Unsur-Unsur dalam Proses Pembelajaran Dan Hubungannya dengan Strategi Pengajaran

untuk Guru dan Mahasiswa Calon Guru

Friday, October 3, 2014

Unsur-Unsur dalam Proses Pembelajaran Dan Hubungannya dengan Strategi Pengajaran

Unsur-Unsur dalam proses Pembelajaran Dan Hubungannya dengan Strategi Pengajaran


Kali ini, blog penelitian tindakan kelas dan model-model pembelajaran akan mengetengahkan sebuah pendapat dari Martha Kaufeldt tentang unsur-unsur pembelajaran dalam hubungannya dengan strategi pengajaran yang dilakukan oleh guru.

Unsur-Unsur dalam Proses Pembelajaran Dan Hubungannya dengan Strategi Pengajaran
unsur-unsur dalam proses pembelajaran
Jika membicarakan tentang strategi pengajaran, maka kita tiak akan bisa lepas dari unsur-unsur sebuah pembelajaran. Menurut Martha Kaufeldt (2008) dalam buku Teachers, Change Your Bait! Brain – Compatible Differentiated Instruction yang diterbitkan oleh Crown House Publishing Company LL.C. USA,  terdapat 6 unsur dalam sebuah proses pembelajaran yaitu:
  1. Lingkungan fisik
  2. Lingkungan sosial
  3. Penyajian oleh guru
  4. Konten atau materi pembelajaran
  5. Proses pembelajaran
  6. Produk-produk pembelajaran

Martha Kaufeldt menyarankan dalam menentukan strategi-strategi pengajaran guru harus memperhatikan ke-6 unsur ini dengan baik dan mempertimbangkan keserasiannya dengan otak siswa. Strategi pengajaran terbaik tidak akan dapat memberikan hasil yang optimal apabila diterapkan dalam lingkungan yang berlawanan dengan prinsip-prinsip cara otak siswa bekerja. Karena itu, guru seyogyanya memikirkan pengajaran yang berbeda sebagai sebuah unsur yang sangat penting agar harmonis dengan otak. Ini tentu berkaitan dengan uniknya setiap individu siswa, sehingga guru akan semakin dapat merancang pembelajaran dan lingkungan belajar yang sesuai dengan standar kurikulum yang berlaku.

Beberapa tips yang diberikan oleh Kaufeldt berkaitan dengan ke-6 unsur pembelajaran, penyesuaian dengan cara kerja otak manusia dan pengajaran yang berbeda (differentiated instruction) tersebut adalah:



Lingkungan Fisik

  1. Pertimbangkanlah bagaimana dampak-dampak yang akan muncul oleh adanya rangsangan lingkungan terhadap otak dan tubuh (fisik) siswa.
  2. Buatlah pengubahan tempat duduk dalam ruang kelas anda agar dapat mengakomodasi pilihan-pilihan yang diinginkan oleh siswa.
  3. Sebaiknya, guru juga mengkaji kemungkinan-kemungkinan penggunaan tempat belajar (sumber belajar) lainnya selain dalam ruang kelas.

Lingkungan Sosial

  1. Kepada semua siswa, guru harus dapat memantapkan perasaan memiliki dan diikutsertakan dalam kelompok-kelompok belajar.
  2. Buatlah pengaturan terlebih dahulu sebelum proses pembelajaran dimulai dalam kaitan pembentukan pasangan diskusi atau kelompok-kelompok belajar. Ini dpat membantu  mengurangi kemungkinan stres pada siswa dn tentu saja lebih menghemat waktu.
  3. Guru harus mampu mengenali kelompok-kelompok belajar yang terbentuk secara natural di dalam kelas. Ini penting karena dapat membantu guru mengajar ulang atau mengelompokkan siswa-siswa berdasarkan minat mereka.

Penyajian Pembelajaran

  1. Dalam menyajikan materi ajar, guru harus dapat menggunakan hal-hal baru yang dapat menarik perhatian siswa, dan mungkin dengan tambahan humor.
  2. Buatlah koneksi antara konsep dan keterampilan baru dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga membuat pembelajaran mereka menjadi kontekstual.
  3. Buatlah proses-proses pembelajaran dan penemuan dengan sebuah proyek, percobaan, eksperimen, atau pemanfaatan IT.

Konten atau Materi Pembelajaran

  1. Selalu menekankan arti konten, relevansi, dan manfaatnya sehingga siswa tertantang dan termotivasi untuk belajar
  2. Buatlah siswa menjadi terpikat dengan materi ajar. Caranya dengan mengajarkan suatu wilayah spesifik secara lebih mendalam.
  3. Usahakan mengatur agar pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum itu cocok dan dapat memberi akomodasi kepada seluruh siswa dalam berbagai tingkatan dan kesiapan siswa yang berbeda-beda.

Proses Pembelajaran

  1. Di dalam proses pembelajaran, masukkan beragam kegiatan dan refleksi agar terbangun ingatan jangka panjang.
  2. Susunlah secara harmonis peluang-peluang untuk pilihan dengan menggunakan berbagai tingkat kemampuan siswa sehingga mereka berkesempatan untuk sukses
  3. Manfaatkan sumber-sumber teknologi yang ada untuk pengumpulan beragam informasi untuk mengintegrasikan pemahaman siswa.

Produk-Produk Pembelajaran

  1. Rancanglah urutan-urutan proyek sehingga memungkinkan siswa untuk mengaplikasikan pemahamannya melaluipencapaian-pencapaian nyata.
  2. Berikan tugas-tugas, atau pertanyaan-pertanyaan pada level yang lebih tinggi (higher order thinking) dalam taksonomi Bloom.
  3. Rancanglah beragam produk dan tes bagi siswa untuk menunjukkan seberapa dalam pemahaman mereka akan suatu konten pembelajaran.

Demikian tulisan tentang Unsur-Unsur dalam proses Pembelajaran Dan Hubungannya dengan Strategi Pengajaran, semoga bermanfaat.
Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...