 3) Mnemonics;  berhubungan dengan teknik-teknik atau strategi-strategi untuk membantu ingatan dengan membantu membentuk assosiasi yang secara alamiah tidak ada. Suatu mnemonics membantu untuk mengorganisasikan informasi yang mencapai memori kerja dalam pola yang dikenal sedemikian rupa sehingga informasi tersebut lebih mudah dicocokkan dengan pola skema di memori jangka panjang. Contoh mnemonics yaitu : a). Chunking (pemotongan) b). Akronim (singkatan), c). Kata berkait (Link-work) : suatu mnemonics untuk belajar kosa kata bahasa asing.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;d. Strategi Metakognitif&lt;br /&gt;Metakognitif adalah pengetahuan seseorang tentang pembelajaran diri sendiri atau berfikir tentang  kemampuannya untuk menggunakan strategi-strategi belajar tertentu dengan benar.(Arends, 1997:260). Metakognitif mempunyai dua komponen yaitu (1) pengetahuan tentang kognitif yang terdiri dari informasi dan pemahaman yang dimiliki seorang pebelajar tentang proses berfikirnya sendiri dan pengetahuan tentang berbagai strategi belajar untuk digunakan dalam suatu situasi pembelajaran tertentu, (2) mekanisme pengendalian diri seperti pengendalian dan monitoring kognitif. (Nur, 2000:41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka:&lt;br /&gt;Nur, M. 2000. Strategi-Strategi Belajar. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya, University Press.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-8871736906982800483?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/8871736906982800483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=8871736906982800483' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8871736906982800483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8871736906982800483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/macam-macam-strategi-belajar.html' title='Macam-macam Strategi Belajar'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-5525400474026186162</id><published>2009-03-06T18:49:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:39:13.968-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><title type='text'>Tinjauan Umum - Model Pembelajaran Kooperatif</title><content type='html'>Tinjauan Umum tentang Model Pembelajaran Kooperatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sistematis mengembangkan interaksi yang saling mencerdaskan, menyayangi, dan tenggang rasa antar sesama siswa sebagai latihan hidup di dalam masyarakat nyata. Unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut; (1) Para siswa harus memiliki persepsi bahwa mereka “tenggelam atau berenang bersama.”; (2) Para siswa memiliki tanggung jawab terhadap tiap siswa lain dalam kelompoknya, di samping tanggung jawab terhadap diri mereka sendiri, dalam mempelajari materi yang dihadapi; (3) Para siswa harus berpandangan bahwa mereka semuanya memiliki tujuan yang sama; (4) Para siswa harus membagi tugas dan berbagi tanggung jawab sama besarnya di antara para anggota kelompok; (5) Para siswa akan diberikan satu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi seluruh anggota kelompok; (6) Para siswa berbagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keterampilan bekerjasama selama belajar; (7) Para siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.&lt;br /&gt; Lingkungan belajar untuk pembelajaran kooperatif dicirikan oleh proses demokrasi dan peran aktif siswa dalam menentukan apa yang harus dipelajari dan bagaimana mempelajarinya. Guru menerapkan suatu struktur tingkat tinggi dalam pembentukan kelompok dan mendefinisikan semua prosedur, namun siswa diberi kebebasan dalam mengendalikan dari waktu ke waktu di dalam kelompoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep sulit, model pembelajaran kooperatif sangat berguna untuk membantu siswa menumbuhkan kemampuan bekerjasama, berfikir kritis, dan kemampuan untuk membantu teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="_Toc59811410"&gt;Landasan Teori dan Empirik&lt;/a&gt; Model Pembelajaran Kooperatif&lt;br /&gt;Pada tahun 1916, John Dewey, menulis sebuah konsep pendidikan yang menyatakan bahwa kelas seharusnya cermin masyarakat yang lebih besar dan berfungsi sebagai laboratorium untuk belajar tentang kehidupan nyata. Pedagoginya mengharuskan guru menciptakan di dalam lingkungan belajarnya suatu sistem sosial yang dicirikan dengan prosedur demokrasi dan proses ilmiah. Pada tahun 1954 dan 1969, Herbert Thelan, berargumentasinya bahwa kelas haruslah merupakan laboratorium yang bertujuan mengkaji masalah-masalah sosial dan antar pribadi. Pada tahun 1994, Johnson dan Johnson, belajar berdasarkan pengalaman didasarkan pada tiga asumsi bahwa Anda akan belajar paling baik jika Anda secara pribadi terlibat dalam pengalaman belajar itu, pengetahuan harus ditemukan sendiri dan menetapkan tuju&lt;a name="_Toc59811411"&gt;an pembelajaran Anda sendiri.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan yang Digunakan pada Model Pembelajaran Kooperatif&lt;br /&gt;(a) Student Teams Achievement Division (STAD) adalah pembelajaran kooperatif dimana tim-tim heterogen saling membantu satu sama lain, belajar dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran kooperatif dan prosedur kuis, (b) Jigsaw adalah model pembelajaran kooperatif dimana setiap anggota tim bertanggung jawab untuk menentukan materi pembelajaran yang ditugaskan kepadanya, kemudian mengajarkan materi tersebut kepada teman sekelompoknya yang lain, (c) Investigasi Kelompok adalah model pembelajaran kooperatif dimana kelompok siswa tidak hanya bekerja sama namun terlibat merencanakan baik topik untuk dipelajari dan prosedur penyelidikan yang digunakan, (d) Pendekatan Struktural adalah model pembelajaran kooperatif dimana dalam pendekatan ini tim mungkin bervariasi dari 2-6 anggota dan struktur tugas mungkin ditekankan pada tujuan-tujuan sosial atau akademik.&lt;br /&gt; Keterampilan-ketrampilan yang Perlu Terlebih Dulu Disosialisasikan kepada Siswa dalam Model Pembelajaran Kooperatif: (1) Keterampilan kooperatif tingkat awal meliputi berada dalam kelompok, mengambil giliran dan berbagi tugas, berada dalam tugas, mendorong partisipasi, dan mengundang orang lain untuk berbicara; (2) Keterampilan kooperatif tingkat menengah meliputi mendengarkan dengan aktif, bertanya, membuat ringkasan, dan menerima tanggung jawab; (3) Keterampilan kooperatif tingkat mahir meliputi mengelaborasi, memeriksa ketetapan dan menetapkan tujuan (Lundgren dalam Saragih, 2000: 18).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-5525400474026186162?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/5525400474026186162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=5525400474026186162' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5525400474026186162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5525400474026186162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/tinjauan-umum-model-pembelajaran.html' title='Tinjauan Umum - Model Pembelajaran Kooperatif'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-5953070335323124576</id><published>2009-03-06T18:48:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:40:09.633-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><title type='text'>Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif</title><content type='html'>Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase-1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa&lt;br /&gt;Tingkah Laku Guru:&lt;br /&gt;Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase-2 Menyajikan informasi&lt;br /&gt;Tingkah Laku Guru:&lt;br /&gt;Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demontrasi atau lewat bahan bacaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase-3  Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar&lt;br /&gt;Tingkah Laku Guru:&lt;br /&gt;Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase-4  Membimbing kelompok bekerja dan belajar&lt;br /&gt;Tingkah Laku Guru:&lt;br /&gt;Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Fase-5  Evaluasi&lt;br /&gt;Tingkah Laku Guru:&lt;br /&gt;Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase-6  Memberikan penghargaan&lt;br /&gt;Tingkah Laku Guru:&lt;br /&gt;Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-5953070335323124576?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/5953070335323124576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=5953070335323124576' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5953070335323124576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5953070335323124576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/langkah-langkah-model-pembelajaran.html' title='Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-1258431263394078498</id><published>2009-03-06T18:47:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:41:09.341-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='portofolio'/><title type='text'>Apa yang Perlu Dimasukkan ke dalam Portofolio</title><content type='html'>Apa yang Perlu Dimasukkan ke dalam Portofolio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi dari portofolio dapat bervariasi menurut tujuannya, di mana akan digunakan, dan jenis‑jenis kegiatan penilaian yang digunakan dalam kelas. Johnson dan Johnson (2002: 103) menyebutkan butir‑butir yang relevan dimasukkan ke dalam portofolio, sebagai berikut. (1) Pekerjaan rumah, tugas-tugas di kelas; (2) Tes (buatan guru, curriculum supplied); (3) Komposisi (essay, laporan, cerita); (4) Presentasi (rekaman, observasi); (5) Ivestigasi, penemuan, proyek; (6) Buku harian atau jurnal; (7) Ceklis observasi (guru, teman sekelas); (8) Seni visual (melukis, pahatan, puisi); (9) Refleksi diri dan ceklis ; (10) Hasil-hasil kelompok; (11) Bukti kecakapan sosial; (12) Bukti kebiasaan dan sikap kerja; (13) Catatan anekdot, laporan naratif; (14) Hasil-hasil tes baku; (15) Foto, sketsa otobiografi; (16) Kinerja (menari, thespian activities)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Siapakah yang menentukan isi dari suatu portofolio? Oleh Johnson-Johnson (2002) dijelaskan bahwa isi dari portofolio dapat ditentukan oleh: (a) Siswa. Siswa dapat memutuskan apa yang akan dimasukkan ke dalam portofolio mereka.; (b) Kelompok pembelajaran kooperatif siswa. Kelompok ini dapat merekomendasikan tentang apa yang akan dimasukkan dalam portofolio; (c) Guru dan sekolah. Guru IPA misalnya menghendaki demonstrasi tentang kemampuan siswa menghubungkan sifat-sifat cahaya dengan kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Johnson dan Johnson (2002) juga menyatakan bahwa portofolio seharusnya memuat hal berikut (1) Halaman judul yang menggambarkan sifat dari kerja siswa (kelompok siswa); (2) Daftar isi yang memuat judul setiap pekerjaan siswa dan nomor halamannya; (3) Rasional yang menjelaskan tentang contoh‑contoh pekerjaan apa yang dimuat, mengapa itu perlu disajikan, dan lain‑lain; (4) Contoh‑contoh pekerjaan siswa;(5) Penilaian‑Diri yang ditulis oleh siswa atau oleh anggota kelompok; (6) Tujuan mendatang berdasarkan prestasi, minat, dan kemajuan siswa (kelompok siswa) saat ini; (7) Komentar lain dan penilaian dari guru, kelompok pembelajaran kooperatif, dan bagian menarik lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Nur (2003: 10) dalam makalahnya memberikan daftar singkat item-item  yang terdapat pada portofolio yaitu: (1) Tabel isi; (2) Tulisan atau catatan yang diambil dari buku catatan siswa atau jurnal sains siswa; (3) Ulangan harian; (4) Asesmen kinerja; (5) Pengorganisasi grafis, seperti peta konsep, outline, atau diagram alir; (6) Model asli buatan siswa; (7) Kegiatan-kegiatan pengembangan keterampilan proses; (8) Lembar evaluasi-diri; (9) Gambar, foto, karya seni; (10) Soal-soal; (11) Rekaman video, rekaman audio; (12) Data eksperimen atau pengamatan; (13) Karangan; (14) Laporan tentang topik-topik sains; (15) Penelitian ilmiah&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa banyak hal yang dapat dimasukkan ke dalam portofolio IPA siswa. Dengan demikian jika guru ingin memperhatikan apa dan bagaimana siswa berpikir tentang IPA dalam pengajarannya, maka ia harus mempertimbangkan banyak hal, untuk dijadikan bahan portofolio bagi siswanya. Sebagai contoh, pada bagian penerapan pengajaran IPA yang menggunakan portofolio IPA siswa, jika akan dilaksanakan secara sederhana, peneliti mengajukan beberapa dokumen‑dokumen yang dapat dimasukkan dalam portofolio IPA siswa. Dokumen yang dimaksud meliputi: (1) Petunjuk Pelaksanaan Pembelajaran dengan Portofolio; (2) Beberapa lembar tugas; (2) Jawaban siswa atas tugas‑tugas yang diberikan guru, baik jawaban awal maupun hasil revisi dan isian LKS; (3) Lembar evaluasi siswa; (4) Lembar evaluasi teman sebaya; (5) Penyelesaian soal‑soal yang dipandang menarik/berarti bagi siswa; (6) Komentar‑komentar guru yang diperlukan bagi siswa; (7) Penyelesaian suatu permasalahan yang disusun oleh suatu kelompok siswa; (8) Kliping; (9) Rangkuman bahan pelajaran&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-1258431263394078498?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/1258431263394078498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=1258431263394078498' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/1258431263394078498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/1258431263394078498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/apa-yang-perlu-dimasukkan-ke-dalam.html' title='Apa yang Perlu Dimasukkan ke dalam Portofolio'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-8406089370706395381</id><published>2009-03-06T18:46:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:41:48.077-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penilaian'/><title type='text'>Prinsip-Prinsip Penilaian</title><content type='html'>Prinsip-Prinsip Penilaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan penilaian belajar siswa adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pertama: VALID, artinya penilaian harus memberikan informasi yang akurat tentang hasil belajar siswa, misalnya apabila pembelajaran menggunakan pendekatan eksperimen maka kegiatan melakukan eksperimen harus menjadi salah satu obyek yang dinilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: MENDIDIK, artinya penilaian harus memberikan sumbangan positif terhadap pencapaian belajar siswa. Hasil penilaian harus dinyatakan dan dapat dirasakan sebagai penghargaan bagi siswa yang berhasil atau sebagai pemicu semangat belajar bagi yang kurang berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: BERORIENTASI PADA KOMPETENSI, artinya penilaian harus menilai pencapaian kompetensi yang dimaksud dalam kurikulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: ADIL, artinya penilaian harus adil terhadap semua siswa dengan tidak membedakan latar belakang sosial-ekonomi, budaya, bahasa, dan jender.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Kelima: TERBUKA, artinya kriteria penilaian dan dasar pengambilan keputusan harus jelas dan terbuka bagi semua pihak (siswa, guru, sekolah, orang tua, dan pihak laian yang terkait).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: BERKESINAMBUNGAN, artinya penilaian dilakukan secara berencana, bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar siswa sebagai hasil kegiatan belajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh: MENYELURUH, artinya penilaian dapat dilakukan dengan berbagai teknik dan prosedur termasuk mengumpulkan berbagai bukti hasil belajar siswa. Penilaian terhadap hasil belajar siswa meliputi pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor), sikap dan nilai (afektif) yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan: BERMAKNA, artinya penilaian hendaknya mudah dipahami, mempunyai arti, berguna dan bisa ditindaklanjuti oleh semua pihak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-8406089370706395381?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/8406089370706395381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=8406089370706395381' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8406089370706395381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8406089370706395381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/prinsip-prinsip-penilaian.html' title='Prinsip-Prinsip Penilaian'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-2051059839692021465</id><published>2009-03-06T18:45:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:44:41.549-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='portofolio'/><title type='text'>Portofolio dalam Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas</title><content type='html'>Portofolio dalam Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asesmen portofolio adalah mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam mengkonstruksi dan merefleksikan suatu pekerjaan/tugas/karya dengan mengoleksi atau mengumpulkan bahan yang relevan dengan tujuan dan keinginan yang dikonstruksi oleh siswa sehingga hasil kontruksi dapat dinilai dan dikomentari guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asesmen portofolio merupakan pengajaran praktek dan mempunyai beberapa standar perencanaan yang kuat, yakni mendorong adanya interaksi antar lingkungan terkait seperti interaksi antar siswa, guru dan masyarakat yang saling melengkapi serta menggambarkan belajar siswa secara mandalam, yang pada akhirnya dapat membantu siswa menjadi sadar untuk meningkatkan dirinya sebagai pembaca dan penulis yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang guru ingin mengadopsi asesmen portofolio dalam kegiatan pembelajaran di kelas maka guru hendaknya membuat pengumpulan dan asesmen berkelanjutan terhadap pekerjaan siswa sebagai fokus sentral kegiatan pembelajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan asesmen portofolio, siswa mengerjakan tugas‑tugas yang diberikan paling sedikit dua kali. Artinya jika dalam pengerjaan awalnya terdapat kesalahan, maka siswa diberi kesempatan untuk membuat revisi tugas tersebut. Seorang telah mengerjakan tugas yang sama beberapa kali akan mengetahui bahwa usaha yang dilakukannya cenderung menjadi lebih baik, sejalan dengan perbaikan yang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini akan dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa bahwa dia mampu untuk menyelesaikan tugas‑tugas yang diberikan. Sehingga dapat dikatakan portofolio merupakan suatu cara agar dalam diri siswa tumbuh kepercayaan diri bahwa dia mampu mengerjakan tugas. Dengan tumbuhnya kepercayaan diri pada diri siswa diharapkan dapat memotivasinya untuk mencari pengetahuan dan pemahaman sendiri serta berkreasi dan terbuka ide‑ide baru yang mereka lakukan dalam kegiatan pembelajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kegiatan pembelajaran yang menggunakan asesmen portofolio ini, siswa diminta untuk menyelesaikan sejumlah tugas‑tugas, baik yang dilaksanakan di kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung, maupun tugas yang dikerjakan di rumah. Pemberian tugas kepada siswa seharusnya disertai dengan umpan balik, sebab dengan umpan balik tersebut siswa dapat mengetahui keunggulan dan kelemahan dalam mengerjakan tugas itu. Tugas tanpa umpan balik tidak memberikan hasil yang optimal. Umpan balik itu harus jelas, harus segera dan sering diberikan. Umpan balik yang demikian akan menjadi insentif bagi siswa dalam belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan asesmen portofolio pada kegiatan pembelajaran pemeriksaan dan pemberian umpan balik terhadap pekerjaan siswa harus dilakukan oleh guru dalam setiap kegiatan pembelajarannya. Artinya setiap kali siswa selesai mengerjakan tugas dan mengumpulkannya (baik tugas yang dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung maupun tugas yang diselesaikan di rumah), guru harus segera memeriksa dan memberikan komentar yang bersifat sebagai umpan balik yang diperlukan. Kemudian hasil pekerjaan siswa yang telah diperiksa dikembalikan disertai dengan tugas agar siswa merivisi kembali tugas tersebut. Jika dalam pengerjaannya terdapat kesalahan. Siswa kemudian menempatkan hasil pekerjaan awal dan juga revisi tugas tersebut ke dalam portofolio yang dibuatnya. Hasil‑hasil pekerjaan itu dikumpulkan dan selalu dijaga, sehingga guru dan juga siswa dapat melihat perbedaan yang terjadi dari pengerjaan tugas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Portofolio‑portofolio reguler yang dimiliki siswa tidak hanya menggambarkan hasil akhir yang merupakan hasil terbaik, tetapi juga menunjukkan bagaimana hasil itu di peroleh. Dalam setiap kegiatan pembelajaran guru harus memeriksa serta memberikan umpan balik terhadap tugas‑tugas yang dikerjakan siswa, maka secara garis besar kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam penelitian ini di bagi menjadi tahapan yaitu: (1) Kegiatan awal  (2) Kegiatan inti pokok dan (3) Kegiatan akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah diberi kewenangan untuk melakukan penilaian, khususnya penilaian yang dilakukan secara internal. Penilaian internal sering juga disebut penilaian diri, dilakukan oleh warga sekolah untuk memantau proses pelaksanaan dan menilai hasil program-program yang telah dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar pendukung asesmen portofolio yakin bahwa hasil nyata untuk pendekatan penilaian ini terletak pada individu/guru kelas, sebab hubungan antara kegiatan pembelajaran dan penilaian akan diperkuat sebagai konsekuensi dari akumulasi berkelanjutan hasil para siswa di dalam portofolio mereka. Idealnya guru‑guru yang mengadopsi portofolio di dalam kelas, mereka akan membuat pengumpulan berkelanjutan dan penilaian atas pekerjaan para siswa sebagai fokus sentral program pengajaran, dengan demikian sebaiknya portofolio digunakan secara terus menerus bukan hanya dilaksanakan pada akhir periode atau pada waktu‑waktu tertentu. Portofolio merupakan kegiatan yang mengikutsertakan siswa secara aktif dalam mengumpulkan pekerjaan (dokumen‑dokumen) mereka untuk menyakinkan supervisor, guru dan orang tua siswa, bahwa sesuatu yang baik telah berlangsung di dalam kelas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-2051059839692021465?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/2051059839692021465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=2051059839692021465' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2051059839692021465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2051059839692021465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/portofolio-dalam-kegiatan-belajar.html' title='Portofolio dalam Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-4709163683716021842</id><published>2009-03-06T18:39:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:45:28.715-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='portofolio'/><title type='text'>Pedoman Pelaksanaan Penilaian Portofolio</title><content type='html'>Pedoman Pelaksanaan Penilaian Portofolio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa pedoman yang dapat digunakan dalam melaksanakan pengajaran yang menggunakan penilaian portofolio. Pedoman tersebut adalah sebagai berikut: (1) Pastikan bahwa setiap siswa memiliki portofolio sendiri; (2) Tetapkan sampel pekerjaan apa yang akan dikumpulkan; (3) Mengumpulkan dan menyimpan sampel‑sampel pekerjaan; (4) Memilih kriteria untuk mengevaluasi sampel kerja portofolio; (5) Mengharuskan siswa mengevaluasi portofolio secara terus menerus; (6) Menjadwalkan dan melaksanakan pertemuan portofolio; dan (7) Melibatkan para orang tua dalam proses penilaian portofolio.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Untuk menumbuhkan budaya portofolio diperlukan kerja sama yang baik antara guru dan siswa. Guru harus mempunyai perencanaan yang matang dan harus selalu siap menerima respon dari siswa. Diperlukan sikap keterbukaan guru dan tanggung jawab siswa atas portofolio yang dimilikinya. Dengan kata lain, kepedulian guru dan siswa dituntut tinggi terhadap pembelajaran yang menggunakan portofolio.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-4709163683716021842?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/4709163683716021842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=4709163683716021842' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4709163683716021842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4709163683716021842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pedoman-pelaksanaan-penilaian.html' title='Pedoman Pelaksanaan Penilaian Portofolio'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-3247749865090200125</id><published>2009-03-06T18:38:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:46:21.398-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='portofolio'/><title type='text'>Menumbuhkan Budaya Penilaian Portofolio</title><content type='html'>Menumbuhkan Budaya Penilaian Portofolio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat portofolio sebagai suatu bagian integral dari pengajaran sehari‑hari tetap suatu tantangan bagi guru‑guru. Saran‑saran yang dapat dipertimbangkan dalam upaya menciptakan budaya portofolio sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, buat siswa‑siswa bertanggung jawab dalam menjaga kekinian portofolio dan mengorganisir serta mengisi portofolio dengan pekerjaan yang mereka pandang paling representatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, gunakan portofolio secara terus menerus, bukan hanya dilaksanakan pada akhir periode atau pada waktu‑waktu khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pandang portofolio sebagai bagian dari proses pembelajaran lebih dari sebagai alat pemberi skor nilai, sebagai cara merangsang dan meningkatkan pembelajaran siswa. Portofolio memungkinkan siswa memasukkan pekerjaan pada suatu topik tertentu yang dirasakan menarik atau bagian dari pekerjaan yang secara luas dapat mereka kembangkan di masa‑masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, susun tujuan penggunaan portofolio secara bersama‑sama. Siswa‑siswa seharusnya secara jelas memahami kapan mereka menyusun portofolio untuk refleksi sendiri tentang pembelajarannya, untuk seminar atau pertemuan orang tua murid dan guru, atau sebagai suatu pameran istimewa bagi penilai eksternal.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Kelima, siswa‑siswa seharusnya kenal dengan rubriks‑rubriks yang digunakan untuk menilai pekerjaan mereka, dan bagaimana skor yang mereka dapatkan dalam portofolio mempengaruhi evaluasi secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, ciptakan kesempatan ganda untuk umpan balik isi portofolio antara siswa dengan siswa, antara guru dan siswa, dan lain‑lain. Selama periode pertemuan ini siswa dapat mendiskusikan dengan yang lainnya tentang nilai dari perbedaan bagian pekerjaan yang ingin mereka tempatkan dalam portofolio. Contoh lainnya menjadwalkan pertemuan untuk mendiskusikan penggunaan portofolio dengan siswa mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-3247749865090200125?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/3247749865090200125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=3247749865090200125' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3247749865090200125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3247749865090200125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/menumbuhkan-budaya-penilaian-portofolio.html' title='Menumbuhkan Budaya Penilaian Portofolio'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-4474445967876933371</id><published>2009-03-06T18:37:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:47:07.151-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='portofolio'/><title type='text'>Manfaat Penggunaan Penilaian Portofolio</title><content type='html'>Manfaat Penggunaan Penilaian Portofolio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini dirinci beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan penilaian portofolio:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, portofolio memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengatur pembelajaran mereka sendiri. Dengan demikian siswa dapat: (1) Mendokumenkan usaha‑usaha mereka, prestasi, dan perkembangannya dalam pengetahuan, keterampilan, ekspresi, dan sikap; (2) Menggunakan gaya pembelajaran yang berbeda, modalitas, dan intelegensi; (3) Menilai pembelajaran mereka dan memutuskan item mana yang terbaik yang menyatakan prestasi dan perkembangan meraka; (4) Menyusun tujuan pembelajaran selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, portofolio dapat digunakan untuk menentukan tingkat prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, portofolio memungkinkan siswa menyajikan suatu pandangan holistic dari prestasi akademik yang tertinggi, keterampilan‑keterampilan dan kompotensi‑kompotensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, portofolio dapat digunakan. untuk menentukan perkembangan siswa. Portofolio memungkinkan siswa untuk menyajikan pekerjaannya lebih dari satu kali untuk menunjukkan kemajuan mereka dalam mencapai tujuan pembelajarannya.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Kelima, portofolio dapat digunakan untuk memahami bagaimana siswa berpikir, beralasan, mengorganisasi, menyelidiki, dan komunikasi. Portofolio dapat menyediakan pemahaman terhadap penalaran siswa dengan mendokumentasikan kemajuan berpikir siswa dan mendokumentasikan pekerjaan dalam mencapai tujuan pembelajaran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Portofolio juga dapat dibuat berdasarkan tujuan yang ingin diambil, misalnya portofolio atau pun koleksi pekerjaan siswa akan dapat: (1) Memberikan bukti tentang penggunaan keterampilan siswa, penggunaan konsep, dan pemecahan masalah dalam berbagai situasi; (2) Menunjukkan perkembangan siswa suatu suatu periode; (3) Melibatkan siswa dalam pendekatan "draft dan revisi" untuk mengerjakan pekerjaan dan memodelkan bagaimana pekerjaan sering dikerjakan di luar sekolah; (4) Memungkinkan siswa atau memberi kesempatan bagi siswa dalam menyajikan usaha mereka; (5) Memberi tanggung jawab kepada siswa untuk mengatur pembelajaran mereka sendiri; (6) Menyediakan gambaran kepandaian/prestasi bagi para pendidik, orang tua, dan siswa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-4474445967876933371?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/4474445967876933371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=4474445967876933371' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4474445967876933371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4474445967876933371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/manfaat-penggunaan-penilaian-portofolio.html' title='Manfaat Penggunaan Penilaian Portofolio'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-8285566337332870203</id><published>2009-03-06T18:36:00.001-08:00</published><updated>2009-03-08T20:49:17.686-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='portofolio'/><title type='text'>Keuntungan Pengajaran dengan Portofolio</title><content type='html'>Keuntungan Pengajaran dengan Portofolio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran yang berfokus pada portofolio memberikan banyak keuntungan. Keuntungan menggunakan portofolio antara lain adalah sebagai berikut: (1) Siswa dapat menggambarkan pembelajaran mereka sendiri dan cara‑cara memperbaikinya; (2) Siswa dapat terlibat bekerja pada tingkat kompleksitas yang berbeda atau mendukung bekerja komplit di dalam maupun di luar kelas; (3) Memberi lebih banyak informasi tentang apa dan bagaimana siswa belajar dibandingkan siswa lainnya; (4) Menjadi media bagi siswa, guru, orang tua, dan penilai eksternal untuk mengkomunikasikan dan menyampaikan harapan‑harapannya tentang pembelajaran siswa; (5) Memberikan gambaran &lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;yang akurat dari program pembelajaran yang diikuti oleh siswa, Dalam hal ini membantu guru dan penilai eksternal membuat keputusan kritis tentang efektivitas program; (6) Dapat digunakan untuk mendokumentasikan prestasi siswa. Ini berarti penilaian yang diberikan akan lebih akurat; (7) Mendemonstrasikan kemampuan siswa menerapkan pengetahuan pemecahan masalah, kemampuan menggunakan bahasa ilmiah, mengkomunikasikan ide, kemampuan memberi alasan atau pun menganalisis; (8) Dapat meningkatkan kemampuan evaluasi  diri siswa; (9) Berguna bagi guru dalam mengidentifikasi letak kelemahan dan kelebihan siswa atau memberi nilai diagnostik yang berarti bagi guru; (10) Umpan balik yang diberikan siswa akan membangun pemahaman siswa; (11) Guru dapat mendeteksi variabel afektif siswa, atau memantau status afektif siswa, antara lain kejujuran, percaya diri, ketekunan, sikap positif terhadap IPA dan lain‑lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-8285566337332870203?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/8285566337332870203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=8285566337332870203' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8285566337332870203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8285566337332870203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/keuntungan-pengajaran-dengan-portofolio.html' title='Keuntungan Pengajaran dengan Portofolio'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-2942878725629565317</id><published>2009-03-06T18:34:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:48:43.215-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='portofolio'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rubrik'/><title type='text'>Cara Menggunakan Portofolio Siswa</title><content type='html'>Cara Menggunakan Portofolio Siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Portofolio siswa merepresentasikan kualitas pembelajaran siswa. Meskipun guru memberi tes, pekerjaan rumah, tugas‑tugas, dan proyek portofolio dapat menyajikan secara keseluruhan. Pandangan yang lebih menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari dan diselesaikan oleh siswa. Aspek‑aspek penting dari peran guru dalam menggunakan portofolio terjadi pada (a) sebelum pengajaran atau pemberian nilai dimulai, (b) selama pengajaran dan pemberian nilai berlangsung, dan (c) setelah pengajaran  atau pemberian nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama adalah persiapan untuk menggunakan portofolio. Pedoman untuk ini diberikan sebagai berikut. (1) Putuskan jenis portofolio apa yang akan digunakan. Apakah secara individu atau kelompok; (2) Identifikasi tujuan dari portofolio; (3) Pilihlah kategori‑kategori pekerjaan apa yang akan dimasukkan dalam portofolio; (4) Mintalah siswa memilih hal‑hal yang akan dimasukkan dalam portofolio; (5) Putuskan bagaimana portofolio tersebut dinilai dan dievalusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam merencanakan bagaimana menggunakan portofolio sebagai bagian dari proses penilaian jangan mencoba terlalu banyak dengan suatu program portofolio. Mulailah secara pelan‑pelan. Jangan coba menggunakan portofolio untuk menilai segala sesuatunya.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Langkah kedua adalah mengatur portofolio selama penelitian. Portofolio diatur dengan cara berikut ini. (1) Proses portofolio. Guru menjelaskan kepada siswa kategori contoh pekerjaan  siswa yang akan dimasukkan ke dalam portofolio; (2) Rubrik. Guru mengembangkan rubrik penilaian untuk menilai dan mengevaluasi pekerjaan siswa; (3) Tugas‑tugas. Siswa menyelesaikan tugas-tugas mengetahui bahwa beberapa atau semua dari mereka akan dimasukkan ke portofolio final. Semua tugas‑tugas mungkin dapat ditempatkan di portofolio; (4) Penilaian‑Diri. Siswa merefleksi dan menilai dirinya sendiri tentang kualitas dan kuantitas pekerjaannya dan kemajuannya dalam mencapai tujuan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ketiga, adalah mengatur proses portofolio pada akhir dari pemberian nilai. Portofolio harus lengkap, penilaian terhadap portofolio harus dibuat dan diorganisasi dalam suatu representasi atau kerja kelompok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-2942878725629565317?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/2942878725629565317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=2942878725629565317' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2942878725629565317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2942878725629565317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/cara-menggunakan-portofolio-siswa.html' title='Cara Menggunakan Portofolio Siswa'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-6830476255694744917</id><published>2009-03-06T18:27:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:48:53.904-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='portofolio'/><title type='text'>Pengertian Portofolio</title><content type='html'>Pengertian Portofolio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kamus Inggris Indonesia (Echols dan Shadily, 1996: 439), portofolio diartikan sebagai tas surat dan jabatan (menteri). Sedangkan dalam The Contemporary Dictionary (Salim, 1996: 1453) diartikan sebagai tas surat, daftar stock, surat berharga dan jabatan menteri. Arti kamus di atas belum jelas jika dikaitkan dengan pembelajaran. Oleh karena. itu, berikut akan dijelaskan pengertian portofolio berdasarkan pendapat beberapa ahli dalam bidang pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Johnson dan Johnson (2002: 103) mendefinisikan a portfolio is an organized collection of evidence accumidated over time on a student's or group's academic progress, achievements, skills, and attitudes. It consists of work samples and awritten rationale connecting the separate items into more complete and holistic view of the student’s achievements or progres toward learning goals.&lt;br /&gt;Jadi portofolio merupakan koleksi dari bukti‑bukti kemajuan siswa atau kelompok siswa, bukti prestasi, keterampilan, dan sikap siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kutipan di atas, tergambar bahwa portofolio merupakan koleksi pekerjaan‑pekerjaan siswa. Portofolio menampilkan pekerjaan siswa yang terbaik atau karya siswa yang paling berarti sebagai hasil kegiatannya. Portofolio dapat menampilkan pekerjaan terdahulu dan pekerjaan terbaru sehingga mengilustrasikan kemajuan belajar siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pendapat di atas, Airasian (dalam Ratumanan, 2003: 80) juga menjelaskan bahwa portofolio lebih dari sekedar folder penyimpanan hasil karya siswa. Portofolio berisi sampel terpilih dari karya siswa untuk memperlihatkan perkembangan dan pertumbuhan siswa dalam mencapai tujuan kurikulum tertentu.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Kutipan di atas menjelaskan bahwa portofolio adalah kumpulan karya siswa. Istilah ini diambil dari portofolio seniman, yaitu kumpulan karya seniman yang dirancang untuk dapat memperlihatkan gaya dan kemampuannya. Pada pemakaian di kelas tujuan dasarnya sama, yaitu untuk mengumpulkan serangkaian penampilan atau karya murid guna memperlihatkan pencapaian atau perbaikan murid dari waktu ke waktu. Portofolio lebih dari sekedar map penyimpan hasil karya siswa. Portofolio berisi sampel terpilih dari karya siswa untuk memperlihatkan perkembangan dan pertumbuhan siswa dalam mencapai tujuan kurikulum tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa pengertian yang diberikan di atas, maka portofolio siswa dapat diartikan sebagai dokumen‑dokumen dari pekerjaan siswa. Isi dari portofolio akan menjadi perhatian utama bagi guru dalam program pengajarannya. Meskipun istilah portofolio relatif baru bagi kita dan diakui oleh ahli-&amp;shy;ahli pendidikan masih baru dalam penerapan di bidang pendidikan, tetapi bukan berarti bahwa penggunaan portofolio atau metode yang serupa sama sekali tidak pernah dilaksanakan oleh guru‑guru di Indonesia. Sebagai contoh yang dialami oleh peneliti ketika SMA, setiap siswa diwajibkan memiliki buku kokurikuler IPA sebagai tempat menyelesaikan PR dan tugas‑tugas di kelas. Buku tersebut dikumpulkan dan diperiksa oleh guru dan setelah direvisi, dibagikan kepada siswa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-6830476255694744917?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/6830476255694744917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=6830476255694744917' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6830476255694744917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6830476255694744917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pengertian-portofolio.html' title='Pengertian Portofolio'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-6216763584424302355</id><published>2009-03-05T15:08:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:50:10.215-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tipe STAD'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tipe Think Pair Share (TPS)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tipe tgt'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tipe jigsaw'/><title type='text'>Sekilas Meninjau Model Pembelajaran Koperatif</title><content type='html'>Sekilas Meninjau Model Pembelajaran Koperatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatif-tiga.html"&gt;Model pembelajaran kooperatif &lt;/a&gt;adalah sekelompok strategi mengajar di mana di dalamnya melibatkan siswa untuk bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif tercipta saat para pakar pendidikan berusaha meningkatkan partisipasi siswa, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal kepemimpinan dalam kelompok, dan pengalaman membuat keputusan secara bersama, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dan saling belajar dalam perbedaan latar belakang baik sosial, ekonomi, kultural, gender, maupun kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sebuah pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif, siswa belajar untuk bekerja dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran, yang mana hal ini akan membuat mereka bisa mengembangkan keterampilan sosial sebagaimana yang terjadi di dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak sekali jenis atau tipe pembelajaran kooperatif, misalnya tipe STAD (Student Teams Achievement Development), TPS (Think-Pairs-Share), Jigsaw, TGT (Teams Games Tournaments), Group Investigation, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tipe pembelajaran kooperatif di atas mempunyai kesamaan, yaitu sama-sama mempunyai tiga (3) komponen esensial berikut: (1) tujuan-tujuan kelompok; (2) akuntabilitas individual; dan (3) kesempatan untuk sukses yang sama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-6216763584424302355?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/6216763584424302355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=6216763584424302355' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6216763584424302355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6216763584424302355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/sekilas-meninjau-model-pembelajaran.html' title='Sekilas Meninjau Model Pembelajaran Koperatif'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-7168059687562056419</id><published>2009-03-05T15:06:00.001-08:00</published><updated>2009-03-08T20:51:01.761-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><title type='text'>Model Pembelajaran Kooperatif – Tiga Komponen/Elemen Esensial</title><content type='html'>Model Pembelajaran Kooperatif – Tiga Komponen/Elemen Esensial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan-Tujuan Kelompok&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/search/label/model%20pembelajaran%20kooperatif"&gt;Model pembelajaran kooperatif &lt;/a&gt;mendapat nama demikian dari para pakar pendidikan karena pada faktanya siswa-siswa ditempatkan dalam sebuah situasi belajar yang meminta mereka untuk bekerja secara bersama-sama untuk mencapai tujuan-tujuan kelompok. Tujuan-tujuan kelompok ini memiliki keuntungan bagi pembelajaran karena dapat memicu proses belajar dan sekaligus memberikan motivasi kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum pembelajaran di kelas dapat dibagi tiga (3) berdasarkan macam struktur tujuan yang ingin dicapai, yaitu: (1) kelas kompetitif tradisional, tujuan pembelajaran berbasiskan individual. Hal ini sebenarnya dapat membuat beberapa siswa menjadi frustasi. Ini terjadi saat guru merangking siswa dalam kurva hasil pembelajaran dan siswa berkompetisi satu sama lain untuk memperoleh rangking terbaik. Keberhasilan seorang siswa berarti kegagalan bagi siswa yang lainnya; (2) kelas individualistik, di mana usaha masing-masing siswa tidak mempunyai pengaruh pada siswa yang lainnya. Mereka bekerja sendiri-sendiri dan hasil yang diperoleh mereka juga sendiri-sendiri tanpa diperbadingkan dalam bentuk kurva atau rangking oleh guru; (3) kelas kooperatif, tujuan pemebalajaran yang berhasil diraih oleh seorang siswa memberi kontribusi pada kelompoknya. Tapi dalam kelas ini, walaupun performa siswa secara individual penting, performa kelompok jauh lebih penting. Tujuan-tujuan kelompok yang akan dicapai dalam sebuah model pembelajaran kooperatif adalah insentif-insentif yang dapat menciptakan semangat kelompok dan mengobarkan rasa kebersamaan siswa untuk saling bantu-membantu dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akuntabilitas Individual&lt;br /&gt;Meskipun telah disebutkan di atas bahwa tujuan-tujuan kelompok amat penting, proses belajar secara individual tetaplah penting. Dalam model pembelajaran kooperatif, terdapat apa yang disebut akuntabilitas individual. Akuntabilitas individual adalah suatu konsep dimana setiap anggota kelompok wajib menguasai atau dapat mendemonstrasikan sebuah materi pembelajaran atau keterampilan yang telah diajarkan.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan yang Sama untuk Sukses&lt;br /&gt;Tujuan-tujuan kelompok diharapkan akan membentuk kekompakan kelompok, kohesif. Sementara itu akuntabilitas secara individual menjamin bahwa seluruh anggota kelompok akan belajar dengan sungguh-sungguh sehingga tak merugikan kelompoknya. Kesamaan kesempatan untuk meraih sukses adalah komponen esensial ketiga untuk kesuksesan dalam menggenjot pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif. Melalui elemen yang ketiga ini diharapkan semua siswa akan termotivasi untuk berprestasi. Komponen/elemen ini sangat penting pada keadaan kelas yang mempunyai siswa dengan kemampuan beragam. Kesempatan yang sama untuk sukses bermakna bahwa semua siswa, apapun, bagaimanapun latar belakang atau kemampuannya dapat sukses dalam pembelajan ini karena semuanya didasarkan pada upaya belajar. Jadi pada hakikatnya, pembelajaran lebih berfokus pada upaya belajar setiap siswa dalam kelompok-kelompok dan peningkatan hasil belajar mereka sendiri. Bukan membandingkan upaya belajar masing-masing siswa dengan siswa-siswa lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-7168059687562056419?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/7168059687562056419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=7168059687562056419' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7168059687562056419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7168059687562056419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatif-tiga.html' title='Model Pembelajaran Kooperatif – Tiga Komponen/Elemen Esensial'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-6856277972490358013</id><published>2009-03-05T15:04:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T20:50:22.433-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran induktif'/><title type='text'>Model Pebelajaran Induktif – Perspektif Teoritis</title><content type='html'>Model Pebelajaran Induktif – Perspektif Teoritis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensi model pembelajaran induktif jika dilihat dari perspektif guru adalah suatu proses memberikan presentasi kepada siswa tentang contoh-contoh/ilustrasi-ilustrasi topik yang akan dipelajari siswa, lalu kemudian membimbing siswa dalam berpikir sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensi model pembelajaran induktif jika dilihat dari perspektif siswa adalah sebuah kegiatan belajar merupakan proses untuk menganalisis contoh-contoh/ilustrasi-ilustrasi topik yang diberikan guru untuk menemukan elemen/pola penting tertentu, serta menemukan makna di dalamnya untuk membangun pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=33471&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Model pembelajaran induktif ini disandarkan pada prinsip kontruktivisme, yaitu sebuah pandangan tentang belajar yang mengatakan bahwa pebelajar/siswa harus membangun sendiri pemahamannya mengenai sesuatu, daripada/dibanding memperolehnya melalui transfer oleh seseorang (dalam hal ini biasanya guru) dalam bentuk yang telah terorganisasi dengan baik. Konstruktivisme yang dikembangkan oleh seorang peneliti terkenal dari Swiss, Jean Piaget, menempatkan siswa/pebelajar sebagai pusat pembelajaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-6856277972490358013?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/6856277972490358013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=6856277972490358013' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6856277972490358013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6856277972490358013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pebelajaran-induktif-perspektif.html' title='Model Pebelajaran Induktif – Perspektif Teoritis'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-3097101008871115487</id><published>2009-03-04T01:43:00.001-08:00</published><updated>2009-03-04T01:43:43.894-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran induktif'/><title type='text'>Model Pembelajaran Induktif – Struktur Sosial dan Peran Guru</title><content type='html'>Model Pembelajaran Induktif – Struktur Sosial dan Peran Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pembelajaran induktif adalah sebuah pembelajaran yang bersifat langsung tapi sangat efektif untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan keterampilan berpikir kritis. Pada model pembelajaran induktif guru langsung memberikan presentasi informasi-informasi  yang akan memberikan ilustrasi-ilustrasi tentang topik yang akan dipelajari siswa, selanjutnya guru membimbing siswa untuk menemukan pola-pola tertentu dari ilustrasi-ilustrasi yang diberikan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pembelajaran induktif dirancang berlandaskan teori konstruktivisme dalam belajar. Model ini membutuhkan guru yang terampil dalam bertanya (questioning) dalam penerapannya. Melalui pertanyaan-pertanyaan inilah guru akan membimbing siswa membangun pemahaman terhadap materi pelajaran dengan cara berpikir dan membangun ide. Tingkat keefektifan model pembelajaran induktif ini, jadinya-sangat tergantung pada keterampilan guru dalam bertanya dan mengarahkan pembelajaran, dimana guru harus menjadi pembimbing yang akan untuk membuat siswa berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pembelajaran induktif menjadi sangat efektif untuk memicu keterlibatan yang lebih mendalam dalam hal proses belajar. Model ini secara otomatis bila digenjot dengan baik oleh guru, juga akan meningkatkan motivasi belajar siswa., dengan catatan, guru dapat menciptakan kondisi dan situasi belajar yang kondusif dan siswa merasa aman dan tak malu/takut mengeluarkan pendapatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur Sosial dalam Pembelajaran&lt;br /&gt;Struktur sosial dalam pembelajaran menjadi ciri lingkungan kelas yang sangat dibutuhkan untuk belajar melalui model pembelajaran induktif. Model pembelajaran induktif mensyaratkan sebuah lingkungan belajar yang mana di dalamnya siswa merasa bebas dan terlepas dari resiko takut dan malu saat memberikan pendapat, bertanya, membuat konklusi dan jawaban. Mereka harus bebas dari kritik tajam yang dapat menjatuhkan semangat belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Guru dalam Model Pembelajaran Induktif&lt;br /&gt;Saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran induktif, guru telah menyiapkan perangkat-perangkat yang akan membuat siswa beraktivitas dan mengobarkan semangat siswa untuk melakukan observasi terhadap ilustrasi-ilustrasi yang diberikan, melalui pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru. Sekali lagi, diingatkan, bahwa model pembelajaran induktif memerlukan keterampilan bertanya yang bagus dari guru. Selain itu guru juga harusmenjaga siswa agar perhatian mereka tetap pada tugas belajar yang diberikan, dan selalu menunjukkan ekspektasi positif terhadap pencapaian hasil belajar siswa-siswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan proses belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran induktif juga bergantung pada contoh-contoh /ilustrasi yang digunakan oleh guru serta kemampuan guru membimbing siswa untuk melakukan analisis terhadap contoh/ilustrasi yang diberikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-3097101008871115487?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/3097101008871115487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=3097101008871115487' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3097101008871115487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3097101008871115487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-induktif-struktur.html' title='Model Pembelajaran Induktif – Struktur Sosial dan Peran Guru'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-5505559912928529042</id><published>2009-03-03T03:46:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T03:48:06.300-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi intrinsik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi ekstrinsik'/><title type='text'>Motivasi Belajar Intrinsik dan Motivasi Belajar Ekstrinsik</title><content type='html'>Motivasi Belajar Intrinsik dan Motivasi Belajar Ekstrinsik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu aspek psikologis yang ada pada diri seseorang adalah motivasi. Menurut Egsenck (Slameto, 2003:170) motivasi merupakan suatu proses yang menentukan tingkatan kegiatan, intensitas, konsisten, serta arah umum dari tingkah laku manusia. Seseorang termotivasi atau terdorong untuk melakukan sesuatu karena adanya tujuan atau kebutuhan yang hendak dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan atau kebutuhan tersebut akan mengarahkan perilaku seseorang. Begitu pula perilaku seseorang dalam kegiatan belajar mengajar juga memerlukan motivasi untuk belajar. Menurut Sardiman (1987), motivasi belajar ada 2 yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Motivasi Intrinsik&lt;br /&gt;Motivasi intrinsik adalah motivasi yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu ada perangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Dengan demikian, tingkah laku yang dilakukan seseorang disebabkan oleh kemauan sendiri bukan dorongan dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Motivasi Ekstrinsik.&lt;br /&gt;Motivasi ekstrinsik merupakan motif yang aktif dan berfungsi karena adanya dorongan atau rangsangan dari luar. Tujuan yang diinginkan dari tingkah laku yang digerakkan oleh motivasi ekstrinsik terletak diluar tingkah laku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguatan motivasi-motivasi belajar tersebut berada ditangan para guru pendidik dan anggota masyarakat yang lain. Guru sebagai pendidik bertugas memperkuat motivasi belajar selama minimum 9 tahun pada usia wajib belajar. Orang tua bertugas memperkuat motivasi belajar sepanjang hayat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-5505559912928529042?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/5505559912928529042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=5505559912928529042' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5505559912928529042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5505559912928529042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/motivasi-belajar-intrinsik-dan-motivasi.html' title='Motivasi Belajar Intrinsik dan Motivasi Belajar Ekstrinsik'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-3140848400680585169</id><published>2009-03-03T03:45:00.000-08:00</published><updated>2010-03-31T05:41:38.540-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><title type='text'>Unsur-unsur Dasar Model pembelajaran kooperatif</title><content type='html'>&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Unsur-unsur &lt;a href="http://fromlearningtoteaching.blogspot.com/2010/03/cooperative-learning-structuring-group.html"&gt;Model pembelajaran kooperatif&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur-unsur dasar yang perlu ditanamkan pada diri siswa agar model pembelajaran kooperatif lebih efektif adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.       Para siswa harus memiliki persepsi bahwa mereka “tenggelam atau berenang bersama”&lt;br /&gt;b.       Para siswa memiliki tanggung jawab terhadap tiap siswa lain dalam kelompoknya, disamping tanggung jawab terhadap diri sendiri, dalam mempelajari materi yang dihadapi.&lt;br /&gt;c.       Para siswa harus berpandangan bahwa mereka semuanya memiliki tujuan yang sama.&lt;br /&gt;d.       Para siswa harus membagi tugas dan berbagi tanggung jawab sama besarnya diantara anggota kelompok.&lt;br /&gt;e.       Para siswa akan diberikan suatu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi seluruh anggota kelompok.&lt;br /&gt;f.         Para siswa berbagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keterampilan bekerja sama selama belajar.&lt;br /&gt;g.       Para siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-3140848400680585169?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/3140848400680585169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=3140848400680585169' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3140848400680585169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3140848400680585169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/unsur-unsur-dasar-model-pembelajaran.html' title='Unsur-unsur Dasar Model pembelajaran kooperatif'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-3322656731938194572</id><published>2009-03-03T03:41:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T03:43:26.042-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peran serta masyarakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PSM'/><title type='text'>Peran Serta Masyarakat</title><content type='html'>Peran Serta Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, orangtua, dan masyarakat. Ketiganya, sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing, harus berupaya seoptimal-optimalnya ke arah terselenggaranya program pendidikan bermutu. Dalam perkembangannya, dukungan dan peran serta masyarakat dalam menunjang program pembelajaran di sekolah masih beragam, umumnya dukungan masih bersifat fisik, namun ada juga kelompok masyarakat yang sudah membantu proses pembelajaran. Di sisi lain, masih ada sekolah yang kurang mampu dan mau mendekati masyarakat guna membantu program pendidikan, dalam bidang fisik maupun bidang pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa fakta peran serta masyarakat:&lt;br /&gt;1)       Sebagian masyarakat masih menganggap bahwa program pendidikan merupakan tanggung jawab sekolah dan pemerintah saja;&lt;br /&gt;2)       Saat ini, umumnya peran serta masyarakat masih terbatas pada pengumpulan dana dan dukungan fisik untuk pembangunan sekolah saja. Sebagian masyarakat dan juga sekolah, belum menyadari pentingnya potensi, peran serta, hak dan kewajiban dalam peningkatan mutu pembelajaran;&lt;br /&gt;3)       Sebagian sekolah sudah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-3322656731938194572?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/3322656731938194572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=3322656731938194572' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3322656731938194572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3322656731938194572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/peran-serta-masyarakat.html' title='Peran Serta Masyarakat'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-8324506113132777633</id><published>2009-03-03T03:39:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T03:40:45.258-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gender'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Pendidikan dan Gender</title><content type='html'>Pendidikan dan Gender&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan yang bermutu membangun rasa percaya diri baik pada anak perempuan maupun lakilaki, dan membantu mereka mengembangkan potensi diri. Dalam masyarakat yang adil, anak perempuan maupun laki-laki memiliki hak yang sama, namun kadang-kadang hak-hak anak perempuan terhadap pelayanan pendidikan terabaikan. Padahal, pentingnya perempuan yang berpendikan dalam pembangunan masyakarat sudah tidak disangkal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang berpendidikan lebih mampu membuat keluarganya lebih sehat dan memberikan pendidikan yang lebih bermutu pada anaknya, Selain itu perempuan berpendidikan lebih memiliki peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Sebaliknya, perempuan yang pendidikannya kurang akan lebih rentan terhadap tindak kekerasan (fisik maupun non fisik), dan memiliki tingkat kesehatan dan ekonomi yang cenderung lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali secara tidak sengaja, guru membedakan murid perempuan dan laki-laki karena guru berpendapat bahwa murid perlu diperlakukan secara khusus menurut peran yang didasarkan pada jenis kelamin. Padahal asumsi tentang peran perempuan dan laki-laki yang dipegang oleh guru bisa mengakibatkan ketidakadilan dalam memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi murid laki dan perempuan. Tentu saja penting menghargai perbedaan antara anak perempuan dan laki, asal pembedaan itu tidak mengakibatkan pembatasan terhadap kesempatan anak perempuan maupun laki dalam mengembangkan potensi mereka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-8324506113132777633?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/8324506113132777633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=8324506113132777633' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8324506113132777633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8324506113132777633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pendidikan-dan-gender.html' title='Pendidikan dan Gender'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-622294648006920702</id><published>2009-03-03T03:38:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T03:39:18.197-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><title type='text'>Pembelajaran Kooperatif - Tujuan</title><content type='html'>Pembelajaran Kooperatif - Tujuan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pembelajaran kooperatif yaitu:&lt;br /&gt;Hasil akademik&lt;br /&gt;Pembelajaran kooperatif bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik. Siswa kelompok atas akan menjadi tutor bagi siswa kelompok bawah, jadi memperoleh bantuan khusus dari teman sebaya, yang mempunyai orientasi dan bahasa yang sama. Dalam proses tutorial ini , siswa kelompok atas akan meningkatkan kemampuan akademiknya karena memberi pelayanan sebagai tutor membutuhkan pemikiran lebih mendalam tentang hubungan ide-ide yang terdapat di dalam materi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan terhadap perbedaan individu&lt;br /&gt;Efek penting yang kedua dari model pembelajaran kooperatif adalah penerimaan yang luas terhadap orang berbeda ras, budaya, kelas sosial, kemampuan maupun ketidakmampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan keterampilan sosial&lt;br /&gt;Tujuan penting Ketiga dari pembelajaran kooperatif ialah mengajarkan kepada siswa keterampilan kerja sama dan kolaborasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-622294648006920702?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/622294648006920702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=622294648006920702' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/622294648006920702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/622294648006920702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pembelajaran-kooperatif-tujuan.html' title='Pembelajaran Kooperatif - Tujuan'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-4427616388817496430</id><published>2009-03-03T03:37:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T03:38:12.076-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><title type='text'>Pembelajaran Kooperatif – Tahapan-Tahapan Persiapan</title><content type='html'>Pembelajaran Kooperatif – Tahapan-Tahapan Persiapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kelancaran model pembelajaran kooperatif dalam pelaksanaannya, guru perlu sebelumnya melakukan tahapan-tahapan persiapan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Persiapan materi&lt;br /&gt;Materi yang akan disajikan dalam model pembelajaran kooperatif dirancang sedemikian hingga sesuai dengan bentuk pembelajaran yang diselenggarakan secara kelompok. Sebelum  menyajikan materi pembelajaran terlebih dahulu dibuat lembar kegiatan yang akan dipelajari siswa dalam kelompok-kelompok kooperatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan kelompok kooperatif&lt;br /&gt;Jumlah anggota dalam setiap kelompok kooperatif adalah 4-5 orang. Kelompok yang dibentuk ini bersifat heterogen secara akademik, yaitu terdiri dari siswa pandai, sedang dan kurang. Selain mempertimbangkan kemampuan akademik, perlu juga mempertimbangkan kriteria heterogenitas lainnya, misalnya jenis kelamin dan latar belakang sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan skor dasar&lt;br /&gt;Selanjutnya diinformasikan skor dasar tiap anggota. Skor dasar berasal dari skor tes individu pada evaluasi sebelumnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-4427616388817496430?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/4427616388817496430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=4427616388817496430' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4427616388817496430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4427616388817496430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pembelajaran-kooperatif-tahapan-tahapan.html' title='Pembelajaran Kooperatif – Tahapan-Tahapan Persiapan'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-3164377515378218628</id><published>2009-03-03T03:35:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T03:36:42.707-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PAKEM'/><title type='text'>PAKEM – Penerapan Di Lapangan</title><content type='html'>PAKEM – Penerapan Di Lapangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang memandang bahwa PAKEM sama dengan kerja kelompok. Jika dalam suatu kelas sedang berlangsung pembelajaran dan di sana siswa tetap duduk seperti orang menonton bioskop, semua menghadap ke depan, duduk berdua dengan satu bangku, maka dengan mudah dan cepat dikatakan kelas itu tidak PAKEM. Tetapi sebaliknya, jika di suatu kelas siswa sedang duduk berkelompok, walau mereka hanya duduk dalam kelompok, tetapi tidak semua siswa bekerja, maka dengan mudah kita mengatakan kelas itu PAKEM. Seharusnya menilai PAKEM tidaknya suatu pembelajaran tidak cukup hanya dengan melihat pengaturan tempat duduk siswa,&lt;br /&gt;tetapi harus diperhatikan pula intensitas keterlibatan siswa dalam belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa isu-isu penerapan PAKEM di kelas adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1)       Guru belum memperoleh kesempatan menyaksikan pembelajaran PAKEM yang baik;&lt;br /&gt;2)       Guru belum memiliki referensi (buku, video, dll) tentang pembelajaran PAKEM yang baik;&lt;br /&gt;3)       Tugas yang diberikan guru kepada siswa masih bersifat tertutup dan banyak pengisian lembar kerja (LK) yang kurang baik;&lt;br /&gt;4)       Pembelajaran belum memberikan tantangan sesuai kemampuan siswa&lt;br /&gt;5)       Pembelajaran hanya mengajarkan satu indikator dengan satu aktivitas;&lt;br /&gt;6)       Perbedaaan individual siswa belum diperhatikan termasuk laki-laki/perempuan, pintar/ kurang pintar, sosial ekonomi tinggi/rendah;&lt;br /&gt;7)       Pengelolaan siswa kurang sesuai dengan kegiatan;&lt;br /&gt;8)       Guru merasa khawatir untuk melaksanakan PAKEM di kelas 6 dan 9;&lt;br /&gt;9)       Pajangan cenderung menampilkan semua apa yang dikerjakan siswa dengan hasil yang seragam;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-3164377515378218628?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/3164377515378218628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=3164377515378218628' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3164377515378218628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3164377515378218628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pakem-penerapan-di-lapangan.html' title='PAKEM – Penerapan Di Lapangan'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-1971728326647577485</id><published>2009-03-03T03:34:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T03:35:18.046-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><title type='text'>Ciri Model Pembelajaran Kooperatif</title><content type='html'>Ciri Model Pembelajaran Kooperatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Pembelajaran Kooperatif pada umumnya memiliki ciriciri sebagai berikut :&lt;br /&gt;a.          Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif umtuk menuntaskan materi belajarnya.&lt;br /&gt;b.          Kelompok dibentukdari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah.&lt;br /&gt;c.          Bilamana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, bangsa, suku,  dan jenis kelamin yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;d.           Penghargaan lebih berorientasi kepada kelompok daripada individu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-1971728326647577485?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/1971728326647577485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=1971728326647577485' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/1971728326647577485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/1971728326647577485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/ciri-model-pembelajaran-kooperatif.html' title='Ciri Model Pembelajaran Kooperatif'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-864291695535277976</id><published>2009-03-03T03:32:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T03:33:34.534-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi belajar'/><title type='text'>Motivasi Belajar  - Unsur-Unsur Yang Mempengaruhi</title><content type='html'>Motivasi Belajar  - Unsur-Unsur Yang Mempengaruhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar adalah:&lt;br /&gt;a.       Cita-cita atau aspirasi siswa. Motivasi belajar tampak pada keinginan anak sejak kecil. Keberhasilan mencapai keinginan tersebut menumbuhkan kemauan bergiat, bahkan dikemudian hari cita-cita dalam kehidupan. Dari segi emansipasi kemandirian, keinginan yang terpuaskan dapat memperbesar kemauan dan semangat belajar. Dari segi pembelajaran, penguatan dengan hadiah atau juga hukuman akan dapat mengubah keinginan menjadi kemauan, dan kemudian kemauan menjadi cita-cita.&lt;br /&gt;b.       Kemampuan siswa. Keinginan seorang anak perlu dibarengi dengan kemampuan atau kecakapan mencapainya. Kemampuan akan memperkuat motivasi anak untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan.&lt;br /&gt;c.       Kondisi siswa. Kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmani dan rohani sangat mempengaruhi motivasi belajar.&lt;br /&gt;d.       Kondisi lingkungan siswa Lingkungan siswa berupa keadaan alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan sebaya, kehidupan kemasyarakatan. Dengan kondisi lingkungan tersebut yang aman, tentram, tertib dan indah maka semangat dan motivasi belajar mudah diperkuat.&lt;br /&gt;e.       Unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran. Siswa memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan, pikiran yang mengalami perubahan berkat pengalaman hidup. Pengalaman dengan teman sebayanya berpengaruh pada motivasi dan perilaku belajar.&lt;br /&gt;f.         Upaya guru dalam membelajarkan siswa. Guru adalah seorang pendidik profesional. Ia bergaul setiap hari dengan puluhan atau ratusan siswa. Sebagai pendidik, guru dapat memilil dan memilah yang baik. Partisipasi dan teladan memilih perilaku yang baik tersebut sudah merupakan upaya membelajarkan dan memotivasi siswa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-864291695535277976?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/864291695535277976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=864291695535277976' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/864291695535277976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/864291695535277976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/motivasi-belajar-unsur-unsur-yang.html' title='Motivasi Belajar  - Unsur-Unsur Yang Mempengaruhi'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-8136862484916457259</id><published>2009-03-03T03:18:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T03:19:19.506-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi intrinsik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi ekstrinsik'/><title type='text'>Motivasi Belajar – Upaya untuk Meningkatkan</title><content type='html'>Motivasi Belajar – Upaya untuk Meningkatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya untuk meningkatkan motivasi belaja siswa yang dapat dilakukan yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimalisasi penerapan prinsip belajar.&lt;br /&gt;Kehadiran siswa di kelas merupakan awal dari motivasi belajar. Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa merupakan bimbingan tindak pembelajaran bagi guru. Dalam upaya pembelajaran, guru harus berhadapan dengan siswa dan menguasai seluk beluk bahan yang diajarakan kepada siswa. Upaya pembelajaran terkait dengan beberapa prinsip pembelajaran. Beberapa prinsip pembelajaran tersebut antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;Belajar menjadi bermakna jika siswa memahami tujuan belajar, oleh karena itu guru harus menjelaskan tujuan belajar secara hierarkis.&lt;br /&gt;Belajar menjadi bermakna bila siswa dihadapkan pada pemecahana masalah yang menantangnya, oleh karena itu peletakan urutan masalah yang menantang harus disusun guru dengan baik.&lt;br /&gt;Belajar menjadi bermakna bila guru mampu memusatkan segala kemampuan mental siswa dalam program kegiatan tertentu oleh karena itu guru sebaiknya membuat pembelajaran dalam pengajaran unit atau proyek.&lt;br /&gt;Kebutuhan bahan belajar siswa semakin bertambah, oleh karena itu guru perlu mengatur bahan dari yang paling sederhana sampai paling menantang.&lt;br /&gt;Belajar menjadi menantang bila siswa memahami prinsip penilaian dan faedah nilai belajarnya bagi kehidupan dikemudian hari, oleh karena itu guru perlu memberi tahukan kriteria keberhasilan atau kegagalan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimalisasi unsur dinamis belajar dan pembelajaran&lt;br /&gt;Unsur-unsur yang ada di lingkungan maupun dalam diri siswa ada yang mendorong dan ada yang menghambat kegiatan belajar. Oleh karena itu guru yang lebih memahami keterbatasan waktu bagi siswa dapat mengupayakan optimalisasi unsur-unsur dinamis tersebut dengan jalan :&lt;br /&gt;Pemberian kesempatan pada siswa untuk mengungkap hambatan belajar yang dialaminya.&lt;br /&gt;Memelihara minat, kemauan, dan semangat belajarnya sehingga terwujud tindak belajar.&lt;br /&gt;Meminta kesempatan pada orang tua atau wali, agar memberi kesempatan kepada siswa untuk beraktualisasi diri dalam belajar.&lt;br /&gt;Memanfaatkan unsur-unsur lingkungan yang mendorong belajar.&lt;br /&gt;Menggunakan waktu secara tertib, penguat dan suasana gembira terpusat pada perilaku belajar.&lt;br /&gt;Guru merangsang siswa dengan penguat memberi rasa percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimalisasi pemanfaatan pengalaman dan kemampuan siswa&lt;br /&gt;Guru wajib menggunakan pengalaman belajar dan kemampuan siswa dalam mengelola siswa belajar. Upaya optimalisasi pemanfaatan pengalaman siswa tersebut dapat dilakukan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1)       Siswa ditugasi membaca bahan belajar sebelumnya dan bertanya kepada guru apa yang mereka tidak mengerti.&lt;br /&gt;2)       Guru mempelajari hal-hal yang sukar bagi siswa.&lt;br /&gt;3)       Guru memecahkan hal-hal yang sukar.&lt;br /&gt;4)       Guru mengajarkan cara memecahkan kesukaran tersebut dan mendidik kebenaran mengatasi kesukaran.&lt;br /&gt;5)       Guru mengajak siswa mengalami dan mengatasi kesukaran.&lt;br /&gt;6)       Guru memberi kesempatan siswa untuk menjadi tutor sebaya.&lt;br /&gt;7)       Guru memberi penguatan kepada siswa yang berhasil mengatasi kesukaran belajarnya sendiri.&lt;br /&gt;8)       Guru menghargai pengalaman dan kemampuan&lt;br /&gt;siswa agar belajar secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan cita-cita dan aspirasi belajar&lt;br /&gt;Pengembangan cita-cita belajar dilakukan sejak siswa masuk sekolah dasar. Pengembangan cita-cita tersebut ditempuh dengan jalan membuat kegiatan belajar sesuatu. Penguat berupa hadiah diberikan pada setiap siswa yang berhasil. Sebaliknya dorongan keberanian untuk memiliki cita-cita diberikan kepada siswa yang berasal dari semua lapisan masyarakat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-8136862484916457259?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/8136862484916457259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=8136862484916457259' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8136862484916457259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8136862484916457259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/motivasi-belajar-upaya-untuk.html' title='Motivasi Belajar – Upaya untuk Meningkatkan'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-107456561202202370</id><published>2009-03-03T03:16:00.000-08:00</published><updated>2010-03-31T05:40:29.138-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tipe Think Pair Share (TPS)'/><title type='text'>Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think pair and Share (TPS) – Langkah-Langkah Pembelajaran</title><content type='html'>&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://fromlearningtoteaching.blogspot.com/2010/03/cooperative-learning-structuring-group.html"&gt;Model Pembelajaran Kooperatif&lt;/a&gt; Tipe Think pair and Share (TPS) – Langkah-Langkah Pembelajaran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah:&lt;br /&gt;1)         Guru menyampaikan inti materi&lt;br /&gt;2)         Siswa berdiskusi dengan teman sebelahnya tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru&lt;br /&gt;3)           Guru memimpin pleno dan tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya&lt;br /&gt;4)         Atas dasar hasil diskusi, guru mengarahkan pembicaraan pada materi/permasalahan yang belum diungkap siswa&lt;br /&gt;5)           kesimpulan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-107456561202202370?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/107456561202202370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=107456561202202370' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/107456561202202370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/107456561202202370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatif-tipe_9935.html' title='Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think pair and Share (TPS) – Langkah-Langkah Pembelajaran'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-6439848520421204782</id><published>2009-03-03T03:15:00.000-08:00</published><updated>2010-03-31T05:39:33.681-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tipe STAD'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><title type='text'>Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD – Langkah-Langkah Pembelajaran</title><content type='html'>&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://fromlearningtoteaching.blogspot.com/2010/03/cooperative-learning-structuring-group.html"&gt;Model Pembelajaran Kooperatif&lt;/a&gt; Tipe STAD – Langkah-Langkah Pembelajaran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student teams achievement division (STAD)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;Langkah-langkah:&lt;/div&gt;1)     Membentuk kelompok yang anggotanya ± 4 orang.&lt;br /&gt;2)     Guru menyajikan materi pelajaran.&lt;br /&gt;3)       Guru memberi tugas untuk dikerjakan, anggota kelompok yang mengetahui jawabannya memberikan penjelasan kepada anggota kelompok.&lt;br /&gt;4)     Guru memberikan pertanyaan/kuis dan siswa menjawab pertanyaan/kuis dengan tidak saling membantu.&lt;br /&gt;5)     Pembahasan kuis&lt;br /&gt;6)       Kesimpulan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-6439848520421204782?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/6439848520421204782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=6439848520421204782' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6439848520421204782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6439848520421204782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatif-tipe-stad.html' title='Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD – Langkah-Langkah Pembelajaran'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-1354475208727786297</id><published>2009-03-03T03:14:00.000-08:00</published><updated>2010-03-31T05:36:59.344-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><title type='text'>Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match (membuat pasangan) – Langkah-Langkah Pembelajaran</title><content type='html'>&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://fromlearningtoteaching.blogspot.com/2010/03/cooperative-learning-structuring-group.html"&gt;Model Pembelajaran Kooperatif &lt;/a&gt;Tipe Make a Match (membuat pasangan) – Langkah-Langkah Pembelajaran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Langkah-langkah:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1)         Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep/topik yang cocok untuk sesi review (satu sisi kartu berupa kartu soal dan sisi sebaliknya berupa kartu jawaban)&lt;br /&gt;2)         Setiap siswa mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang.&lt;br /&gt;3)         Siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal/kartu jawaban)&lt;br /&gt;4)         Siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin&lt;br /&gt;5)         Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya&lt;br /&gt;6)           Kesimpulan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-1354475208727786297?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/1354475208727786297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=1354475208727786297' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/1354475208727786297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/1354475208727786297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatif-tipe-make.html' title='Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match (membuat pasangan) – Langkah-Langkah Pembelajaran'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-5056794448697484345</id><published>2009-03-03T03:13:00.000-08:00</published><updated>2010-03-31T05:35:27.848-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tipe jigsaw'/><title type='text'>Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw (model tim ahli) – Langkah-Langkah Pembelajaran</title><content type='html'>&lt;a href="http://fromlearningtoteaching.blogspot.com/2010/03/cooperative-learning-structuring-group.html"&gt;&lt;b&gt;Model Pembelajaran Kooperatif &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;Tipe Jigsaw (model tim ahli) – Langkah-Langkah Pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Langkah-langkah:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1)     Siswa dikelompokkan dengan anggota ± 4 orang&lt;br /&gt;2)     Tiap orang dalam tim diberi materi dan tugas yang berbeda&lt;br /&gt;3)     Anggota dari tim yang berbeda dengan penugasan yang sama membentuk kelompok baru (kelompok ahli)&lt;br /&gt;4)     Setelah kelomppok ahli berdiskusi, tiap anggota kembali kekelompok asal dan menjelaskan kepada anggota kelompok tentang subbab yang mereka kuasai&lt;br /&gt;5)     Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi&lt;br /&gt;6)     Pembahasan&lt;br /&gt;7)       Penutup&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-5056794448697484345?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/5056794448697484345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=5056794448697484345' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5056794448697484345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5056794448697484345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatif-tipe_2116.html' title='Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw (model tim ahli) – Langkah-Langkah Pembelajaran'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-4082909251613300717</id><published>2009-03-03T03:11:00.000-08:00</published><updated>2010-03-31T05:34:15.484-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='group investigasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><title type='text'>Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group investivigation Go A Round – Langkah-Langkah Pembelajaran</title><content type='html'>&lt;a href="http://fromlearningtoteaching.blogspot.com/2010/03/cooperative-learning-structuring-group.html"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Model Pembelajaran Kooperatif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Tipe Group investivigation Go A Round – Langkah-Langkah Pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah:&lt;br /&gt;1)           Membagi siswa kedalam kelompok kecil yang terdiri dari 5 siswa&lt;br /&gt;2)           Memberikan pertanyaan terbuka yang bersifat analitis&lt;br /&gt;3)           Mengajak setiap siswa untuk berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan kelompoknya secara bergiliran searah jarum jam dalam kurun waktu yang disepakati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://fromlearningtoteaching.blogspot.com/2010/03/cooperative-learning-structuring-group.html"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Pembelajaran Kooperatif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatif-tipe_01.html"&gt;Tipe Group Investigasi (GI) Tahapan dan Desain Model&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://fromlearningtoteaching.blogspot.com/2010/03/cooperative-learning-structuring-group.html"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Model Pembelajaran Kooperatif&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatif-tipe.html"&gt;&lt;b style="color: blue;"&gt;Tipe Group Investigasi &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-4082909251613300717?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/4082909251613300717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=4082909251613300717' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4082909251613300717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4082909251613300717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatif-tipe_03.html' title='Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group investivigation Go A Round – Langkah-Langkah Pembelajaran'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-4436748681762724547</id><published>2009-03-03T03:09:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T03:11:21.435-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MBS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen berbasis sekolah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RAPBS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rencana pengembangan sekolah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RPS'/><title type='text'>Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) - Fakta Tentang Pelaksanaan Di Lapangan</title><content type='html'>Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) - Fakta Tentang Pelaksanaan Di Lapangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) pada dasarnya memberi kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat sekolah (stakeholders) untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program sekolah sebaiknya-baiknya. Dalam pelaksanaannya, program MBS cukup bervariasi. Beberapa sekolah telah mengalami kemajuan cukup pesat, ada sekolah yang kinerjanya sedangsedang saja, namun ada juga sekolah yang mengalami sejumlah kendala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa fakta yang ditemukan dari hasil analisis pelaksanaan MBS di lapangan :&lt;br /&gt;1)           Pengembangan visi, misi, dan program di beberapa sekolah telah menunjukkan kesesuaian dengan prinsip MBS.&lt;br /&gt;2)           Perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi program di sejumlah sekolah sudah melibatkan pihak yang berkepentingan (stakeholder), meskipun Peran kepala sekolah masih dominan.&lt;br /&gt;3)           Sebagian sekolah masih lebih memfokuskan perhatiannya pada pembangunan fisik. Perencanaan dan pengalokasian anggaran di beberapa sekolah untuk peningkatan mutu pembelajaran belum menjadi prioritas.&lt;br /&gt;4)           Pelaksanaan program di beberapa sekolah sudah sesuai dengan Rencana Induk Program Sekolah (RPS) dan Rencana Anggaran dan Pendapatan Sekolah (RAPBS) yang telah dfaktasun.&lt;br /&gt;5)           Sebagian sekolah sudah membuat RAPBS dengan mengintegrasikan komponen dana dari berbagai sumber, seperti: APBD, orangtua. masyarakat, dan sumber-sumber lainnya. Sebagian yang lain belum.&lt;br /&gt;6)           Prinsip transparansi dan akuntabilitas kegiatan dan keuangan di beberapa sekolah sudah ditunjukkan, misalnya dengan memajangkan RIP/RPS dan RAPBS.&lt;br /&gt;7)           Beberapa sekolah masih mengalami kesulitan dalam menyusun RPS, maupun RAPBS, serta ringkasannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-4436748681762724547?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/4436748681762724547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=4436748681762724547' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4436748681762724547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4436748681762724547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/manajemen-berbasis-sekolah-mbs-fakta.html' title='Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) - Fakta Tentang Pelaksanaan Di Lapangan'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-4431400638101120624</id><published>2009-03-03T03:08:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T03:09:48.639-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komite sekolah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RAPBS'/><title type='text'>Komite Sekolah – Peran dan Fungsi</title><content type='html'>Komite Sekolah – Peran dan Fungsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa fakta tentang peran komite sekolah:&lt;br /&gt;a.       Di sebagian daerah, sosialisasi tentang Peran Komite Sekolah kepada masyarakat belum diefektifkan sehingga Komite belum berperan secara optimal&lt;br /&gt;b.       Di beberapa sekolah, Komite hanya berperan sebagai “alat kelengkapan” sekolah&lt;br /&gt;c.       Komite sekolah hanya difungsikan sebagai pengumpulan dana untuk membiayai program fisik sekolah dan kurang menyentuh program non fisik.&lt;br /&gt;d.       Di beberapa sekolah, komposisi keanggotaan laki-laki dan perempuan dalam organisasi komite sekolah belum berimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komite Sekolah berperan sebagai:&lt;br /&gt;1.       Pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan di satuan pendidikan;&lt;br /&gt;2.       Pendukung (supporting agency), baik yang berwujud finansial, pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan;&lt;br /&gt;3.       Pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan;&lt;br /&gt;4.       Mediator antara pemerintah (mediating agency) dengan masyarakat di satuan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komite Sekolah berfungsi sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.       Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu;&lt;br /&gt;2.       Melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha/dunia industri) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu;&lt;br /&gt;3.       Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutulhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat;&lt;br /&gt;4.       Memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada satuan pendidikan mengenai:&lt;br /&gt;a.       kebijakan dan program pendidikan;&lt;br /&gt;b.       Rencana Anggaran Pendidikan dan Belanja Sekolah (RAPBS);&lt;br /&gt;c.       kriteria kinerja satuan pendidikan;&lt;br /&gt;d.       kriteria tenaga kependidikan;&lt;br /&gt;e.       kriteria fasilitas pendidikan; dan&lt;br /&gt;f.         hal hal lain yang terkait dengan pendidikan;&lt;br /&gt;5.       Mendorong orangtua dan masyarakat berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataaln pendidikan;&lt;br /&gt;6.       Menggalang dana masyarakat calam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan;&lt;br /&gt;7.       melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, penyelenggaraan, dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-4431400638101120624?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/4431400638101120624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=4431400638101120624' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4431400638101120624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4431400638101120624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/komite-sekolah-peran-dan-fungsi.html' title='Komite Sekolah – Peran dan Fungsi'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-7671434276232793733</id><published>2009-03-03T03:07:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T03:08:21.693-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><title type='text'>Kelemahan model pembelajaran kooperatif</title><content type='html'>Kelemahan model pembelajaran kooperatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan model pembelajaran kooperatif yaitu:&lt;br /&gt;a.       Guru khawatir bahwa akan terjadi kekacauan dikelas. Kondisi seperti ini dapat diatasi dengan guru mengkondisikan kelas atau pembelajaran dilakuakan di luar kelas seperti di laboratorium matematika, aula atau di tempat yang terbuka.&lt;br /&gt;b.       Banyak siswa tidak senang apabila disuruh bekerja sama dengan yang lain. Siswa yang tekun merasa harus bekerja melebihi siswa yang lain dalam grup mereka, sedangkan siswa yang kurang mampu merasa minder ditempatkan dalam satu grup dengan siswa yang lebih pandai. Siswa yang tekun merasa temannya yang kurang mampu hanya menumpang pada hasil jerih payahnya. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan sebab dalam model pembelajaran kooperatif bukan kognitifnya saja yang dinilai tetapi dari segi afektif dan psikomotoriknya juga dinilai seperti kerjasama diantara anggota kelompok, keaktifan dalam kelompok serta sumbangan nilai yang diberikan kepada kelompok.&lt;br /&gt;c.       Perasaan was-was pada anggota kelompok akan hilangnya karakteristik atau keunikan pribadi mereka karena harus menyesuaikan diri dengan kelompok. Karakteristik pribadi tidak luntur hanya karena bekerjasama dengan orang lain, justru keunikan itu semakin kuat bila disandingkan dengan orang lain.&lt;br /&gt;d.       Banyak siswa takut bahwa pekerjaan tidak akan terbagi rata atau secara adil, bahwa satu orang harus mengerjakan seluruh pekerjaan tersebut. Dalam model pembelajaran kooperatif pembagian tugas rata, setiap anggota kelompok harus dapat mempresentasikan apa yang telah didapatnya dalam kelompok sehingga ada pertanggungjawaban secara individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang dapat memotivasi belajar siswa dimana kekurangan yang mungkin terjadi dapat diminimalisirkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-7671434276232793733?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/7671434276232793733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=7671434276232793733' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7671434276232793733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7671434276232793733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/kelemahan-model-pembelajaran-kooperatif.html' title='Kelemahan model pembelajaran kooperatif'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-5756300745197042046</id><published>2009-03-03T03:05:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T03:07:15.996-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><title type='text'>Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif</title><content type='html'>Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan model pembelajaran kooperatif yaitu:&lt;br /&gt;a.       Meningkatkan harga diri tiap individu&lt;br /&gt;b.       Penerimaan terhadap perbedaan individu yang lebih besar.&lt;br /&gt;c.       Konflik antar pribadi berkurang&lt;br /&gt;d.       Sikap apatis berkurang&lt;br /&gt;e.       Pemahaman yang lebih mendalam&lt;br /&gt;f.         Retensi atau penyimpanan lebih lama&lt;br /&gt;g.       Meningkatkan kebaikan budi,kepekaan dan toleransi.&lt;br /&gt;h.       Model pembelajaran kooperatif dapat mencegah keagresivan dalam sistem kompetisi dan keterasingan dalam sistem individu tanpa mengorbankan aspek kognitif.&lt;br /&gt;i.         Meningkatkan kemajuan belajar(pencapaian akademik)&lt;br /&gt;j.         Meningkatkan kehadiran siswa dan sikap yang lebih positif&lt;br /&gt;k.       Menambah motivasi dan percaya diri&lt;br /&gt;l.         Menambah rasa senang berada di sekolah serta menyenangi temanteman sekelasnya&lt;br /&gt;m.     Mudah diterapkan dan tidak mahal&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-5756300745197042046?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/5756300745197042046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=5756300745197042046' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5756300745197042046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5756300745197042046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/kelebihan-model-pembelajaran-kooperatif.html' title='Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-6044860216830055459</id><published>2009-03-01T20:13:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T20:14:16.416-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MBS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen berbasis sekolah'/><title type='text'>Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Management) dan Penyebab Rendahnya Mutu Pendidikan di Indonesia</title><content type='html'>Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Management) dan Penyebab Rendahnya Mutu Pendidikan di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah banyak usaha peningkatan mutu pendidikan di tingkat pendidikan dasar tetapi hasilnya tidak begitu menggembirakan. Dari berbagai studi dan pengamatan langsung di lapangan, hasil analisis menunjukkan bahwa paling tidak ada tiga faktor yang menyebabkan mutu pendidikan tidak mengalami peningkatan secara merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kebijakan penyelenggaraan pendidikan nasional yang berorientasi pada keluaran pendidikan (output) terlalu memusatkan pada masukan (input) dan kurang memperhatikan pada proses pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, penyelengaraan pendidikan dilakukan secara sentralistik. Hal ini menyebabkan tingginya ketergantungan kepada keputusan birokrasi dan seringkali kebijakan pusat terlalu umum dan kurang menyentuh atau kurang sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah setempat. Di samping itu segala sesuatu yang terlalu diatur menyebabkan penyelenggara sekolah kehilangan kemandirian, insiatif, dan kreativitas. Hal tersebut menyebabkan usaha dan daya untuk mengembangkan atau meningkatkan mutu layanan dan keluaran pendidikan menjadi kurang termotivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, peran serta masyarakat terutama orangtua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan selama ini hanya terbatas pada dukungan dana. Padahal peran serta mereka sangat penting di dalam proses-proses pendidikan antara lain pengambilan keputusan, pemantauan, evaluasi, dan akuntabilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar pertimbangan tersebut, perlu dilakukan reorientasi penyelengaraan pendidikan melalui pendekatan Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Management).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-6044860216830055459?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/6044860216830055459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=6044860216830055459' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6044860216830055459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6044860216830055459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/manajemen-berbasis-sekolah-school-based.html' title='Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Management) dan Penyebab Rendahnya Mutu Pendidikan di Indonesia'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-5349971866599129513</id><published>2009-03-01T20:11:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T20:13:10.937-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MBS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen berbasis sekolah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PAKEM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PSM'/><title type='text'>Sekilas - Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)</title><content type='html'>Sekilas - Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa MBS?&lt;br /&gt;Tujuan utama Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah peningkatan mutu pendidikan. Dengan adanya MBS sekolah dan masyarakat tidak perlu lagi menunggu perint ah dari atas. Mereka dapat mengembangkan suatu visi pendidikan yang sesuai dengan keadaan setempat dan melaksanakan visi tersebut secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)?&lt;br /&gt;¨       Dalam rangka Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) alokasi dana kepada sekolah menjadi lebih besar dan sumber daya tersebut dap at dimanfaatkan sesuai kebutuhan sekolah sendiri.&lt;br /&gt;¨       Sekolah lebih bertanggung jawab terhadap perawatan, kebersihan, dan penggunaan fasilitas sekolah, termasuk pengadaan buku dan bahan belajar. Hal tersebut pada akhirnya akan meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di kelas.&lt;br /&gt;¨       Sekolah membuat perencanaan sendiri dan mengambil inisiatif sendiri untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan melibatkan masyarakat sekitarnya dalam proses tersebut.&lt;br /&gt;¨       Kepala sekolah dan guru dapat bekerja lebih profesional dalam memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak di sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen Manajemen Berbasis Sekolah&lt;br /&gt;Tujuan Program MBS adalah peningkatan mutu pembelajaran.&lt;br /&gt;Program ini terdiri atas tiga komponen, yaitu:&lt;br /&gt;¨       Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)&lt;br /&gt;¨       Peran Serta Masyarakat (PSM), dan&lt;br /&gt;¨       Peningkatan Mutu Kegiatan Belajar Mengajar melalui Penginkatan Mutu Pembelajaran yang disebut Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) di SD-MI, dan Pembelajaran Kontekstual di SLTP-MTs.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-5349971866599129513?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/5349971866599129513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=5349971866599129513' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5349971866599129513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5349971866599129513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/sekilas-manajemen-berbasis-sekolah-mbs.html' title='Sekilas - Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-6560363084515121634</id><published>2009-03-01T20:10:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T20:11:40.642-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RAPBS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rencana pengembangan sekolah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RPS'/><title type='text'>Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS)</title><content type='html'>Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah, sebagai lembaga/institusi, mempunyai satu atau lebih tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu disusun rencana dan langkah bagaimana cara mencapai tujuan tersebut. Pada umumnya tujuan sekolah dipaparkan dalam bentuk Visi dan Misi Sekolah. Cara pencapaiannya dilakukan melalui berbagai perencanaan dan program kegiatan yang dituangkan dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya sekolah cenderung statis. Mereka mulai bergerak setelah ada masalah yang muncul. Perencanaan dilakukan tidak hanya untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi, tetapi juga untuk perencanaan ke depan dalam hal peningkatan kinerja sekolah atau untuk mengantisipasi perubahan dan tuntutan jaman. Visi-Misi sekolah pada umumnya masih bersifat umum, sehingga perlu dijabarkan dalam Komponen Visi-Misi, termasuk program yang harus sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan Sekolah. Sangat sering ditemukan Sekolah yang tidak mempunyai program yang relevan dengan Visi-Misinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar sekolah dapat berkembang optimal, perlu mempunyai RPS. Idealnya RPS harus mengacu visi dan misi sekolah dan penjabarannya. Perencanaan program dirinci secara terukur dan realistis dalam jenis-jenis kegiatan konkret yang mampu dilaksanakan. Perencanaan sebaiknya tidak dibuat terlalu muluk, tidak berpijak pada kondisi yang sesungguhnya, dan kurang melihat inti permasalahan . Hal seperti ini perlu diidentifikasi terlebih dahulu, dianalisis penyebabnya, dan dicarikan alternatif pemecahannya.  Alternatif mengatasi permasalahan yang dijadikan pilihan prioritas atas kegiatan haruslah dicari terlebih dahulu, disusun anggarannya, kemudian dicarikan kekurangan dananya (yang masih diperlukan). Bukan sebaliknya, dari uang yang sudah terkumpul baru disusun rencana dan anggarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RPS sebaiknya dibuat bersama secara partisipatif antara pihak sekolah (KS dan guru), bersama dengan stakeholder (pihak yang berkepentingan lainnya), misalnya: Komite sekolah, tokoh masyarakat, dan pihak lain yang peduli pendidikan di sekitar sekolah. Dengan melibatkan mereka, sekolah telah menunjukkan sikap terbuka dan siap bekerjasama. Hal tersebut akan meningkatkan rasa memiliki, serta dapat mengundang simpati sehingga masyarakat akan merasa senang memberikan dukungan atau bantuan yang diperlukan sekolah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-6560363084515121634?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/6560363084515121634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=6560363084515121634' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6560363084515121634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6560363084515121634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/rencana-pengembangan-sekolah-rps-dan.html' title='Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-7337773511342586138</id><published>2009-03-01T20:09:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T20:10:33.189-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><title type='text'>Prinsip Dasar Dan Ciri-Ciri Dalam Pembelajaran Kooperatif</title><content type='html'>Prinsip Dasar Dan Ciri-Ciri Dalam Pembelajaran Kooperatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip dasar dalam pembelajaran kooperatif sebagai berikut.&lt;br /&gt;Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya.&lt;br /&gt;Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama.&lt;br /&gt;Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya.&lt;br /&gt;Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi.&lt;br /&gt;Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.&lt;br /&gt;Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri model pembelajaran kooperatif sebagai berikut.&lt;br /&gt;Siswa dalam kelompok secara kooperatif menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai.&lt;br /&gt;Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, baik tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender.&lt;br /&gt;Penghargaan lebih menekankan pada kelompok dari pada masing-masing individu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-7337773511342586138?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/7337773511342586138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=7337773511342586138' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7337773511342586138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/7337773511342586138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/prinsip-dasar-dan-ciri-ciri-dalam.html' title='Prinsip Dasar Dan Ciri-Ciri Dalam Pembelajaran Kooperatif'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-2280154605226310886</id><published>2009-03-01T20:08:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T20:09:26.262-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rencana pengembangan sekolah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RPS'/><title type='text'>Prinsip-Prinsip Yang Harus Diterapkan Dalam penyusunan RPS (Rencana Pengembangan Sekolah)</title><content type='html'>Prinsip-Prinsip Yang Harus Diterapkan Dalam penyusunan RPS (Rencana Pengembangan Sekolah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RPS sebaiknya disusun secara bersama-sama antara pihak sekolah (KS dan guru), dengan stakeholder (pihak yang berkepentingan) a.l.: Komite sekolah, tokoh masyarakat, dan pihak lain yang peduli pendidikan di sekitar sekolah. Dalam penyusunan RPS ini diharapkan diterapkan konsep sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Partisipatif, hal ini mendorong dan melibatkan tiap warga untuk menggunakan hak dalam menyampaikan pendapat dalam proses pengambilan keputusan, sehingga warga merasa memiliki dan ikut bertanggung jawab terhadap kemajuan sekolah. Untuk itu, jika menyusun RPS sebaiknya melibatkan semua stakeholder pendidikan, misal: Kepala Sekolah, Guru, Komite Sekolah, dan Warga. Akan lebih baik jika melibatkan stakeholder yang lain misal; unsur Pemerintah (Dinas/ kecamatan), Swasta, LSM Peduli Pendidikan, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Transparan, hal ini diperlukan dalam rangka menciptakan kepercayaan timbal balik antar stakeholder melalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan dalam memperoleh informasi yang akurat dan memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Akuntabel, segala pelaksanaan rencana dan kegiatan diusahakan dapat meningkatkan akuntabilitas (pertanggunggugatan) para pengambil keputusan dalam segala bidang yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       Berwawasan ke depan, karena RPS adalah suatu rencana yang disusun untuk mencapai tujuan&lt;br /&gt;5.       di masa depan, perlu diingat bahwa segala sesuatu haruslah disusun dengan mempunyai wawasan yang luas dan kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.       Spesifik, Terjangkau, dan Realistis, sebaiknya dalam menyusun RPS, sekolah mengacu pada hal yang sesuai kebutuhan sekolah masing-masing, tidak terlalu muluk, dan berpijak pada kenyataan yang ada (kemampuan sumber daya: manusia, keuangan, dan material)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-2280154605226310886?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/2280154605226310886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=2280154605226310886' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2280154605226310886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2280154605226310886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/prinsip-prinsip-yang-harus-diterapkan.html' title='Prinsip-Prinsip Yang Harus Diterapkan Dalam penyusunan RPS (Rencana Pengembangan Sekolah)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-8526416806469060019</id><published>2009-03-01T20:07:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T20:08:18.571-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MBS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen berbasis sekolah'/><title type='text'>Pembelajaran yang dikehendaki dalam MBS</title><content type='html'>Pembelajaran yang dikehendaki dalam MBS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari aspek Siswa&lt;br /&gt;Mengembangkan potensi yang ada pada diri siswa secara maksimal.&lt;br /&gt;Meningkatkan keaktifan siswa dalam menemukan, memecahkan masalah melalui berfikir ilmiah, logis, kritis, dan praktis.&lt;br /&gt;Berani mengemukakan pendapat dalam memecahkan masalah pada situasi kelompok untuk menyimpulkan hasil diskusi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.&lt;br /&gt;Tidak merasa tertekan dalam proses pembelajaran sehingga anak merasa senang menerima dan menggali informasi di sekitarnya.&lt;br /&gt;Menerapkan keterampilan bagi diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari aspek Guru&lt;br /&gt;Mendorong keaktifan siswa dengan mengemukakan gagasan, pendapat, dan ide baru di masa datang.&lt;br /&gt;Mengembangkan kegiatan yang beragam dengan menggunakan media dan metode yag bervariasi.&lt;br /&gt;Memberikan motivasi kepada siswa untuk meningkatkan prestasi dengan jalan mengharagai karya anak melalui pajangan hasil kreativitas anak.Berusaha mencapai tujuan pembelajaran sesuai target dan waktu yang disediakan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-8526416806469060019?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/8526416806469060019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=8526416806469060019' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8526416806469060019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8526416806469060019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pembelajaran-yang-dikehendaki-dalam-mbs.html' title='Pembelajaran yang dikehendaki dalam MBS'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-4516093609811502550</id><published>2009-03-01T20:06:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T20:07:11.758-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PAKEM'/><title type='text'>PAKEM – Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan</title><content type='html'>PAKEM – Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran merupakan salah satu unsur penentu baik tidaknya lulusan yang dihasilkan oleh suatu sistem pendidikan. Ia ibarat jantung dari proses pembelajaran. Pembelajaran yang baik cenderung menghasilkan lulusan dengan hasil belajar yang baik pula. Demikian pula sebaliknya. Hasil belajar pendidikan di Indonesia masih dipandang kurang baik. Sebagian besar siswa belum mampu menggapai potensi ideal/optimal yang dimilikinya. Oleh karena itu, perlu ada perubahan proses pembelajaran dari kebiasaan yang sudah berlangsung selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran yang saat ini dikembangkan dan banyak dikenalkan ke seluruh pelosok tanah air adalah Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan atau disingkat dengan PAKEM. Disebut demikian karena pembelajaran ini dirancang agar mengaktifkan anak, mengembangkan&lt;br /&gt;kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-4516093609811502550?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/4516093609811502550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=4516093609811502550' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4516093609811502550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4516093609811502550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pakem-pembelajaran-aktif-kreatif.html' title='PAKEM – Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-4963756469413256390</id><published>2009-03-01T20:05:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T20:06:14.544-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PAKEM'/><title type='text'>Pajangan Kelas dalam PAKEM</title><content type='html'>Pajangan Kelas dalam PAKEM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa manfaat pajangan?&lt;br /&gt;1.       Membuat kelas lebih menarik&lt;br /&gt;2.       Siswa mudah mendapat gagasan dari apa yang dipajangkan.&lt;br /&gt;3.       Yang dipajangkan adalah contoh yang baik untuk diikuti atau ditiru oleh siswa lainnya.&lt;br /&gt;4.       Pajangan memotivasi siswa yang pekerjaannya dipajangkan dan juga memotivasi siswa lain untuk mengerjakan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apa saja yang harus dipajang?&lt;br /&gt;1.       Hasil kerja siswa apa saja yang akan dipajang?&lt;br /&gt;2.       Tulisan siswa seperti cerita, karangan, puisi, laporan, buku yang dibuat oleh siswa, model, grafik, gambar, dan hasil kerajinan atau kesenian.&lt;br /&gt;3.       Hasil pekerjaan siswa yang menunjukkan ada unsur kreativitas dan menarik untuk dilihat dan dibaca sebaiknya dipajangkan..&lt;br /&gt;4.       Kadang-kadang hasil kerja siswa yang lambat (slow learner) perlu dipajangkan untuk memotivasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, apa saja yang bisa dipajang?&lt;br /&gt;1.       Gambar, chart, diagram, dan benda-benda yang relevan dengan kegiatan yang sedang&lt;br /&gt;2.       dibahas di kelas.&lt;br /&gt;3.       Buku untuk siswa yang perlu dibaca dan dilihat&lt;br /&gt;4.       Bahan, sumber belajar, dan peralatan yang sedang digunakan untuk kegiatan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sebaiknya tidak dipajang?&lt;br /&gt;1.       Latihan rutin&lt;br /&gt;2.       Hasil kerja yang kurang benar atau tidak bagus untuk contoh, misalnya tidak rapih atau tidak dikerjakan dengan hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara memajangkan hasil kerja siswa?&lt;br /&gt;1.       Mudah dibaca oleh siswa (dipanjangkan pada tempat yang tidak terlalu tinggi).&lt;br /&gt;2.       Pekerjaan siswa hendaknya dipajangkan secara individual sehingga dapat dibaca dengan mudah.&lt;br /&gt;3.       Pajangan sebaiknya tidak bercampur dengan yang lain atau tidak dalam bentuk tumpukan.&lt;br /&gt;4.       Yang dipajangkan hendaknya dalam keadaan bersih, rapih, dan menarik.&lt;br /&gt;5.       Benda yang dipajangkan dapat ditempel di dinding, digantung di langit-langit ruangan, atau diatur di atas meja pamer.&lt;br /&gt;Kriteria apa yang digunakan untuk memajangkan hasil kerja siswa?&lt;br /&gt;1.       Apakah orang lain trtarik membacanya?&lt;br /&gt;2.       Contoh baik apa yang ingin di pamerkan?&lt;br /&gt;3.       Apakah pajangan mengundang / menggoda orang untuk memperhatikannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan pajangan sebaiknya diganti?&lt;br /&gt;1.       Ketika sudah tidak menarik lagi&lt;br /&gt;2.       Ketika telah menjadi kotor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-4963756469413256390?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/4963756469413256390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=4963756469413256390' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4963756469413256390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4963756469413256390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pajangan-kelas-dalam-pakem.html' title='Pajangan Kelas dalam PAKEM'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-3219254686233959817</id><published>2009-03-01T20:04:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T20:05:14.352-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MBS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen berbasis sekolah'/><title type='text'>Manajemen Berbasis Sekolah – Transparansi dan Akuntabilitas Sekolah</title><content type='html'>Manajemen Berbasis Sekolah – Transparansi dan Akuntabilitas Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap pekerjaan mutlak memerlukan adanya pertanggunggugatan (accountability). Sampai sekarang sekolah merasa hanya bertanggung jawab (responsible) kepada Pemerintah atau Yayasan yang memberi uang dan kewenangan. Tidak ada yang merasa bertanggung gugat kepada masyarakat. Seharusnya, karena sekolah mendidik anak (dari masyarakat), maka sekolah harus bertanggung jawab kepada masyarakat tentang pelaksanaan tugasnya, penggunaan dana (apa kekurangannya dan bagaimana mengharap bantuan dan dukungan masyarakat untuk mendidik anak secara bersama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pengalaman yang menyatakan bahwa jika sekolah dikelola secara terbuka dan siap bekerjasama, akan mengundang simpati sehingga masyarakat akan merasa senang memberikan dukungan atau bantuan yang diperlukan sekolah dalam usaha peningkatan layanan pendidikan untuk anak-anak mereka. Untuk dapat mencapai hal tersebut perlu diterapkan konsep Transparansi (Keterbukaan) dan Akuntabilitas (Pertanggung-gugatan). Jika manajemen sekolah semakin terbuka dan akuntabel, maka&lt;br /&gt;semakin meningkat pula kepercayaan masyarakat terhadap sekolah dan meningkat pula perasaan memiliki terhadap sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transparan/Terbuka, hal ini diperlukan dalam rangka menciptakan kepercayaan timbal balik antar stakeholder melalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan dalam memperoleh informasi yang akurat dan memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akuntabel/Bertanggung-gugat,segala pelaksanaan rencana kegiatan diusahakan dapat meningkatkan akuntabilitas (pertanggung-gugatan) para pengambil keputusan dalam segala bidang yang menyangkut kepentingan masyarakat luas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-3219254686233959817?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/3219254686233959817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=3219254686233959817' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3219254686233959817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3219254686233959817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/manajemen-berbasis-sekolah-transparansi.html' title='Manajemen Berbasis Sekolah – Transparansi dan Akuntabilitas Sekolah'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-2460821147211922173</id><published>2009-03-01T20:03:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T20:04:18.467-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MBS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen berbasis sekolah'/><title type='text'>Manajemen Berbasis Sekolah – Kegiatan, DOS, dan Dampak Bagi Sekolah</title><content type='html'>Manajemen Berbasis Sekolah – Kegiatan, DOS, dan Dampak Bagi Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Program MBS&lt;br /&gt;Kegiatan program MBS yang dilakukan di daerah meliputi hal-hal berikut:&lt;br /&gt;¨           Pelatihan tim pelatih tingkat kabupaten&lt;br /&gt;¨           Pelatihan sekolah dan masyarakat (kepala sekolah, guru dan masyarakat)&lt;br /&gt;¨           Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Sekolah (RIPS) dan RAPBS oleh sekolah dan masyarakat&lt;br /&gt;¨           Pelatihan untuk guru, termasuk pendampingan langsung di kelas oleh pelatih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana Operasional Sekolah&lt;br /&gt;MBS perlu ditunjang dengan dana operasional sekolah, agar rencana yang dibuat oleh sekolah dan masyarakat dapat dilaksanakan. Saat ini dana yang diterima sekolah dari APBD pada umumnya sangat minim. Sekolah lebih banyak menerima dana dari Komite Sekolah. Jumlah dana dari APBD yang diberikan kepada sekolah secara langsung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak MBS bagi Sekolah?&lt;br /&gt;¨           MBS menciptakan rasa tanggung jawab melalui administrasi sekolah yang lebih terbuka. Kepala sekolah, guru, dan anggota masyarakat bekerja sama dengan baik untuk membuat Rencana Pengembangan Sekolah. Sekolah memajangkan anggaran sekolah dan perhitungan dana secara terbuka pada papan sekolah.&lt;br /&gt;¨           Keterbukaan ini telah meningkatkan kepercayaan, motivasi, serta dukungan orang tua dan masyarakat terhadap sekolah. Banyak sekolah yang melaporkan kenaikan sumbangan orang tua untuk menunjang sekolah.&lt;br /&gt;¨           Pelaksanaan PAKEM (Pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) atau Pembelajaran Kontekstual dalam MBS, mengakibatkan peningkatan kehadiran anak di sekolah, karena mereka senang belajar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-2460821147211922173?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/2460821147211922173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=2460821147211922173' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2460821147211922173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2460821147211922173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/manajemen-berbasis-sekolah-kegiatan-dos.html' title='Manajemen Berbasis Sekolah – Kegiatan, DOS, dan Dampak Bagi Sekolah'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-5783392624931687408</id><published>2009-03-01T20:02:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T20:03:11.652-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MBS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen berbasis sekolah'/><title type='text'>Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)</title><content type='html'>Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) pada hakikatnya adalah penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua kelompok kepentingan (stakeholder) yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila manajemen berbasis lokasi lebih difokuskan pada tingkat sekolah, maka MBS akan menyediakan layanan pendidikan yang komprehensif dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat di mana sekolah itu berada. Ciri-ciri MBS, bisa dilihat dari sudut sejauh mana sekolah tersebut dapat mengoptimalkan kinerja organisasi sekolah, pengelolaan SDM, proses belajar-mengajar dan sumber daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, MBS yang akan dikembangkan merupakan bentuk alternatif sekolah dalam program desentralisasi bidang pendidikan, yang ditandai dengan adanya otonomi luas di tingkat sekolah, partisipasi masyarakat yang tinggi tapi masih dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional. Tetapi semua ini harus mengakibatkan peningkatan proses belajar mengajar. Sekolah yang menerapkan prinsip-prinsip MBS adalah sekolah yang harus lebih bertanggungjawab (high responsibility), kreatif dalam bertindak dan mempunyai wewenang lebih (more authority) serta dapat dituntut pertanggungjawabannya oleh yang berkepentingan/tanggung gugat (public accountability by stake holders).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan dengan menerapkan manajemen pola MBS, sekolah lebih berdaya dalam beberapa hal berikut:&lt;br /&gt;¨       menyadari kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi sekolah tersebut&lt;br /&gt;¨       mengetahui sumberdaya yang dimiliki dan “input” pendidikan yang akan dikembangkan&lt;br /&gt;¨       mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk kemajuan lembaganya&lt;br /&gt;¨       bertanggungjawab terhadap orangtua, masyarakat, lembaga terkait, dan pemerintah dalam penyelengaraan sekolah&lt;br /&gt;¨       persaingan sehat dengan sekolah lain dalam usaha-usaha kreatif-inovatif untuk meningkatkan layanan dan mutu pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri Sekolah yang menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), misalnya:&lt;br /&gt;¨       Upaya meningkatkan peran serta Komite Sekolah, masyarakat, DUDI (dunia usaha dan dunia industri) untuk mendukung kinerja sekolah&lt;br /&gt;¨       Program sekolah disusun dan dilaksanakan dengan mengutamakan kepentingan proses belajar mengajar (kurikulum), bukan kepentingan administratif saja.&lt;br /&gt;¨       Menerapkan prinsip efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya sekolah (anggaran, personil dan fasilitas)&lt;br /&gt;¨       Mampu mengambil keputusan yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan kondisi lingkungan sekolah walau berbeda dari pola umum atau kebiasaan.&lt;br /&gt;¨       Menjamin terpeliharanya sekolah yang bertanggung jawab kepada masyarakat.&lt;br /&gt;¨       Meningkatkan profesionalisme personil sekolah.&lt;br /&gt;¨       Meningkatnya kemandirian sekolah di segala bidang.&lt;br /&gt;¨       Adanya keterlibatan semua unsur terkait dalam perencanaan program sekolah (misal: KS, guru, Komite Sekolah, tokoh masyarakat,dll).&lt;br /&gt;¨       Adanya keterbukaan dalam pengelolaan anggaran pendidikan sekolah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-5783392624931687408?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/5783392624931687408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=5783392624931687408' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5783392624931687408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/5783392624931687408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/karakteristik-manajemen-berbasis.html' title='Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-3787382158855816592</id><published>2009-03-01T20:01:00.001-08:00</published><updated>2009-03-05T15:25:58.843-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peran serta masyarakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PSM'/><title type='text'>Jenis-jenis Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan</title><content type='html'>Jenis-jenis Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bermacam-macam tingkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. Peran serta tersebut dapat diklasifikasikan menjadi 7 tingkatan, yang dimulai dari tingkat terendah ke tingkat yang lebih tinggi. Tingkatan tersebut terinci sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Peran serta dengan menggunakan jasa pelayanan yang tersedia. Jenis PSM ini adalah jenis yang paling umum. Masyarakat hanya memanfaatkan jasa sekolah dengan memasukkan anak ke sekolah.&lt;br /&gt;2. Peran serta dengan memberikan kontribusi dana, bahan, dan tenaga. Pada PSM jenis ini, masyarakat berpartisipasi dalam perawatan dan pembangunan fisik sekolah dengan menyumbangkan dana, barang, dan/atau tenaga.&lt;br /&gt;3. Peran serta secara pasif. Artinya, menyetujui dan menerima apa yang diputuskan oleh pihak sekolah (komite sekolah), misalnya komite sekolah memutuskan agar orangtua membayar iuran bagi anaknya yang bersekolah dan orangtua menerima keputusan tersebut dengan mematuhinya.&lt;br /&gt;4. Peran serta melalui adanya konsultasi. Orangtua datang ke sekolah untuk berkonsultasi tentang masalah pembelajaran yang dialami anaknya.&lt;br /&gt;5. Peran serta dalam pelayanan. Orangtua/masyarakat terlibat dalam kegiatan sekolah, misalnya orangtua ikut membantu sekolah ketika ada studi banding, kegiatan pramuka, kegiatan keagamaan, dsb.&lt;br /&gt;6. Peran serta sebagai pelaksana kegiatan yang didelegasikan/dilimpahkan. Misalnya, sekolah meminta orangtua/masyarakat untuk memberikan penyuluhan pentingnya pendidikan, masalah jender,&lt;br /&gt;1. gizi, dsb. Dapat juga berpartisipasi dalam mencatat anak usia sekolah di lingkungannya agar sekolah siap menampungnya, menjadi nara sumber, guru bantu, dsb.&lt;br /&gt;7. Peran serta dalam pengambilan keputusan. Orangtua/masyarakat terlibat dalam pembahasan masalah pendidikan (baik akademis maupun non akademis) dan ikut dalam proses pengambilan keputusan dalam rencana pengembangan sekolah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-3787382158855816592?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/3787382158855816592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=3787382158855816592' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3787382158855816592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3787382158855816592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/jenis-jenis-peran-serta-masyarakat.html' title='Jenis-jenis Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-8184809527634070853</id><published>2009-03-01T20:00:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T20:01:03.892-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MBS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen berbasis sekolah'/><title type='text'>Desentralisasi Pendidikan</title><content type='html'>Desentralisasi Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini sedang berlangsung perubahan paradigma manajemen pemerintahan. Beberapa perubahan paradigma manajemen pemerintahan tersebut antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petama, orientasi manajemen yang sarwa negara ke orientasi pasar. Dalam kaitan ini, aspirasi masyarakat menjadi pertimbangan pertama dalam mengolah dan menetapkan kebijaksanaan untuk mengatasi permasalahan yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, orientasi manajemen pemerintahan yang otoritarian ke demokrasi. Berkaitan dengan hal ini, pendekatan kekuasaan bergeser arahnya ke sistem yang lebih mengutamakan peranan rakyat. Kedaulatan rakyat akhirnya menjadi pertimbangan utama dalam tatanan yang demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, sentralisasi kekuasaan ke desentralisasi kewenangan. Kekuasaan tidak lagi terpusat di satu tangan melainkan dibagi ke beberapa pusat kekuasaan secara seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, sistem pemerintahan yang jelas batas dan aturannya seakan-akan menjadi negara yang sudah tidak jelas lagi batasnya (boundaryless organization) akibat pengaruh globalisasi. Keadaan ini membawa akibat tata-aturan yang hanya menekankan tataaturan nasional saja kurang menguntungkan dalam percaturan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ini berpengaruh terhadap dunia pendidikan akibatnya desentralisasi pendidikan adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda lagi. Tentu saja desentralisasi pendidikan bukan berkonotasi negatif, yaitu untuk mengurangi wewenang atau intervensi pejabat atau unit pusat melainkan lebih berwawasan keunggulan. Kebijakan umum yang ditetapkan oleh pusat sering tidak efektif karena kurang mempertimbangkan keragaman dan kekhasan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu membawa dampak ketergantungan sistem pengelolaan dan pelaksanaan pendidikan yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat (lokal), menghambat kreativitas, dan menciptakan budaya menunggu petunjuk dari atas. Dengan demikian desentralisasi pendidikan bertujuan untuk memberdayakan peranan unit bawah atau masyarakat dalam menangani persoalan pendidikan di lapangan. Banyak persoalan pendidikan yang sepatutnya bisa diputuskan dan dilaksanakan oleh unit tataran di bawah atau masyarakat. Hal ini sejalan dengan apa yang terjadi di kebanyakan negara. Faktor-faktor pendorong penerapan desentralisasi1 terinci sbb.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, tuntutan orangtua, kelompok masyarakat, para legislator, pebisnis, dan perhimpunan guru untuk turut serta mengontrol sekolah dan menilai kualitas pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, anggapan bahwa struktur pendidikan yang terpusat tidak dapat bekerja dengan baik&lt;br /&gt;dalam meningkatkan partisipasi siswa bersekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, ketidakmampuan birokrasi yang ada untuk merespon secara efektif kebutuhan sekolah&lt;br /&gt;setempat dan masyarakat yang beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, penampilan kinerja sekolah dinilai tidak memenuhi tuntutan baru dari masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, tumbuhnya persaingan dalam memperoleh bantuan dan pendanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desentralisasi pendidikan, mencakup tiga hal, yaitu; (a) manajemen berbasis lokasi (site based management); (b) pendelegasian wewenang; dan (c) inovasi kurikulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya manajemen berbasis lokasi dilaksanakan dengan meletakkan semua urusan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Pengurangan administrasi pusat adalah konsekwensi dari yang pertama dengan diikuti pendelegasian wewenang dan urusan pada sekolah. Inovasi kurikulum menekankan pada pembaharuan kurikulum sebesar-besarnya untuk meningkatkan kualitas dan persamaan hak bagi semua peserta didik. Kurikulum disesuaikan benar dengan kebutuhan peserta didik di daerah atau sekolah. Pada kurikulum 2004 yang telah diberlakukan, pusat hanya akan menetapkan kompetensi-kompetensi lulusan dan materi-materi minimal. Daerah diberi keleluasaan untuk mengembangkan silabus (GBPP) nya yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan daerah. Pada umumnya program pendidikan yang tercermin dalam silabus sangat erat dengan program-program pembangunan daerah. Sebagai contoh, suatu daerah yang menetapkan untuk mengembangkan ekonomi daerahnya melalui bidang pertanian, implikasinya silabus IPA akan diperkaya dengan materi-materi biologi pertanian dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pertanian. Manajemen berbasis lokasi yang merujuk ke sekolah, akan meningkatkan otonomi sekolah dan memberikan kesempatan kepada tenaga sekolah, orangtua, siswa, dan anggota masyarakat dalam pembuatan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil-hasil kajian yang dilakukan di Amerika Serikat, Site Based Management merupakan strategi penting untuk meningkatkan kualitas pembuatan keputusan-keputusan pendidikan dalam anggaran, personalia, kurikulum dan penilaian. Studi yang dilakukan di El Savador, Meksiko, Nepal, dan Pakistan menunjukkan pemberian otonomi pada sekolah telah meningkatkan motivasi dan kehadiran guru. Tetapi desentralisasi pengelolaan guru tidak secara otomatis meningkatkan efesiensi operasional. Jika pengelola di tingkat daerah tidak memberikan dukungannya, pengelolaan semakin tidak efektif. Oleh karena itu, beberapa negara telah kembali ke sistem sentralisasi dalam hal pengelolaan ketenagaan, misalnya Kolombia, Meksiko, Nigeria, dan Zimbabwe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi desentralisasi pendidikan adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan, meningkatkan pendayagunaan potensi daerah, terciptanya infrastruktur kelembagaan yang menunjang terselengaranya sistem pendidikan yang relevan dengan tuntutan jaman, antara lain terserapnya konsep globalisasi, humanisasi, dan demokrasi dalam pendidikan. Penerapan demokratisasi dilakukan dengan mengikutsertakan unsur-unsur pemerintah setempat, masyarakat, dan orangtua dalam hubungan kemitraan dan menumbuhkan dukungan positif bagi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum dikembangkan sesuai dengan kebutuhan lingkungan. Hal ini tercermin dengan adanya kurikulum lokal. Kurikulum juga harus mengembangkan kebudayaan daerah dalam rangka mengembangkan kebudayaan nasional. Proses belajar mengajar menekankan terjadinya proses pembelajaran yang menumbuhkan kesadaran lingkungan yaitu memanfaatkan lingkungan baik fisik maupun sosial sebagai media dan sumber belajar, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan alat pemersatu bangsa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-8184809527634070853?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/8184809527634070853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=8184809527634070853' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8184809527634070853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8184809527634070853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/desentralisasi-pendidikan.html' title='Desentralisasi Pendidikan'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-165662814700958584</id><published>2009-03-01T19:58:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T19:59:31.241-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MBS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manajemen berbasis sekolah'/><title type='text'>Ciri-ciri manajemen Sekolah yang mengacu pada MBS</title><content type='html'>Ciri-ciri manajemen Sekolah yang mengacu pada MBS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini, ciri-ciri manajemen sekolah yang mengacu pada MBS:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi dan misi dirumuskan bersama oleh Kepala Sekolah, Guru, unsur siswa, Alumni, dan Stakeholder;&lt;br /&gt;RPS mengacu pada visi dan misi yang telah dirumuskan;&lt;br /&gt;Penyusunan RAPBS sesuai dengan RPS yang disusun bersama oleh kepala sekolah, guru, dan komite sekolah secara transparan;&lt;br /&gt;Akuntabel (tanggung gugat);&lt;br /&gt;Otonomi sekolah terwujud yang ditandai kemandirian dan dinamika sesuai dengan kebutuhan masyarakat;&lt;br /&gt;Pengambilan keputusan dilaksanakan secara partisipatif dan demokratis;&lt;br /&gt;Terbuka menerima masukan, kritik, dan saran dari pihak manapun demi penyempurnaan program;&lt;br /&gt;Mampu membangun komitmen seluruh warga sekolah untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan;&lt;br /&gt;Pemberdayaan seluruh potensi warga sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan;&lt;br /&gt;Terciptanya suasana kerja yang kondusif untuk peningkatan kinerja sekolah;&lt;br /&gt;Mampu memberikan rasa bangga kepada semua pihak (warga masyarakat dan sekolah);&lt;br /&gt;Ada transparansi dan akuntabilitas publik didalam melaksanakan seluruh kegiatan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-165662814700958584?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/165662814700958584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=165662814700958584' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/165662814700958584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/165662814700958584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/ciri-ciri-manajemen-sekolah-yang.html' title='Ciri-ciri manajemen Sekolah yang mengacu pada MBS'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-4647577943715724111</id><published>2009-03-01T19:57:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T19:58:29.642-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peran serta masyarakat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PSM'/><title type='text'>Butir-Butir Penting tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan</title><content type='html'>Butir-Butir Penting tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.          Pendidikan adalah tanggung jawab bersama keluarga, masyarakat, dan Negara;&lt;br /&gt;b.          Keluarga bertanggung jawab untuk mendidik moralitas/agama, menyekolahkan anaknya serta membiayai keperluan pendidikan anaknya;&lt;br /&gt;c.          Anak berada di sekolah antara 6–9 jam saja, selebihnya berada di luar sekolah (rumah dan lingkungannya). Dengan demikian, tugas keluarga amat penting untuk menjaga dan mendidik anak;&lt;br /&gt;d.          Pendidikan adalah investasi masa depan anak.Oleh karena itu, memerlukan biaya dan tenaga. Keberatankah orangtua membayar iuran yang ditetapkan sebesar Rp 3.000 tiap bulan, sementara mereka tidak keberatan kehilangan Rp 3.000 tiap hari untuk membeli rokok? Mungkinkah anak menjadi pandai tanpa keluar biaya? Kita akan segera memasuki era globalisasi, dan jika anak kita tidak terdidik, kita akan kalah bersaing dengan bangsa lain;&lt;br /&gt;e.          Anak perempuan perlu mendapat pendidikan setinggi anak laki-laki mengingat mereka akan menjadi ibu dari bayi-bayinya. Ibu lebih dekat kepada anak dan mendidik anak perlu pengetahuan yang memadai agar tidak salah didik/asuh;&lt;br /&gt;f.            Masyarakat berhak dan berkewajiban untuk mendapatkan dan mendukung pendidikan yang baik. Kewajiban mereka tidak hanya dalam bentuk sumbangan dana, tetapi juga ide dan gagasannya;&lt;br /&gt;g.          Pemerintah berkewajiban membuat gedung sekolah, menyediakan tenaga/guru, melakukan standarisasi kurikulum, menjamin kualitas buku paket, alat peraga, dan sebagainya. Karena kemampuan pemerintah terbatas, maka peran serta masyarakat akan sangat diperlukan.&lt;br /&gt;h.          Kemampuan pemerintah terbatas sehingga mungkin tidak mampu untuk mengetahui secara rinci nuansa perbedaan di masyarakat yang berpengaruh pada bidang pendidikan. Jadi masyarakat berkewajiban membantu penyelenggaraan pendidikan;&lt;br /&gt;i.             Masyarakat dapat terlibat dalam memberikan bantuan dana, pembuatan gedung, lokal, pagar, dan sebagainya. Masyarakat juga sebetulnya dapat terlibat dalam bidang Teknis Edukatif, seperti: proses belajar mengajar, menyediakan diri menjadi tenaga pengajar, membicarakan pelaksanaan kurikulum, kemajuan belajar, dan sebagainya;&lt;br /&gt;j.             Idealnya, sekolah bertanggung jawab kepada pemerintah dan juga kepada masyarakat sekitarnya.&lt;br /&gt;k.           Bantuan teknis edukatif juga sangat mungkin diberikan, seperti: menyediakan diri menjadi tenaga pengajar, membantu anak berkesulitan membaca, menentukan dan memilih guru baru yang mempunyai kualifikasi, serta membicarakan pelaksanaan kurikulum dan kemajuan belajar;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konsep MBS, peran serta masyarakat memang amat luas, tapi karena berbagai sebab pelaksanaannya masih terbatas pada hal-hal berikut:&lt;br /&gt;a.      Keterlibatan masyarakat (orang tua murid, anggota Komite Sekolah, tokoh masyarakat, dsb) hanya dalam bentuk dukungan dana atau sumbangan yang berupa fisik saja;&lt;br /&gt;b.      Saat ini, PSM sudah dapat dianggap baik jika dapat masuk dalam bidang pengelolaan sekolah, misalnya: ikut merencanakan kegiatan sekolah dan kemungkinan pendanaannya.&lt;br /&gt;c.       Masyarakat juga dimungkinkan ikut memikirkan penambahan guru yang tidak ada atau kurang, dan bahkan menjadi "guru" pengganti, misalnya guru Agama, Kesenian, dan Pramuka sampai pada mengganti guru mata pelajaran lainnya. Berdasar atas hal tersebut, Komite Sekolah dan tokoh masyarakat benar-benar merupakan mitra sejajar Kepala Sekolah dan para guru. Sayang hal tersebut belum menjadi bagian di sekolah-sekolah kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-4647577943715724111?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/4647577943715724111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=4647577943715724111' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4647577943715724111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4647577943715724111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/butir-butir-penting-tentang-peran-serta.html' title='Butir-Butir Penting tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-8944012292740644549</id><published>2009-03-01T19:56:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T19:57:13.229-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PAKEM'/><title type='text'>Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM?</title><content type='html'>Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami sifat yang dimiliki anak. Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. Anak desa, anak kota, anak orang kaya, anak orang miskin, anak Indonesia, atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal terlahir memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat anugerah Tuhan tersebut. Suasana pembelajaran yang ditunjukkan dengan guru memuji anak karena hasil  karyanya, guru mengajukan pertanyaan yang menantang, dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan, misalnya, merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal anak secara perorangan. Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga anak tersebut belajar secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar. Sebagai makhluk sosial, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Berdasarkan pengalaman, anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecah kan masalah. Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Hal tersebut memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah; dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut, kritis dan kreatif, berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sesering-seringnya memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa, berapa, kapan”, yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik. Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu, hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan, berpasangan, atau kelompok. Pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, model, benda asli, puisi, karangan, dan sebagainya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa, dan ditata dengan baik, dapat membantu guru dalam KBM karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Lingkungan (fisik, sosial, atau budaya) me-rupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Lingkungan dapat ber-peran sebagai media belajar, tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasikan, membuat tulisan, dan membuat gambar/diagram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar. Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental. Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling ber-hadapan. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAKEM.’&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-8944012292740644549?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/8944012292740644549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=8944012292740644549' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8944012292740644549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8944012292740644549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/apa-yang-harus-diperhatikan-dalam.html' title='Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM?'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-4325797243235429657</id><published>2009-03-01T19:54:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T19:55:40.637-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PAKEM'/><title type='text'>Apa itu PAKEM?</title><content type='html'>Apa itu PAKEM?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif di sini bermakna bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Sedangkan kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Pembelajaran yang menyenangkan bermakna suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, PAKEM dapat digambarkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.&lt;br /&gt;Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.&lt;br /&gt;Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’&lt;br /&gt;Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.&lt;br /&gt;Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-4325797243235429657?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/4325797243235429657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=4325797243235429657' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4325797243235429657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/4325797243235429657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/apa-itu-pakem.html' title='Apa itu PAKEM?'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-3180570484667614715</id><published>2009-03-01T01:06:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T01:07:50.515-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metode penelitian naturalistik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metode penelitian kualitatif'/><title type='text'>Metode Penelitian Naturalistik/Kualitatif – Beberapa Ciri</title><content type='html'>Metode Penelitian Naturalistik/Kualitatif – Beberapa Ciri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini merupakan beberapa ciri metode penelitian naturalistik:&lt;br /&gt;Sumber data ialah situasi wajar atau “natural setting”. Peneliti dengan demikian mengumpulkan data berdasarkan observasi situasi yang wajar, sebagaimana adanya, tanpa dipengaruhi dengan sengaja.&lt;br /&gt;Peneliti sebagai instrumen penelitian. Dalam hal ini peneliti adalah instrumen kunci “ key instrument”. Dialah yang mengadakan sendiri pengamatan atau wawancara yang tak terstruktur, sering hanya menggunakan buku catatan. Ia tidak menggunakan alat seperti tes, angket. Hanya manusia yang dapat memahami makna interaksi antar manusia, membaca gerak muka, menyelami perasaan dan nilai yang terkandung dalam ucapan atau respon.&lt;br /&gt;Sangat deskriptif. Data deskriptif harus dikumpulkan sebanyak-banyaknya yang dituangkan dalam bentuk laporan. Penelitian ini tidak menggunakan angka-angka dan statitistik, walaupun tidak menolak data kuantitatif.&lt;br /&gt;Mementingkan proses maupun produk. Jadi dalam pelaksanaan penelitian juga memperhatikan proses.&lt;br /&gt;Mencari makna di belakang kelakuan atau perbuatan sehingga dapat dipahami masalah atau situasi yang sebenarnya sedang terjadi.&lt;br /&gt;Mengutamakan data langsung “first hand”. Karena itu peneliti harus terjun langsung ke lapangan untuk mengadakan observasi atau wawancara.&lt;br /&gt;Triangulasi. Data dari suatu pihak harus dicek kebenarannya dengan cara mencari data itu dengan sumber yang lain, misalnya dari pihak kedua, ketiga dan seterusnya dengan menggunakan metode yang mungkin sekali berbeda.&lt;br /&gt;Menonjolkan rincian kontekstual. Data dicatat secara terperinci dan tidak dipandang lepas-lepas, tetapi sebagai suatu kesatuan utuh yang saling berkaitan.&lt;br /&gt;Subjek yang diteliti dianggap mempunyai kedudukan yang sama dengan peneliti, bukan sebagai objek penelitian. Ia datang kepadanya sebagai seorang yang sedang belajar. Bukan berkedudukan lebih tinggi.&lt;br /&gt;Menggunakan perspektif etic, artinya mementingkan pandangan responden, yakni bagaimana ia memandang dan menafsirkan dunia dari sudut pandangnya. Peneliti tidak memaksakan pandangannya sendiri.&lt;br /&gt;Verifikasi, dilakukan melalui kasus yang bertentangan atau negatif. Untuk memperoleh hasil yang lebih dapat dipercaya, peneliti justru harus mencari kasus-kasus yang berbeda, sehingga apa yang ditemukannya bisa saja mencakup aspek/situasi yang teramat luas.&lt;br /&gt;Sampling yang purposif. Tidak menggunakan sampling random/acak dan tidak menggunakan populasi dan sampel yang banyak. Sampel tidak banyak yang dipilih berdasarkan tujuan (purpose) penelitian.&lt;br /&gt;Menggunakan “audit trail”, melakukan pelacakan apakah hasil penelitian sesuai dengan data penelitian. Pengecekan dapat dilakukan oleh orang lain berdasarkan seluruh data yang telah dikumpulkan.&lt;br /&gt;Partispasi tanpa mengganggu, karena penelitian harus berlangsung wajar, apa adanya, natural. Peneliti tidak boleh menonjolkan diri dalam penelitiannya sehingga mengganggu kewajaran situasi yang sedang diamatinya.&lt;br /&gt;Mengadakan analisis sejak awal penelitian, dan selanjutnya sepanjang penelitian itu berlangsung. Analisis dengan sendirinya dimunculkan setiap saat, bila peneliti menafsirkan data yang diperolehnya.&lt;br /&gt;Desain penelitian tampil dalam proses penelitian, karena perencanaan penelitian naturalistik tidak dapat dibuat rinci, lengkap dan pasti saat awal penelitian. Oleh sebab itu dalam rancangan penelitian tidak ada langkah-langkah yang jelas dan tegas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-3180570484667614715?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/3180570484667614715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=3180570484667614715' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3180570484667614715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/3180570484667614715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/metode-penelitian-naturalistikkualitati.html' title='Metode Penelitian Naturalistik/Kualitatif – Beberapa Ciri'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-6740945375955242190</id><published>2009-03-01T01:05:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T01:06:40.267-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='group investigasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><title type='text'>Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigasi, Langkah-Langkah Desain Model dan Implementasi</title><content type='html'>Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigasi, Langkah-Langkah Desain Model dan Implementasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain model pembelajaran kooperatif tipe group investigation sebagai bentuk implementasi model dalam konteks kelas memiliki langkah-langkah:&lt;br /&gt;(a) Informasi subtantif,&lt;br /&gt;(b) analogi langsung, yang disertai dengan kegiatan membandingkan dan menjelaskan berbagai perbedaan,&lt;br /&gt;(c) analogi personal,&lt;br /&gt;(d) eksplorasi; dan&lt;br /&gt;(e) memunculkan analogi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi hasil belajar dikembangkan berdasarkan atas tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, yaitu ingin mengetahui tingkat perkembangan kemampuan berpikir kreatif siswa. Oleh karena itu, prosedur dan teknik evaluasinya perlu mengacu dan tak boleh lepas dari aspek-aspek kemampuan berpikir, yaitu kelancaran, keluwesan, orisinalitas, dan elaborasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implementasi model pembelajaran kooperatif tipe group investigation memiliki beberapa tahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Tahap pertama, sebagai tahap penyajian materi menggunakan strategi atau pendekatan “pembentukan konsep dari Taba”.&lt;br /&gt;2.       Tahap kedua, merupakan gabungan dari tahap analogi langsung, perbandingan analogi, dan penjelasan berbagai perbedaan. Tahap ini diawali dengan meminta siswa membuat analogi langsung atas materi yang sedang dibahas. Setelah itu diikuti dengan melakukan pembandingan terhadap analogi-analogi dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan kesamaan dan kaitan antara aspek aspek objek yang dibahas. Kegiatan penjelasan perbedaan bertujuan mengembangkan kemampuan siswa dalam memperoleh kejelasan tentang perbedaan-perbedaan yang ada dalam objek yang sedang dibahas. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru perlu memberi dorongan dan memfasilitasi siswa untuk kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;3.       Tahap ketiga, sebagai tahap pengajuan analogi personal siswa diminta mengajukan pengandaian diri seumpama ia (siswa) sebagai sesuatu objek sesuai materi yang sedang dibahas. Karena itu dalam tahap ini, siswa tidak boleh dibatasi kesempatannya untuk berekspresi dan mengemukakan gagasannya. Peran serta aktif guru sebagai fasilitator sangat dibutuhkan.&lt;br /&gt;4.       Tahap keempat, disebut sebagai tahap eksplorasi siswa diminta menguraikan atau menjelaskan kembali materi yang sedang dibahas dengan menggunakan bahasanya sendiri. Untuk itu, agar siswa mampu melakukan tugas tersebut maka guru perlu memfasilitasi siswanya dengan teknik curah pendapat dan hasil pekerjaan siswa didiskusikan dengan teman-temannya.&lt;br /&gt;5.       Tahap kelima, disebut sebagai tahap pengajuan analogi langsung (yang lainnya) terhadap materi yang sedang dibahas. Siswa diharapkan bisa mengajukan analogi langsung yang telah dikuasainya dan mampu menjelaskan persamaan atau perbedaannya. Di sini, yang dipentingkan adalah argumentasi, mengapa suatu objek tertentu dianalogikan dengan materi yang sedang dibahas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-6740945375955242190?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/6740945375955242190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=6740945375955242190' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6740945375955242190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/6740945375955242190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatif-tipe_01.html' title='Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigasi, Langkah-Langkah Desain Model dan Implementasi'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-2217897123610141608</id><published>2009-03-01T01:04:00.000-08:00</published><updated>2010-03-31T05:32:46.968-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='group investigasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model pembelajaran kooperatif'/><title type='text'>Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigasi</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;a href="http://fromlearningtoteaching.blogspot.com/2010/03/cooperative-learning-structuring-group.html"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Model Pembelajaran Kooperatif&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Tipe Group Investigasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_233423319"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://fromlearningtoteaching.blogspot.com/2010/03/cooperative-learning-structuring-group.html"&gt;&lt;b&gt;Model pembelajaran kooperatif&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; telah diyakini oleh banyak ahli pendidikan sebagai model pembelajaran yang dapat memberi peluang siswa untuk terlibat dalam diskusi, berpikir kritis, berani dan mau mengambil tanggung jawab untuk pembelajaran mereka sendiri (Gokhale, 1995:6). Meskipun model pembelajaran kooperatif mengutamakan peran aktif siswa bukan berarti guru tidak berpartisipasi, sebab dalam proses pembelajaran guru berperan sebagai perancang, fasilitaor dan pembimbing proses pembelajaran. Dalam implementasinya, pembelajaran kooperatif tipe group investigasi, setiap kelompok presentasi atas hasil investigasi mereka di depan kelas.Tugas kelompok lain, ketika satu kelompok presentasi di depan kelas adalah melakukan evaluasi sajian kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pembelajaran kooperatif tipe group investigasi dapat dipakai guru untuk mengembangkan kreativitas siswa, baik secara perorangan maupun kelompok. Model pembelajaran kooperatif dirancang untuk membantu terjadinya pembagian tanggung jawab ketika siswa mengikuti pembelajaran dan berorientasi menuju pembentukan manusia sosial (Mafune,2005:4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pembelajaran kooperatif dipandang sebagai proses pembelajaran yang aktif, sebab siswa akan lebih banyak belajar melalui proses pembentukan (contructing) dan penciptaan, kerja dalam kelompok dan berbagi pengetahuan serta tanggung jawab individu tetap merupakan kunci keberhasilan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi yang digunakan sebagai acuan dalam pengembangan &lt;a href="http://fromlearningtoteaching.blogspot.com/2010/03/cooperative-learning-structuring-group.html"&gt;Model pembelajaran kooperatif&lt;/a&gt; tipe group investigasi, yaitu (1) untuk meningkatkan kemampuan kreativitas siswa dapat ditempuh melalui pengembangan proses kreatif menuju suatu kesadaran dan pengembangan alat bantu yang secara eksplisit mendukung kreativitas, (2) komponen emosional lebihpenting daripada intelektual, yang tak rasional lebih penting daripada yang rasional dan (3) untuk meningkatkan peluang keberhasilan dalam memecahkan suatu masalah harus lebih dahulu memahami komponen emosioanl dan irrasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatif-tipe_01.html"&gt;&lt;b&gt;Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigasi (Langkah-Langkah/Sintaks)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-2217897123610141608?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/2217897123610141608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=2217897123610141608' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2217897123610141608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/2217897123610141608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatif-tipe.html' title='Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigasi'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-8536363632189245259</id><published>2009-03-01T01:03:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T01:04:23.899-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendekatan STS (STM)'/><title type='text'>Pendekatan Sains Teknologi Society (STS)</title><content type='html'>Pendekatan Sains Teknologi Society (STS)&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;a name="436"&gt;&lt;/a&gt;Tak dapat disanggah, guru mempunyai peran penting untuk membantu siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Dengan demikian, siswa dapat membuat suatu keputusan yang bertanggung jawab mengenai isu-isu sosial, khususnya isu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Salah satu cara yang populer untuk memperkenalkan siswa dengan isu-isu sosial itu adalah dengan meminta kepada siswa untuk membawa artikel-artikel tentang sains, teknologi dan penggunaannya dalam masyarakat di dalam kelas sains. Mereka diberi pengarahan dan kesempatan yang cukup, agar dapat meneliti isu-isu itu dengan cara mengumpulkan fakta-fakta, merumuskan pendapat-pendapat mereka dan menarik suatu kesimpulan berdasarkan fakta-fakta yang ada.&lt;br /&gt;&lt;a name="437"&gt;&lt;/a&gt;Salah satu pendekatan yang dipandang tepat untuk digunakan dalam suatu pembelajaran IPA adalah pendekatan Sains Teknologi Society (STS) atau Sains Teknologi Masyarakat (STM). Karena pendekatan ini selalu mengaitkan antara sains, teknologi dan penggunaan sains dan teknologi itu dalam masyarakat. Dengan penggunaan pendekatan itu di dalam pembelajaran fisika maka dalam proses pembelajarannya, kita mempunyai konsekuensi bahwa selain kita menanamkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep atau prinsip-prinsip fisika, kita perlu juga menanamkan pemahaman siswa terhadap teknologi yang berkaitan dengan konsep itu, dan kemungkinan penggunaannya di lingkungan masyarakat atau dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;a name="438"&gt;&lt;/a&gt;Guru yang menyajikan materi fisika dengan menggunakan pendekatan Sains Teknologi Society (STS) perlu memperhatikan beberapa hal, di antaranya adalah:&lt;br /&gt;1.       deskripsi materi IPA yang akan disajikan&lt;br /&gt;2.       diskripsi teknologi yang berkaitan dengan materi IPA&lt;br /&gt;3.       penggunaan teknologi itu di dalam masyarakat&lt;br /&gt;4.       kemungkinan adanya sikap serta permasalahan yang timbul akibat dari penggunaan teknologi itu di dalam masyarakat.&lt;br /&gt;Deskripsi dari materi itu dapat meliputi antara lain:&lt;br /&gt;1.       uraian konsep&lt;br /&gt;2.       penggunaan matematika&lt;br /&gt;3.       penggunaan rumus&lt;br /&gt;4.       penyajian soal dan sebagainya.&lt;br /&gt;Kemudian deskripsi teknologi dapat meliputi:&lt;br /&gt;1.       kegunaan teknologi&lt;br /&gt;2.       bagan gambar dari produk teknologi itu&lt;br /&gt;3.       prinsip kerjanya&lt;br /&gt;4.       keterkaitan antara teknologi itu sendiri dengan materi yang disajikan dalam pembelajaran IPA.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-8536363632189245259?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/8536363632189245259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=8536363632189245259' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8536363632189245259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8536363632189245259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pendekatan-sains-teknologi-society-sts.html' title='Pendekatan Sains Teknologi Society (STS)'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125688973460846742.post-8223153095094942614</id><published>2009-03-01T01:02:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T01:03:22.920-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Anak Usia Dini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vygotsky'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Scaffolding'/><title type='text'>Pendidikan Anak Usia Dini - Scaffolding</title><content type='html'>Pendidikan Anak Usia Dini - Scaffolding&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Faiq Dzaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implemetasi scaffolding sebagai bagian dari proses belajar konstruktivisme perlu dikenali dengan baik sehingga tidak perlu berubah menjadi interferensi yang justru akan menghilangkan kesempatan belajar anak untukmenguasai proses pemecahan masalah (problem solving). Vygotsky, 1962, dalam teori belajar konstruktivisme khususnya pada pendidikan anak usia dini telah menggarisbawahi pentingnya scaffolding yang tepat waktu dan dapat ditarik kembali secara bertahap setelah anak menunjukkan keberhasilan terhadap pencapaian suatu indikator dalam aspek perkembangan anak (child development). Anak membutuhkan scaffolding untukmenuju ke tingkat perkembangan potensial (level of potential development).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scaffolding adalah pengembangan dari teori belajar konstruktivisme modern. Scaffolding pertama kali disebut sebagai istilah dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini oleh Vygotsky pada tahun 1846. Dalam pendidikan anak usia dini, scaffolding mengambil peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran di setiap aspek menuju pencapaian perkembangan anak (child development). Setiap kali seorang anak mencapai tahap perkembangan yang ditandai dengan terpenuhinya indikator dalam aspek tertentu, maka anak membutuhkan scaffolding. Vygotsky (1962) menuliskan bahwa scaffolding merupakan bentuk bantuan yang tepat waktu yang juga harus ditarik tepat waktu ketika interaksi belajar sedang terjadi saat anak-anakmengerjakan puzzle, membangun miniatur bangunan, mencocokkan gambar dan tugas-tugas pelajaran lainnya. Saat interaksi belajar berlangsung, scaffolding kadang dibutuhkan secara bersamaan dan terintegrasi dalam aspek fisik, intelektual, seni dan emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori belajar konstruktivisme modern secara umum menyatakan bahwa siswa harus secara pribadi menemukan dan menerapkan informasi yang kompleks kemudian mengecek informasi baru dibandingkan dengan aturan lama dan memperbaiki aturan itu apabila tidak sesuai lagi. Guru tidak dapat hanya semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa, melainkan siswa harus membangun pengetahuan ini di dalam benaknya sendiri. Guru hanya membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan relevan bagi siswa; sehingga siswa mampu menarik kesimpulan untuk menerapkan sendiri ide-idenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus terhadap pendidikan anak usia dini teori konstruktivisme modern oleh Vygotksy dibagi dalam tiga tahap yaitu:&lt;br /&gt;(1)     Tahap Zona Perkembangan: atau Zone of Proximal Development (ZPD) yaitu suatu ide bahwa anak usia dini belajar konsep paling baik apabila konsep itu berada dalam zona perkembangan terdekat mereka. Artinya, suatu jarak antara keterampilan yang sudah dimiliki oleh anak dengan keterampilan baru yang diperoleh dengan bantuan dari orang dewasa (adult/caregiver/orang tua/guru) atau orang yang terlebih dahulu menguasai keterampilan tersebut (knowledgeable person/peer/siblings). Zone of Proximal Development dihadirkan di tengah lingkungan dengan fitur yang sekaya mungkin sehingga memberikan kesempatan melimpah bagi anak untuk membangun konsep dan internalisasi pemahaman dalam dirinya tentang berbagai hal sehingga anak memperoleh rangsangan yang kuat untuk mempelajari suatu konsep bagi pemahamannya dengan cara terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2)     Tahap Pemagangan Kognitif atau cognitive apprenticeship adalah suatu istilah untuk proses pembelajaran di mana guru menyediakan dukungan kepada anak usia dini dalam bentuk scaffold hingga anak usia dini berhasil membentuk pemahaman kognitifnya. Pemagangan kognitif atau cognitive apprenticeship juga merupakan suatu budaya belajar dari dan di antara teman sebaya melalui interaksi satu sama lain sehingga membentuk suatu konsep tentang sesuatu pengalaman umum dan kemudian membagikan pengalaman membentuk konsep tersebut di antara teman sebayanya (Collins, Brown, and Newman1989). Wilson and Cole (1994) mendeskripsikan ciri khas pemagangan kognitif yaitu “ heuristic content, situated learning, pemodelan, coaching, articulation, refleksi, eksplorasi, dan ”order in increasing complexity”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3)     Scaffolding atau mediated learning yaitu dukungan tahap demi tahap untuk belajar dan pemecahan masalah sebagai suatu hal yang penting dalam pemikiran konstruktivis memodern. Scaffolding is adjusting the support offered during a teaching session to fit the child’s current level of performance ” .Scaffolding sebagian besar ditemukan dilakukan oleh orang dewasa (adult/care giver/parent/teacher) atau orangyang lebih dahulu tahu (knowledgeable person/siblings/peer) tentang suatu keterampilan yang seharusnya dicapai oleh anak usia dini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125688973460846742-8223153095094942614?l=penelitiantindakankelas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/feeds/8223153095094942614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5125688973460846742&amp;postID=8223153095094942614' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8223153095094942614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125688973460846742/posts/default/8223153095094942614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/pendidikan-anak-usia-dini-scaffolding.html' title='Pendidikan Anak Usia Dini - Scaffolding'/><author><name>muhammad faiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='13' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_aHyI8DLdDgg/S7lYxXIbBcI/AAAAAAAAAG4/3K4wvECxyPI/S220/suhadi51.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry></feed>
