Laporan Penelitian Deskriptif Kualilatif: Pengembangan Multiple Intelleigences

untuk Guru dan Mahasiswa Calon Guru

Saturday, April 7, 2012

Laporan Penelitian Deskriptif Kualilatif: Pengembangan Multiple Intelleigences

PENGEMBANGAN MULTIPLE INTELLIGENCES MELALUI KEGIATAN NON-INTRAKURIKULER DALAM RANGKA MENINGKATKAN MUTU PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN

Oleh:
Siskandar
(Tenaga Fungsional Peneliti Balitbang Depdiknas)

Catatan: Makalah ini dipublikasikan di blog ini dengan tujuan untuk meningkatkan kemudahan para pendidik untuk memperolehnya dengan lebih banyak terindeks pada search engine. Makalah ini sepenuhnya bukan milik saya. Bila Anda pemilik makalah ini dan merasa bahwa tidak semestinya makalah ini diterbitkan di http://penelitiantindakankelas.blogspot.com, silakan menghubungi saya di sini, maka dengan senang hati saya akan menghapus konten ini. Terimakasih (admin).

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran secara integral tentang pengembangan multi-kecerdasan melalui kegiatannonintrakurikuler terhadap mutu proses dan hasil belajar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif.Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Data dikumpulkan dari setting penelitian terpilih yaitu 6 SMA: (1) SMAN 3
Semarang, Jawa Tengah, (2) SMAN 1 Malang, Jawa Timur, (3) SMAN 4 Denpasar, Bali, (4) SMAN 2 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, (5) SMAN 1 Manado, Sulawesi Utara, dan (6) SMAK Giovanni Kupang, NTT. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) berbagai kegiatan yang relevan dengan pengembangan multi-kecerdasan bermanfaat dalam pengembangan kompetensi, (2) Keragaman kegiatan
non-intrakurikuler berdampak terhadap prestasi belajar jika suatu kegiatan relevan dengan mata pelajaran tertentu.

Kata kunci: Multiple Intelligences, Kegiatan Nonintrakurikuler

A. Pendahuluan
Globalisasi informasi dan komunikasi memiliki potensi dalam peningkatan sumber daya manusia namun sangat berpengaruh terhadap lunturnya jati diri bangsa yang berbudaya. Pengaruh globalisasi tersebut dirasakan masyarakat seperti kehilangan kultur yang dimiliki dan dipertahankannya selama bertahun-tahun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kultur sebagai jati diri bangsa yang mandiri, ramah, suka bekerja keras, dan tolong-menolong, bergotong-royong, dan bermusyawarah untuk mufakat nyaris lenyap dari kehidupan sehari-hari. Hal ini tampak seiring dengan tumbuhnya rasa individualistis, gaya hidup konsumtif dan materialis di masyarakat. Masyarakat di daerah terpencil yang sudah biasa menyelesaikan masalah dengan menggunakan cara-cara yang sederhana dengan tidak menghilangkan kultur............baca selengkapnya laporan penelitian deskriptif kualitatif yang berjudul PENGEMBANGAN MULTIPLE INTELLIGENCES MELALUI KEGIATAN NON-INTRAKURIKULER DALAM RANGKA MENINGKATKAN MUTU PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN ini langsung dari sumber aslinya di sini, dengan terlebih dahulu register di sini.
Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...