Mengimplementasikan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray

untuk Guru dan Mahasiswa Calon Guru

Sunday, March 3, 2013

Mengimplementasikan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray

Blog penelitian tindakan kelas dan model-model pembelajaran berikut ini akan memaparkan bagaimana cara mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray. Jika kita meninjau nama model pembelajaran kooperatif ini, yaitu two stay (dua tinggal) dan two stray (dua berpencar), maka kita dapat memahami bahwa pada saat pembelajaran berlangsung, dari sebuah kelompok akan ada 2 siswa yang tetap tinggal di kelompoknya dan dua siswa yang berpencar ke kelompok lain (asumsi ada 4 orang siswa dalam setiap kelompok). Model pembelajaran kooperatif ini dapat digunakan oleh guru pada berbagai mata pelajaran dan berbagai tingkatan usia siswa. Metode pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray merupakan teknik pembelajaran dengan struktur kelompok yang khas yang bertujuan agar siswa belajar bekerja sama, bertanggung jawab, saling membantu memecahkan masalah dan saling mendorong untuk berprestasi serta melatih siswa agar dapat bersosialisasi dengan baik.

Pengembang Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray

Model pembelajaran kooperatif yang satu ini mempunyai sebenarnya dapat dibuat variasinya, yaitu berkaitan dengan jumlah siswa yang tinggal di kelompoknya dan yang berpencar ke kelompok lain. Misalnya: (1) one stay three stray (satu tinggal tiga berpencar); dan (2) three stay one stray (tiga tinggal satu berpencar). Model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dikembangkan pertama kali oleh Spencer Kagan (1990). Dengan struktur kelompok kooperatif seperti tipe two stay two stray ini dapat memberikan kesempatan kepada tiap kelompok untuk saling berbagi informasi dengan kelompok-kelompok lain.

Struktur Kelompok

Adapaun struktur kelompok Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray adalah sebagai berikut:

Heterogen

Setiap kelompok terdiri dari siswa dengan latar belakang beragam, baik kemampuan akademis, jenis kelamin, maupun status sosial.

Jumlah Siswa

Jumlah siswa di dalam sebuah kelompok koperatif tipe ini terdiri atas 4 – 5 orang siswa

Siapa Tinggal, Siapa Berpencar?

Di dalam kelompok siswa akan menentukan siapa yang akan tinggal (stay) dan siapa yang akan berpencar (stray)

Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray

Adapun langkah-langkah pelaksanaan / implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray adalah sebagai berikut:
  1. Pembagian kelompok. Pada langkah ini guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 4 sampai 5 siswa.
  2. Pemberian tugas. Di langkah kedua ini guru memberikan sub pokok bahasan tertentu atau tugas-tugas tertentu kepada setiap kelompok untuk dibahas bersama-sama dengan anggota kelompoknya masing-masing.
  3. Diskusi: Siswa mengerjakan tugas. Pada kegiatan ini siswa-siswa di dalam setiap kelompok bekerja sama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.
  4. Tinggal atau berpencar? Setelah setiap kelompok selesai mengerjakan tugas yang diberikan maka setiap kelompok menentukan 2 anggota yang akan stay (tinggal) dan 2 anggota yang akan stray (berpencar) ke kelompok lain. 
  5. model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray
    Struktur kelompok model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray
  6. Berbagi. Pada langkah kelima ini, semua siswa saling berbagi apa yang telah mereka kerjakan untuk menyelesaikan tugas dari guru (catatan: siswa pada langkah ini saling menjelaskan, presentasi, bertanya, dan melakukan konfirmasi, lalu mencatat apa-apa yang didapatnya dari kelompok lain). Dua anggota kelompok yang tinggal di dalam kelompok bertugas membagi informasi dan hasil kerja mereka kepada 2 orang tamu dari kelompok lain yang akan berkunjung ke kelompok mereka.
  7. Diskusi kelompok. Tahap selanjutnya adalah semua anggota kelompok kembali ke kelompok yang semula dan melaporkan apa yang mereka temukan dari kelompok lain.
  8. Diskusi kelas. Setiap kelompok kemudian membandingkan dan membahas hasil pekerjaan mereka semua dalam sebuah diskusi kelas dengan fasilitasi oleh guru.

Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray

Adapun kelebihan-kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray adalah sebagai berikut:

Implementasi

Model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat diimplementasikan untuk berbagai kelas atau tingkatan usia.

Belajar Bermakna

Kecenderungan belajar siswa menjadi lebih bermakna memberikan kesempatan terhadap siswa untuk membentuk konsep secara mandiri dengan cara-cara mereka sendiri dan melalui metode-metode pemecahan masalah.

Siswa Aktif

Implementasi model pembelajaran kooperatif ini tentu saja dapat membuat siswa aktif. Bila siswa belum terbiasa, memang pembelajaran serasa macet, tetapi bila telah beberapa kali dilaksanakan maka jalannya akan lebih mulus, karena setiap siswa mempunyai aktivitas dan tanggung jawab masing-masing untuk kelompoknya.

Meningkatkan Motivasi Belajar

Dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray ini guru dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, karena setiap siswa mempunyai tanggung jawab belajar, baik untuk dirinya sendiri maupun kelompoknya. Hal ini tampak sekali pada saat mereka saling bertukar informasi.

Bertukar Informasi

Saat siswa berpencar, maka setiap anggota kelompok akan saling bertukar informasi dengan kelompok lain. Setiap kelompok akan mendapatkan informasi sekaligus dari dua kelompok yang berbeda (karena dua orang yang berpencar pergi ke kelompok yang berbeda), begitupun bagi siswa yang tinggal, juga akan mendapatkan informasi dari 2 tamu yang datang dari 2 kelompok yang berbeda. (Perhatikan gambar skema struktur kelompok model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray di atas agar pertukaran informasi terbentuk dari banyak arah).

Prestasi Belajar dan Daya Ingat

Karena semua siswa terlibat aktif dalam pembelajaran, dan semua anggota kelompok diharuskan melaporkan hasil-hasil kunjungannya ke kelompok lain (bagi siswa yang berpencar/ stray) dan hasil-hasil yang diperoleh saat kunjungan tamu di kelompok mereka (bagi siswa yang tinggal / stay), maka dapat memberikan efek peningkatan prestasi belajar dan daya ingat.

Kreativitas

Siswa yang tinggal di dalam kelompok (stay) mempunyai kesempatan untuk meningkatkan kreativitas, misalnya berkaitan dengan bagaimana cara mereke menyajikan hasil kerja kelompok mereka kepada tamu (anggota kelompok lain) yang berkunjung ke kelompoknya.

Melatih Berpikir Kritis

Dengan membandingkan hasil pekerjaan kelompoknya dengan pekerjaan kelompok lain, guru berarti telah memberikan kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan kemapuan berpikir kritis, di mana mereka akan mencoba mencermati pekerjaan orang lain dan pekerjaan kelompoknya.

Memudahkan Guru

Model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat membantu guru dalam pencapaian pembelajaran, karena langkah pembelajaran kooperatif mudah diterapkan di sekolah dan dengan bantuan siswa-siswa guru mendapat tambahan tenaga berupa tutor sebaya saat seorang anggota kelompok bertukar informasi, mengkonfirmasi, presentasi, dan bertanya kepada anggota kelompok lainnya.

Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray

Selain memiliki banyak kelebihan, tentu saja model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray ini juga mempunyai kelemahan. Beberapa kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray misalnya:

Alokasi Waktu

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray membutuhkan waktu yang relatif lama untuk persiapan dan pelaksanaannya bila dibandingkan dengan metode konvensional. Hal tersebut tampak mulai tahap persiapan pembagian kelompok, diskusi dan presentasi siswa. Akan tetapi bila guru pandai mengelola dan memanajemen pembelajaran, maka alokasi waktu yang diperlukan ini akan terbayar dengan kesuksesan pencapaian tujuan pembelajaran. Guru dapat mengatur presentasi di akhir pembelajaran agar terbentuk konsep yang mantap di benak siswa, tidak harus semua kelompok tampil. Cukup beberapa, yang penting harus disertai umpan balik terlebih-lebih untuk  hal-hal tertentu yang sifatnya penting.

Pelaksanaan pada saat bertamu

Guru harus benar-benar menerangkan kepada siswa mengenai maksud dan tujuan dari bertamu. Siswa terkadang masih kebingungan untuk saling bertukar informasi dengan kelompok lain. Karena tujuan dari berbagi informasi disini bukan untuk mencontek hasil jawaban dari kelompok lain. Justru pada tahap ini siswa melakukan konfirmasi bila terjadi perbedaan pendapat mengenai hasil tugas yang telah dibahas di kelompok asal masing-masing. Siswa saling menjelaskan dan mengkritisi untuk memperoleh manfaat dari tahap paling penting dari model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray ini.
Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...